RSS

Seputarku

Sebagai guru, apalagi mengajar di sebuah sekolah yang terletak cukup jauh dari perkotaan, banyak hal yang saya jumpai dan menjadi sebuah catatan. Halaman Seputarku ini mencoba merekam jejak persentuhan saya dengan sekolah, para pendidik, para peserta didik, dan lingkungan sekitarnya. Tulisan di halaman ini semacam diari saya terkait dengan kerja dan lingkungan kerja.

==================

Harus Naik Kelas

Pada awalnya, rapat kenaikan kelas berlangsung biasa-biasa saja. Namun ketika harus memutuskan naik atau tidaknya seorang siswa (sebut saja namanya Doni), terjadilah perdebatan yang panjang. Beberapa guru dengan berbagai argumennya berusaha mempertahankan agar Doni tidak naik kelas. Di sisi lain, wali kelas dan beberapa guru lainnya mendukung agar sang anak yang sedang diperdebatkan itu naik.

Alasan dari guru-guru yang mempertahankan agar Doni tinggal kelas sangat jelas. Dalam kesehariannya, sang anak terkenal nakal, suka mengusili teman, dan beberapa kali bolos sekolah. Rata-rata nilai akhlak dan kepribadiannya pun tidak mencapai B sebagai salah satu persyaratan kenaikan.

Di sisi lain, dengan alasan wajib belajar 9 tahun, guru-guru yang merasa kasihan dengan nasib Doni berusaha semaksimal mungkin agar Doni tetap bisa naik. Di samping itu, diharapkan saat pengambilan rapor oleh orang tuanya, wali kelas bisa menyampaikan pesan-pesan agar Doni bisa lebih baik nantinya.

Lanjut…. (Klik di sini)

==================

Catatan Blog Seorang Sahabat

Membaca postingan di blog da Vizon, jujur saya akui, saya merasakan adanya sebuah kekuatan maha dahsyat yang membuat saya lena dalam sesaat. Tulisan yang meneduhkan dan membuat rindu. Lebih dari itu, ada satu hal yang membuat pengetahuan saya bertambah. Apalagi kalau bukan apa yang disampaikan da Vizon perihal kalimat yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, yang dalam Islam disebut sebagai hadis nabi, yang berbunyi: “Ayah adalah Pintu Surga“.

Sengaja kalimat itu saya kopi paste di blog ini. Kalimat yang belum saya ketahui dan baru saya mengerti saat ini. Hadis nabi yang bisa saya rasakan, betapa relevannya dengan kehidupan yang saya alami.

Benar bila kalimat “Surga di bawah kaki ibu”, dan itu tidak terbantahkan. Tapi bila peran seorang ayah yang menjadikan anak-anak dan keluarganya menjadi lebih sempurna, sungguh kalimat/hadis itu benar adanya. Ayah adalah pembuka jalan. Ayah adalah penuntun dalam membuka pintu surga.

Lanjut…. (Klik di sini)

==================

Dahono

Namanya Dahono. Nama yang tidak terlalu panjang, tetapi juga bukan yang terpendek. Beberapa nama siswa saya malah ada yang namanya hanya terdiri dari 4 huruf, misalnya Andi, Riah, atau Agus.

Sebagaimana siswa lainnya, Dahono juga menjalani kegiatan belajarnya. Berangkat pagi (terkadang telat), lalu pulang pada saatnya (beberapa kali pernah bolos). Di kelasnya (kelas IX) ia malah dipercaya temannya sebagai ketua kelas.

Alhamdulillah, selama belajar dengan saya, ia tidak pernah berbuat yang aneh. Tingkat kenakalannya seperti baju yang dikeluarkan atau terlambat hadir di kelas, masih bisa saya tolerir.

Beberapa kali saya mendapat laporan dari guru-guru lainnya, yang mengatakan ia termasuk anak yang nakal. Entahlah, dengan saya dan menurut saya, kenakalannya masih wajar.

Lanjut…. (Klik di sini)

==================

Jazaul Khoeroh

Namanya Jazaul Khoeroh. Biasa dipanggil Jazaul. Saat ini masih kelas IX di SMP 2 Talun, tempat saya menjadi guru.

Di SMP 2 Talun tidak ada yang menyangkal kalau dia anak yang pintar. Sejak kelas VII prestasi akademisnya menonjol. Selain juara 1 di kelas, dia juga beberapa kali menyabet juara umum di sekolah dan menjadi duta sekolah di ajang lomba antarsekolah.

Akan tetapi, pada saat uji coba mata pelajaran UN tingkat kabupaten Pekalongan baru-baru ini, Jazaul tidak lulus. Nilai mata pelajaran IPA-nya 3,75.

Sedih? Jelas, ini tergambar dari raut wajahnya. Namun saya tahu, dia anak yang optimis, rajin, dan mau belajar dari kekurangan masa lalu.

Sorot matanya menyiratkan, betapa hausnya dia dengan ilmu pengetahuan. Kepadanya saya hanya bisa berpesan untuk bangkit, tidak terpuruk dan menangisi hasil ujicoba tersebut serta menjadikan semuanya sebagai lecutan untuk lebih maju dan waspada.

Lanjut…. (Klik di sini)

==================

Jazaul Khoeroh (Bagian ke-2)

Yang pasti ini bukan cerita fiksi yang memiliki bagian-bagian. Ini adalah kelanjutan kisah dari seorang anak didik saya di sebuah SMP daerah pebukitan, tepatnya di SMP Negeri 2 Talun.

Bagi yang belum mengenal lebih jauh tentang anak didik yang saya bicarakan ini, ada baiknya diklik di sini. Bagi yang masih ingat tentang Jazaul, kita lanjutkan saja ceritanya.

Setidaknya lanjutan ini juga terinspirasi dari tulisan rekan saya, Bahtiyar Zulal. Apalagi di akhir pertemuan saya dengan Jazaul, kesan saya terhadap anak didik saya ini begitu kuat.

Saya terakhir bertemu dengannya 20 Juni 2009, yakni saat pengumuman kelulusan. Bila pada cerita sebelumnya saya bercerita tentang ketidaklulusannya saat try out, maka lain halnya pada saat pengumuman kelulusan. Jazaul benar-benar menunjukkan jati dirinya sebagai anak yang cerdas. Ia memperoleh nilai tertinggi dan lulusan terbaik. Nilai mata pelajarannya mendekati sempurna.

Lanjut…. (Klik di sini)

==================

Poligami

Enak nggak sih berpoligami itu? Ssst, membacanya jangan keras-keras. Bisa-bisa ketahuan nanti oleh pasangan hidup Bapak/Ibu. Tapi bagi yang sudah berpoligami boleh deh mesem-mesem.

Seperti saya, tahun ini rencananya akan berpoligami. Bila selama ini rumahnya hanya satu, setelah ini ada rumah istri yang baru. Jadi ya punya dua rumah.

Berbicara tentang poligami memang tak ada habis-habisnya. Pro dan kontra selalu menyertai. Namun agaknya, dari pihak ibu-ibu lebih banyak yang menolak mentah-mentah saat suaminya menyatakan keinginannya untuk poligami. Sedangkan dari pihak suami, aha, sepertinya sangat jarang atau mungkin nggak pernah kita dengan ada istri yang minta bersuamikan dua orang. Kalau ada, apa kata dunia.

Untuk bisa berpoligami, saya memang minta restu dulu. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya pun mendapat restu.

Lanjut…. (Klik di sini)

==================

Kidung Bukit Sengare

Betapa lama rasanya kutak menulis tentangmu. Hari-hari yang rasanya berlalu demikian cepat, hingga tidak terasa kebersamaan itu sudah kian mengental. Adakah kisah kebersamaan itu akan menjadi sebuah monumen yang indah?

Bebukitan yang indah, semilir angin kebun teh, dan rinai hujan yang senantiasa menyapa. Rasanya, bila suatu hari kita berpisah, kenangan itu tetap abadi. Kidung Bukit Sengare akan selalu tetap merayu, menyanyikan cinta anak-anak desa yang akrab dan ramah.

Lanjut… (Klik di sini)

==================

Mendung di Bukit Sengare

Rabu, 14 Juli 2010. Agak siang saya baru datang ke sekolah bersama Pak Taufik Ismail. Bukan menyengaja untuk terlambat. Saya harus membawa komputer yang baru dibeli untuk kebutuhan KBM ruang guru.

Membawa peralatan, apalagi peralatan elektronik ke sekolah ini memang harus hati-hati. Selain jarak yang jauh dari Kota Pekalongan (40 km), jalanan ke sekolah ini menanjak dan rusak parah. Lubang besar dimana-mana disertai tonjolan batu-batu yang licin dan berbahaya.

Hari ini Rabu, 14 Juli 2010. Kegiatan Masa Orientasi Pesert Didik Baru (MOPDB) sedang berlangsung. Namun sesaat kemudian saya mendengar, MOPDB mau dipercepat penutupannya. Kepala Sekolah, Pak Fuad Dulkhirom yang sedianya akan menutup kegiatan kabarnya diundang ke Setda pukul 12.00.

Lanjut…. (Klik di sini)

 

3 responses to “Seputarku

  1. HAFRISNALIZA

    11 November 2011 at 14:56

    Tulisannya ok dn sbg seorang guru membuat saya termotifasi. pengen kenalan sm orang awak.

     
  2. freesoftware007

    1 Januari 2012 at 05:59

    kunjungan pagi, selamat tahun baru, makin semangat

     
  3. sandrosirait

    25 Mei 2015 at 23:26

    halo salam kenal,

    blog nya menginspirasi sekali,

    kebetulan Ibu saya seorang guru juga,

    keep writing, keep inspiring

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: