RSS

Jelajah Rindu Tanpa Sua

03 Okt

meleburmu dalam catatan perjalanan
kutahu pijarmu memenjara di keliaran malam
saat kita berjanji, saat sua tak ditepati
kuiris jemari dengan sembilu nan pedih

bayangkan dunia tanpa sesiapa
tentu kau hanya memiliki aku
tapi kerjap penjara mata, liar pegangan kelam
kau lukis di diamnya embun
dan semburat mendung

andai saja kau ada di sini
dalam cahaya lilin nan lena
kan kubisikkan lafaz cinta
dalam untai sajak terindah yang pernah tercipta
bukan titipan kata chairil, tidak tardji, ataupun sattah
tapi bisikan pagi saat kita terjaga
di ciuman air ludah basi
yang tetap saja manis
dalam alunan nafas dan dekap

sebelum matahari lepas
sebelum maut menghempas
ucapkan sekali lagi
tentang rindu dan harapmu
di tapal batas: ‘lambai tak sudah’

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Oktober 2010 in Puisi

 

Tag:

2 responses to “Jelajah Rindu Tanpa Sua

  1. joe

    3 Oktober 2010 at 16:02

    Bagaimana koq bisa kaya gitu, pembaca salut, murid, salut, Hanya saja tidak jadi maut.

    Betapa duka bila tak jumpa
    pada …
    sesiapa yang kudamba
    pada …
    yang slalu ingin kusapa
    pada …
    tak sampai asa

    begitulah. namanya kehidupan. kehidupan lalu

     
  2. suhadinet

    11 Oktober 2010 at 08:18

    gak bisa dibayangkan bagaimana rasa menjelajah rindu tanpa sua…..
    Berat, Pak Zul.
    Lama tak berkunjung, semoga selalu dalam kabar yang baik.
    Semoga selalu dalam berkahNya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: