RSS

PADANG KOTAKU

03 Okt

rinai menggigilkan keluh, duhai kotaku
saat tangis pecah usai gelegar gempa
terpaku aku di layar kaca
padang kotaku, luluh dalam tangis dan air mata

masih terkenang masa-masa indah itu
menikmati sunset di damar plasa
meresapi udara taman budaya
mencicipi kripik balado di kampung cina
naik turun bus kota yang lelah pulang kuliah

padang kotaku
hari ini jelitamu
hari ini indahmu
berganti tangis lirih saluang dan bansi
dimana kudapat indahnya masa lalu
saat alammu murka dalam badai gempa?

padang kotaku
kurindu paras cantikmu

Iklan
 
21 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Oktober 2009 in Puisi

 

21 responses to “PADANG KOTAKU

  1. sawali tuhusetya

    3 Oktober 2009 at 02:39

    ikut berduka dan berempati atas musibah bencana yang terjadi di padang, pak zul. semoga segera cepat teratasi. kabar keluarga pak zul di padang gimana, pak? semoga tak terjadi apa2.

    Alhamdulillah, setelah dua hari was-was menunggu kabar, akhirnya sinyal simpati bisa kembali menembus kepekatan suasana Pak Sawali, dan keluarga dalam keadaan sehat walafiat.

     
  2. Dangstars

    3 Oktober 2009 at 06:12

    Ya ,,
    Semoga tabah menghadapi semua ini..
    Ya uda saya pernah di Padang di Lubuk Buaya,gimana yah disana…?

    lubuk buaya? agaknya termasuk daerah yang parah. entahlah, sampai sejauh mana keadaannya.

     
  3. Wempi

    4 Oktober 2009 at 00:13

    Semoga cepat tertanggulangi…

     
  4. sawali tuhusetya

    4 Oktober 2009 at 02:06

    syukurlah, pak zul, tak terjadi apa2 dengan keluarga di padang, sempat ikut khawatir juga.

     
  5. edratna

    4 Oktober 2009 at 08:05

    Ikut sedih pak..semoga teman-teman yang menjadi korban segera mendapatkan penanganan yang sempurna dan yang meninggal dilapangkan jalannya oleh Allah swt. Amien.

    Teman2 saya, mantan anak buah saya, semuanya selamat, hanya gedung kantor dan rumah retak-retak….lokainya di jalan ke arah Univ Andalas.

     
  6. adi dzikrullah

    4 Oktober 2009 at 16:07

    ya semua akan kembali pada-Nya

     
  7. vizon

    5 Oktober 2009 at 12:36

    Da Zul… saya percaya, Sumbar akan segera bangkit.. Insya Allah..

     
  8. meiy

    5 Oktober 2009 at 15:24

    kampung tercinta insya Allah segera pulih, bangkit atas cinta anak negeri dan sdr sebangsa yg peduli

     
  9. Deni

    5 Oktober 2009 at 16:48

    Ikut berduka yang sedalam-dalamnya.

     
  10. putirenobaiak

    5 Oktober 2009 at 16:57

    syukurlah kel pak zul selamat…Lubuk Buaya lai indak separah pasar raya pak zul ,kata abang, suamiku ke sana…

     
  11. sastrabocah

    6 Oktober 2009 at 01:21

    Turut berduka atas musibah yang terjadi di Kota Anda, Pak Zul. Semoga yang ditinggalkan menghadap Illahi akan senantiasa bertabah hati….

     
  12. cinker

    6 Oktober 2009 at 05:19

    padang udah mulai membaik kok da…..pariamannya yang blom

     
  13. ikkyu_san

    6 Oktober 2009 at 16:53

    Ya Pak, saya pernah pergi ke Padang 20 -an th lalu. Bersih, Indah….dan saat itu saya berkata, suatu kali saya akan pergi ke sana kembali. Sebetulnya kota manapun akan tetap “hanya” kota, jika tanpa sanak-saudara, sahabat dan kenangan. Mereka itulah yang menjadi “jiwa” dari suatu kota.

    Senang mendengar keluarga bapak di sana selamat. Dan saya memang amat sangat mengerti bahwa raga kita ingin mengikuti batin kita bersama-sama dengan saudara yang di sana. Semoga bapak dapat kesempatan secepatnya melihat keadaan di sana. Sekarang….hanya bisa menyerahkan semuanya pada Allah, dan teman-teman yang sedang berada di sana. Sabar ya pak.

    Maaf kepanjangan komentarnya.

    EM

     
  14. racheedus

    7 Oktober 2009 at 08:23

    Sungguh, ada yang terasa remuk redam dalam hati saat musibah itu tiba. Semoga musibah ini bisa dimaknai sebagai wujud Cinta Sang Pencipta.

     
  15. marshmallow

    9 Oktober 2009 at 20:11

    uda zul, bersyukur karena sanak keluarga masih dilindungi allah. mudah-mudahan kita dapat mengambil iktibar dari kejadian ini, dan insya allah kita semua diberi ketabahan.

     
  16. liza

    11 Oktober 2009 at 15:12

    semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan bagi korban… amiin

     
  17. mel

    12 Oktober 2009 at 11:01

    buat UNi , yang tabah yah,,,kami disini mendoakan,,,

     
  18. alpicola

    12 Oktober 2009 at 11:02

    Allah tak akan mencoba umatNya melebihi kemampuannya UNi,..tenang aja

     
  19. gaelby salahuddin

    14 Oktober 2009 at 08:46

    Semoga ujian ini semakin membuat kita tabah dan tawakkal. Amiin…
    Recovery dalam segala aspek sangat perlu. Termasuk muhasabah, tadabur, muamallah dan segala aktifitas yg berhubungan dg Ridho dan berkah Allah SWT.

    Dzadjakallah khairan, slam kenal n peace….

     
  20. Siti Fatimah Ahmad

    15 Oktober 2009 at 18:48

    Assalaamu’alaikum

    Membaca puisi di atas sungguh meruntun hati. banyakkan sabar sahabat dan takziah ke atas keluarga yang mendapat ujian Allah itu. Saya ikut berduka dengan apa yang menimpa saudara taulan di sana. Mudahan kita sentiasa mendoakan kesejahteraan buat yang telah pergi dan membantu kepada yang tinggal untuk meringankan beban mereka. Salam takzim hendaknya.

     
  21. imoe

    21 Oktober 2009 at 15:42

    semoga kita cepat pulih pak….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: