RSS

Menunggu Waktu

27 Feb

menunggu waktu
dalam kerjap musim
burung-burung telah lama berlalu
di antara ranting dan dinding yang dingin

di pekalongan
separuh usia memahat waktu
dalam desir hari yang pergi
ada gerimis di daun-daun luruh
berkabar sepi kota yang mati

tuhan, ada dimanakah bahagia?

menunggu waktu
dalam kerjap musim
desir hari lelah berlalu
di gerbang kematian yang diimpikan

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Februari 2010 in Puisi

 

5 responses to “Menunggu Waktu

  1. M Mursyid PW

    27 Februari 2010 at 20:49

    Bahagia ada di sini (di hati), Pak.
    Nampaknya kebahagiaan sedang tertutup kabut.
    Semoga kabut segera luruh berganti cahaya mentari pagi.

     
  2. kaorilove

    14 Maret 2010 at 06:24

    Dapatkan gratis doLLar dari SkyCPM

    Waktu memang paling jitu untuk menyelesaikan waktu yang sulit. . .terselesaikan. . . . . .

     
  3. alrisblog

    30 Maret 2010 at 17:22

    Agiah taruih..
    atau rabab nan manyampaikan.ūüôā

     
  4. elizabeth

    26 September 2010 at 20:58

    Keren

    eh minta tolong dong bikini puisi yang judulnya ” Hati yang kau lukai ”

    thengs ya
    Plizz di bantu

     
  5. elizabeth

    26 September 2010 at 21:01

    keren

    bikinin aku puisi yang judulnya ” hati yang kau lukai ” dongs

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: