RSS

Arsip Tag: bahasa indonesia

MENGENANG LANGKAH

MENGENANG LANGKAH

 

mengenang langkah
berbilang angka
tahun-tahun berguguran

menatap harap
dalam selimut malam
dedaun berguguran

mengenang langkah
di antara gagap
semoga ada harap mengendap

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Februari 2020 inci Lain-lain, Puisi

 

Tag: , ,

Membuka Jendela Langit

Membuka Jendela Langit

 

membuka jendela hati yang paling dalam
kusingkap setiap rasa yang mengendap
rasa yang entah apa, bebutir ingin dan angan
mengintai dalam setiap harap dan dekap

jendela itu tetap membuka, meski dingin sangat menusuk
kita telah ditakdirkan bersama, mengurai setiap makna
menguap di setiap renjana masa berpadu dalam hangat rasa
hanya padamu kusandarkan sisa usia
hanya padamu kugapai harap tersisa
menuju-Nya, dalam kembara jauh leburan dosa

di jendela yang masih membuka
tamparan angin-Nya pudarkan jentera warna yang mendera

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Februari 2020 inci Lain-lain, Puisi

 

Tag: , ,

Pelajaran Bahasa Indonesia Dihapuskan?

Saya sungguh terkejut saat membaca tulisan di Media Online Nasional Suara Guru yang berjudul “Hapuskan Mata Ajar Bahasa Indonesia”. Tulisan yang kemudian setelah saya lacak bersumber dari Koran Tempo terbitan 18 April 2011. Sebuah telaah kritis sebenarnya, hanya kurang dilengkapi dengan data yang valid.

Saya memahami arah tulisan yang ditulis oleh Maryanto (Pemerhati Politik Bahasa) tersebut. Ada nada pesimisme sekaligus kegeraman melihat pertumbuhan bahasa Indonesia saat ini. Pesimisme itu muncul dari pernyataan bahwa dari siswa yang gagal ujian nasional tahun 2010 lalu, 73 persen disebabkan oleh bahasa Indonesia. Sebuah persentase mencengangkan tentunya. Ah, tapi apa benar angka itu? Data dari manakah?

Sementara itu, rasa pesimisme dari penulisnya muncul melihat perkembangan bahasa Indonesia terutama di sekolah berlabel SBI dan RSBI. Bahasa asing mendominasi dan mengakibatkan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipinggirkan. Sebuah ilustrasi perkembangan bahasa yang ironis karena terjadi di tanah tumpah darah sendiri.

Persoalan bahasa Indonesia memang dilematis. Di saat sebagian orang berusaha mati-matian mempertahankan keberadaannya, pada sisi lain politik kebahasaan justru menggiring bahasa Indonesia menjadi bahasa yang marjinal. Apa yang dicontohkan oleh Maryanto dengan kasus di SBI dan RSBI ada benarnya. Namun bukan berarti dengan keadaan seperti itu mata ajar ini dihapuskan.

Di beberapa negara, justru pertumbuhan bahasa Indonesia menunjukkan kemajuan yang mencengangkan. Seperti yang kita pahami, Australia misalnya, sangat serius dengan mata ajar ini. Di negara-negara Islam, ada usulan agar bahasa Indonesia dijadikan bahasa Internasional di samping bahasa Arab. Selain itu pembelajaran bahasa Indonesia di beberapa negara Timur Tengah seperti Syiria dan Mesir pun sudah dimulai.

Apa yang dicontohkan oleh Maryanto dalam tulisannya, justru keadaannya bertolak belakang dengan kenyataan. Bahasa Indonesia yang diajarkan di sekolah-sekolah justru tidak lagi mementingkan aspek pengetahuan kebahasaan. Pada saat ini pembelajaran bahasa Indonesia sudah mencakup ranah praktis. Siswa tidak lagi diajarkan untuk menyebut dan menghapalkan ada berapa jenis kata ulang. Di bidang tulis-menulis, anak didik lebih diarahkan untuk menghasilkan tulisan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Apabila didalamnya pelajaran menulis juga dibicarakan masalah ejaan misalnya, adalah hal yang wajar, mengingat perlunya pengetahuan itu dimiliki anak didik. Namun masalah ejaan bukanlah tujuan utama dalam materi pelajaran menulis.

Read the rest of this entry »

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 19 April 2011 inci Esai, Pendidkan

 

Tag: , ,

 
%d blogger menyukai ini: