membuka jendela hati yang paling dalam
kusingkap setiap rasa yang mengendap
rasa yang entah apa, bebutir ingin dan angan
mengintai dalam setiap harap dan dekap
jendela itu tetap membuka, meski dingin sangat menusuk
kita telah ditakdirkan bersama, mengurai setiap makna
menguap di setiap renjana masa berpadu dalam hangat rasa
hanya padamu kusandarkan sisa usia
hanya padamu kugapai harap tersisa
menuju-Nya, dalam kembara jauh leburan dosa
di jendela yang masih membuka
tamparan angin-Nya pudarkan jentera warna yang mendera









