RSS

Langkah Agupena Jateng Berikutnya: Lomba Blog untuk Guru

11 Jul

Sore 9 Juli 2009 saya tiba-tiba ditelepon oleh seseorang. Beliau mengaku Pak Nurkhadi, guru sebuah SD di Kabupaten Pekalongan. Pak Nurkhadi sangat antusias dengan keberadaan Agupena Jateng yang sukses menyelenggarakan seminar nasional dan lomba menulis artikel. “Sayangnya saya tidak bisa ikut, karena ada keperluan lain yang mendesak. Padahal sebelumnya saya sudah merencanakan akan ikut,” jelas Pak Nurkhadi.

Selanjutnya Beliau menanyakan agenda Agupena Jateng berikutnya. Oleh karena saya tidak ingat secara persis, saya sebutkan saja secara global (untuk lebih jelas tentang program Agupena Jateng, saya pernah menulis di blog ini). Lebih jauh Pak Nurkhadi menanyakan tentang kegiatan di Kabupaten Pekalongan dan sayapun mencoba menjelaskannya. Terakhir, saya pesan agar menghubungi Pak Sardono Syarief yang menjadi Ketua Agupena Kabupaten Pekalongan.

Pembaca, berikut ini saya muat secara utuh tulisan Ketua Umum Agupena Jawa Tengah, Pak Deni Kurniawan, yang dimuat di FB sebagai oleh-oleh dan rencana akan adanya lomba blog bagi guru yang direncanakan tahun 2009 ini. Lebih jauh berikut kopi pastenya:

MENGISI LIBURAN DENGAN AUDIENSI
Oleh Deni Kurniawan, S.Pd.

“ Pak, liburan kemana aja, “ tanya Ardi Rizki Yanto, salah seorang siswa saya lewat facebook. Saya menjawabnya dengan enteng, ” Wah, Ar, akhir tahun semester ini bapak ndak liburan ke mana-mana,” Persoalannya bukan tidak ingin liburan namun rupanya situasi belum mengijinkan.

Ada beberapa agenda yang ternyata harus saya lakukan di musim libur tahun ini. Selain ikut menjadi Panitia Penerimaan Peserta Didik (PPDB) di sekolah, Agupena, salah satu organisasi di mana saat ini saya mencurahkan segala pikiran dan energi memiliki gawe yang cukup penting untuk eksistensi organisasi kini dan yang akan datang. Audiensi dengan Dinas Provinsi Jawa Tengah telah dilaksanakan dengan baik saat sebagian orang asyik menikmati liburan.

Dan, rencana mau liburan di akhir ternyata juga tidak terlaksana karena pada tanggal 24 Juni 2009 mendapat kiriman SMS (short message service) dari Ketua Umum Agupena Pusat untuk mengikuti Audiensi Agupena dengan Sesditjen PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependikan). Audiensi yang terkandung maksud melakukan silaturahmi itu sekaligus ingin menyampaikan informasi kegiatan Agupena selama ini kepada PMPTK. Seperti yang telah diketahui bahwa Agupena, muncul pertama kali digagas oleh orang nomor satu di PMPTK saat itu (baca: Dr. Fasli Jalal, Ph.D) tahun 2006. Sehingga ada semacam ikatan batin yang kuat antara Agupena dengan PMPTK.

Alhamdulillah, saya bersama Pak Sawali dapat memenuhi undangan Ketua Umum Agupena Pusat tersebut. Akhirnya, Kamis, 9 Juli 2009 pukul 07.45 saya telah berada di kantin Depdiknas menanti acara yang diagendakan pukul 10.00 itu. Sambil menunggu saya memesan teh hangat sambil membaca koran mencari berita siapa presiden terpilih. Sekira 20 menit kemudian datanglah Mr. Sawali menghampiri saya yang sebelumnya menanyakan via sms posisi saya di mana. Ngobrol ngaler-ngidul pun tak terhindarkan mulai membahas agenda audiensi, rencana program Lomba Blog Guru Nasional sampai sampai hiruk pikuk persoalan pendidikan di tanah air.

Setelah 30 menit berdiskusi itu, Pak Achjar (Ketua Umum Agupena) menyampaikan via ponsel bahwa rombongan dari Agupena Pusat telah berada di basement dan akan meluncur ke lantai 16 gedung D, di mana Sesditjen PMPTK berada. Akhirnya kami bertemu di ruang masuk lift dan bersama-sama naik lift sambil bercanda. Tiba di lantai 16 gedung D, ternyata rombongan dari Jatim telah menunggu dan jadilah pertemuan itu sebagai ajang silaturahmi. Selanjutnya kami dipersilakn masuk di ruang tunggu dan rupanya Ketua Agupena Jabar masih dalam perjalanan karena terjebak macet.

Setelah menunggu sekira 15 menit sambil mendengarkan arahan Ketua Umum Pusat, tepat pukul 09.00 s.d. 10.00 WIB kami bertemu dengan Sesditjen PMPTK, Bapak Ir. Giri Suryatmana, di ruang kerjanya. Oh, rupanya Pak Giri ini sosok yang ramah, tangkas dan kepenak untuk diskusi.
Ketua rombongan, Mr. Acjar Chalil menyampaikan bahwa Agupena sebagai organissai profesi dalam ikut memajukan pendidikan dan meningkatkan profesionalisme guru di bidang kepenulisan lebih banyak dengan aksi ketimbang sekedar orasi. Statement beliau ini ternyata mendapat tanggapan positip dari Sesditjen PMPTK tersebut.
“Kami dari PMPTK menyambut gembira keberadaan Agupena. Kami juga sudah memprogramkan berbagai pelatihan pemanfaatan ICT untuk kepentingan pembelajaran kepada para guru di seluruh tanah air. Kaitannya dengan dunia kepenulisan, memang sudah saatnya para guru memanfaatkan internet sebagai media untuk berekspresi. Agupena provinsi hendaknya bisa bekerja sama dengan LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) yang ada di daerah untuk melaksanakan program-programnya,” kata Pak beliau dengan lugas.

Merespon pernyataan Sesditjen, Ketua Umum Pusat mengemukakan bahwa Agupena jateng akan mengadakan program unggulan Tahun 2009 untuk mengenalkanguru pada dunia kepenulisan melalui blog/web. Selanjutnya, saya dan Pak Sawali diminta mempresentasikan rencana program itu. Berdasarkan proposal yang telah disusun, Lomba Blog Guru dan Temu Bloger Guru se-Indonesia Tahun 2009) diperuntukkan bagi seganap guru di seluruh tanah air untuk memacu kreatifitas dan unjuk kemampuan dalam pengelolaan blog selama ini yang notabene akan meningkatkan kemampuan menulis. Lomba ini dirangkai dengan Temu Bloger Guru Nasional dengan tujuan ikut memperingati Hari Guru Nasional 2009. Muaranya dapat meningkatkan profesionalisme guru akan pentingnya pemanfaatan blog sebagai media dan sumber belajar yang menarik dan menyenangkan.

Rupanya presentasi saya dan Pak Sawali disambut antusias oleh Pak Sesditjen dengan menyatakan, “ Sungguh, ini program yang bagus dan PMPTK sangat mendukung. Karena ke depan, para guru harus mengakrabi internet dan blog sebagai media pembelajaran sehingga paradigma guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar, bahkan tak jarang bersikap seperti diktator (jual diktat, beli motor),” ungkapnya. Beliau mengharapkan Agupena dapat ikut mengubah pola pikir yang selama ini menghinggapi para guru bahwa ketika belajar gurulah yang berkuasa dan penentu. Menurut beliau harus dicipatakan suasana pemebalajarn yang memberdayakan siswa dengan seluruh potensinya. Masih menurut beliau, setiap siswa itu unik sehingga perlu difasilitasi agar potensinya dapat berkembang secara maksimal.

Diskusi dan perbincangan rupanya harus segera diakhiri karena Pak Giri sudah ada agenda lain yang menantinya. Yang menarik sampai menjelang berakhirnya audiensi, Ketua Agupena Jabar masih belu m muncul dan baru kelihatan batang hidungnya ketika kami dan Pak Giri berphoto bersama.
Kejadian menarik berikutnya ketika selesau audiensi dan kami melanjutkan konsolidasi membahas organissai Agupena, tiba-tiba Bang Achjar berbicara, “Bolehkah Ketua Umum Agupena Pusat memberikan instruksi kepada Agupena Provinsi?” tanyanya. Kami menjawab serempat boleh-boleh saja, termasuk saya dengan enteng.
“Baik! Kami menginstruksikan, untuk pelaksanaan Rakernas 2009, Agupena Jawa Tengah yang menjadi panitia dan tuan rumah!” lanjut lelaki paruh baya itu sambil menyerahkan berbagai draf kepada saya. Sejenak saya tertegun, kok kenapa harus Jateng, tidak DKI, Jabar, Jatim, DIY atau yang lainnya. Namun, karena saya harus loyal kepada pimpinan organisasi maka saya katakan, “ Siap kerjakan, Lajutkan” dan hadirin pun tertawa dengan ciri khasnya masing-masning.
Rupanya acara belum berhenti dan dilanjutkan dengan omong-omong tentang organisasi selama ini dan prosfeknya di masa yang akan datang. Akhirnya kami berpindah tempat ke ruang rapat Dirjen karena kebetulan tiga orang pengurus pusat dari unsur pembina hadir yaitu Bapak Sholeh Dhimyati (Ketua Dewan Pembina), Ridwan Mias (Anggota Dewan Pembina) dan Ibu Iim Halimah (Bendahara Umum).

Tak dinyana Rakor itu membahas hal-hal yang sensitif di tubuh organisasi terutama kepemimpinan Pimpinan Pusat dibawah Bapak Achjar Chalil. Kami dari pengurus wilayah mengikuti secara cermat sekaligus mengetahui bahwa Agupena memang ingin menjadi organisasi yang profesional, egaliter, demokratis dan terus membangun semangat kebersamaan. Saya sempat mengusulkan agar the rule of game dari Agupena semakin disempurnakan agar menjadi pegangan yang kuat di tingkat pusat, wilayah maupun daerah. Usul saya direspon dan akan dibahas secara tuntas dalam Rakernas yang diagendakan bulan Desember di Semarang. Acara Rakor berlangsung dengan lancar, penuh canda tawa dan kadang saling memberikan masukan atau kritikan satu sama lain.

Akhirnya acara yang dinantikan tiba, makan siang bersama. Pak Achjar mengajak kami makan siang di kantin Depdiknas dan acara makan pun berjalan dengan penuh keakraban dan semakin memperat hubungan antarpengurus satu dengan yang lainnya. Kami bebas memilih menu apa saja, ada sop buntut, sop daging, bakso dan yang lainnya sesuai selera nusantara. Dalam batin saya, oh ini mungkin liburan saya tahun ini, makan bersama dengan pengurus Agupena yang latarbelakangnya berbeda-beda. Pak Achjar dari Aceh, Pak Ridwan Mias dari Bengkulu, Bu Chusnul dari Jatim dan yang lain dari Jawa. Liburan tidak harus dimaknai dengan pergi ke pantai, pegunungan atau tempat rekreasi ansich, tapi juga kegiatan yang dapat membuat kita bahagia, fresh dan segar. Makan bareng di kantin Depdiknas itu saya rasakan sebagai suasana yang menyenangkan.

Selepas makan siang dilanjutkan shalat dzuhur berjamaah di Masjid Depdiknas dan rencana melanjutkan perjalanan ke kantor SEAMOLEC (Southeast Asian Ministers of Education Regional Open Learning Centre) yang berada di Kompleks Universitas Terbuka dengan membutuhkan waktu untuk perjalanan selama 2 jam.

Tiba, di kantor SEAMOLEC itu kami disambut oleh Bapak Ith Vuthy, M.Sc., M.A. seorang direktur progaram yang berasal dari Vietnam dan menarinya beliau lancar banget menggunakan bahasa Indonesia. Setelah Pak Ith mengucapkan selamat datang dan memberikan sambutana, kami disuguhi informasi tentang seputar SEAMOLEC oleh Bapak Timbul Pardede. Menurutnya, di bawah kepemimpinan DR. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, SEAMOLEC yang dibentuk berdasarkan kerja sama 11 Menteri Pendidikan Asia Tenggara (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailan, Timor-Leste, dan Vietnam) ini berupaya untuk memajukan kerjasama di pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Asia Tenggara.
Masih menurut Pak Timbul yang berasal dari Batak, sudah banyak program yang dilakukan SEAMOLEC selama ini. Visi yang diemban yaitu menjadi pusat keahlian secara terbuka dan belajar jarak jauh yang mengemban misi untuk melayani satu juta orang klien menjelang 2010 dalam upaya membantu negara-negara anggota untuk mengidentifikasi masalah kependidikan dan menemukan alternatif pemecahannya. Salah satu di antaranya adalah mendekatkan guru di berbagai jenjang dan tingkat pendidikan terhadap multi-media pembelajaran berbasis ICT.
Saat tanya jawab, saya langsung menyampaikan rencana Lomba Blog Guru dan Temu Bloger se-Indonesia Tahun 2009 dan sekaligus memohon untuk kerja sama secara sinergis dengan SEAMOLEC dalam kegiatan itu, terutama berkaitan dengan pengadaan media ICT (laptop) sebagai hadiah lomba.
“Kemungkinan itu sangat terbuka,” jawab Pak Timbul Pardede. “Tapi, mengapa lomba blognya tidak diperluas dalam lingkup yang lebih luas hingga negara-negara anggota SEAMOLEC bisa mengikutinya?” lanjut Pak Pardede bertanya.
“Iya, ini tantangan bagi Agupena! Mengapa tidak?” sahut Pak Achjar Chalil.
Hmm … menarik juga tantangan ini. “Namun, karena lomba blog untuk guru tingkat nasional itu sudah diprogramkan, ada baiknya buat proposal baru untuk agenda berikutnya dengan event yang lebih luas,” sela Pak Vuthy. “Berikan saja proposalnya untuk kami tindaklanjuti,” lanjutnya. Sementara itu, Agupena Jawa Barat dan Jawa Timur berupaya menjalin kerja sama dengan SEAMOLEC di bidang pendidikan dan pelatihan (Diklat) pemanfaatan media ICT untuk para guru di wilayahnya masing-masing.

Kesimpulan saya, akhir tahun ini nggak mengapa, saya tidak bisa menikmati liburan seperti tahun tahun sebelunya, namun banyak hikmah dan manfaat yang dapat dipetik untuk kelangsungan organissai Agupena di masa mendatang. Seperti pepatah bilang, “ Kepentingan umum harus didahulukan ketimbang kepentingan pribadi”. Saya yang ketiban sampur dan “dipaksa” menjadi Ketua Agupena Jateng memang harus siap dengan segala konsekuensi itu demi eksisnya organisasi ini.

Semoga harapan semua pihak bahwa Agupena Jateng dapat menjadi wadah yang bermakna dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan serta peningkatan profesionalisme guru dapat terwujud ketika motto membangun semangat berbagi telah mulai dirasakan. Dukungan dari berbagai pihak pun selama ini alhamdulillah terus mengalir.

Terima kasih Sesditjen PMPTK, Direktur Seamolec, LPMP Jateng, Dinas Pendikan Provinsi Jateng, Pimpinan Suara Merdeka, Penerbit Asta Aji Pustaka, para Kadinas Kabupaten/Kota dan seluruh pengurus Agupena baik pusat, wilayah maupun daerah atas jalinan kerjasama dan upaya membangun semangat berbaginya

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Juli 2009 in Esai, Lain-lain

 

19 responses to “Langkah Agupena Jateng Berikutnya: Lomba Blog untuk Guru

  1. Sawali Tuhusetya

    11 Juli 2009 at 01:17

    sebagai penegkap, baca juga tulisan yang dimuat di web agupenajateng,net, pak.insyaallah berkat kerja kolegial dan kolektif kita, agupena jateng akan terus berupaya utk bersama-sama rekan2 sejawat utk menulsi, menulis, dan menulis, hehe ….

     
  2. David

    11 Juli 2009 at 12:43

    Wah semangat terus nih guruku untuk menulisnya

     
  3. ifoel

    11 Juli 2009 at 18:02

    wah.. lomba bagus nih.. moga sukses ya..??

     
  4. visit gorontalo

    11 Juli 2009 at 18:04

    nice program buat guru2 se – indonesia khususnya Jateng..

     
  5. Rivanlee

    12 Juli 2009 at 00:18

    oh ibu . guru toh ? hihihihi

     
  6. dianacakes

    12 Juli 2009 at 22:46

    wah bagus ni..biar secara tdk langsng memicu kreatifitas ya…!! Ayo ‘SEMANGAT’….!!
    Salam kenal dariQ….!!
    bila ada wkt berkunjung ya ke blogQ…!!
    http://www.dianacakes.wordpress.com

     
  7. Ikkyu_san

    13 Juli 2009 at 11:19

    hebat! salut dengan kegiatan agupena.

    EM

     
  8. Stop Dreaming Start Action

    15 Juli 2009 at 12:43

    Semoga semuanya berjalan lancar

     
  9. marshmallow

    19 Juli 2009 at 15:35

    saya sudah membaca juga ulasan perjalanan ini versi pak satu, pak sawali tuhusetya. hehe…

    agupena agaknya serius sekali dalam menyemangati guru-guru untuk menulis. saya salut dengan adanya pemikiran untuk merangsang aktivitas menulis melalui kompetisi. lebih jauh lagi, kompetisi di antara negara-negara asean.

    mudah-mudahan niat baik ini didukung oleh kerja yang baik pula oleh semua pihak, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

     
  10. Irwan Setiawan

    22 Juli 2009 at 11:36

    dimana saya bisa mendapat contact untuk lomba blog buat guru-giuru????

    saya sanyagt tertarik..
    hub. saya
    0813 546 344 84

     
  11. Belajar SEO Para Pemula

    23 Juli 2009 at 05:22

    wah…lomba yang bagus nih kayaknya…🙂

     
  12. Stop Dreaming Start Action

    25 Juli 2009 at 16:39

    semoga berhasil

     
  13. racheedus

    2 Agustus 2009 at 22:05

    Maju terus Agupena! Semoga sukses.

     
  14. visit gorontalo

    3 Agustus 2009 at 17:10

    berknjung…. met sore

     
  15. Ifoel

    3 Agustus 2009 at 17:14

    ada hadiah dariku nih bang…
    di ambil ya..?

     
  16. Siti Fatimah Ahmad

    3 Agustus 2009 at 18:24

    Semoga berjaya bagi semua guru di Indonesia. salam buat saudara Zulmasri, maaf sudah lama tidak berkunjung. Salam mesra selalu dari Malaysia.

     
  17. zoel

    7 Agustus 2009 at 18:48

    Semangat terus pak.. semoga agupena jateng makin sukses

     
  18. Sri Purnamawati

    5 Mei 2010 at 13:01

    Agupena didirikan pada 2006, pada momen workshop pemenang sayembara Pusbuk 2006, di Hotel Oasis Amir, Jakarta. Saya hadir dan ikut menandatangani berita acara pendirian organisasi ini.
    namun, saya baru tahu agupena Jateng telah terbentuk. Selama ini saya aktif bergabung dengan agupena Jawa Timur. bahkan, bersama dengan para alumni sayembara Pusbuk dari Jawa Timur, kami menjalin kerjasama dengan penerbit. kami telah menerbitkan sejumlah buku, serta berperan dalam proyek DAK dan ebook.
    Saya juga tidak melihat teman-teman alumni pusbuk seangkatan saya (yang ikut mendirikan agupena pusat) duduk sebagai pengurus di Agupena Jateng ini. Padahal, jam terbang mereka sebagai guru dan penulis luar biasa lho.
    Jika ada kegiatan-kegiatan di Agupena Jateng, bolehlah kiranya saya dikabari. Makasih. Pur, Blora.

     
  19. kodir

    20 September 2010 at 10:41

    info bagus…bagaimana cara ikut lomba blog buat guru….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: