RSS

PRITA

05 Jun

ingin kuungkai kata di kertas beraroma mawar
di antara fajar yang berpijar
ingin kusapa pagi dengan harapan
tatkala mentari menatap enggan

surat yang kau tulis
menggetarkan darah
mendeburkan air mata
lewat haru yang mendera

dan bila esok mentari masih berpijar
kuingin kabarkan pada dunia
tentang kesewenangan
tentang ketidakadilan
tentang kata yang dibungkam
masihkah kita temukan nurani lugu
berlagu dengan harapan-harapan?

kata orang, ini negeri hukum
kata orang, ini negeri penuh peradaban
tapi dalam kenyataan, adakah harapan
tinggal jadi kidung kenangan?

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Juni 2009 in Puisi

 

19 responses to “PRITA

  1. Visit Gorontalo

    5 Juni 2009 at 19:06

    Trenyuh banget puisimu bang…
    kasihan ya…
    hukum apa sebenarnya yang terjadi di negeri ini…

     
  2. Jaya

    5 Juni 2009 at 21:47

    bagus banget puisinya
    sindiran buat kekuasaan yang tidak memihak orang lemah

     
  3. mascayo

    6 Juni 2009 at 06:32

    dan hukum pun menjajah kita di negeri sendiri
    mengharukan yaa

     
  4. vizon

    6 Juni 2009 at 08:29

    Prita telah menjadi martir…
    Mata kita telah dibukakan olehnya
    Akan kesewenangan
    Dan kehati-hatian…

     
  5. hendy hendarto

    6 Juni 2009 at 10:52

    memang kita hidup di negara yang aneh… mentang-mentang mo pemilu smua kasus yang berdampak sosial jadi diubrek-ubrek…. padahal Prita bukan satu-satunya korban ketidak adilan di negri ini……

     
  6. Siti Fatimah Ahmad

    6 Juni 2009 at 18:30

    Luahan puitis yang mengharukan. Semoga keadilan yang ingin digapai akan mencapai matlamat kebaikan suatu hari nanti.

     
  7. Sawali Tuhusetya

    6 Juni 2009 at 19:48

    kita dukung terus perjuangan bu prita dalam mendapatkan keadilan, pak zul. berkat dukungan masif dari para netter, para penegak hukum mulai mendekati kasus bu prita dg hati.

     
  8. masDan

    6 Juni 2009 at 22:11

    Banyak cara untuk Mendukung Bu Guru Prita ..

    Great ..

    salam kenal ..

     
  9. edratna

    7 Juni 2009 at 09:07

    Semoga hukum ditegakkan secara benar

     
  10. marshmalow

    7 Juni 2009 at 16:00

    setuju dengan komentar pak sawali.
    dukungan para netter, walaupun hanya bersifat moril dan doa mudah-mudahan mampu membawa keadilan dalam kasus ini. dan sejatinya kasus ini dilihat secara komprehensif, bukan sekadar delik pencemaran nama baik tanpa latar belakang (yang mirisnya justru merugikan pihak digugat). amin.

     
  11. imoe

    7 Juni 2009 at 17:54

    semoga kasus bu prita membuat mata kita terbuka, bahwa UU ITE tidak becus…

     
  12. reallylife

    7 Juni 2009 at 22:19

    dan aku yakin, bunda Prita pasti bebas pak

     
  13. bahtiyarzulal

    9 Juni 2009 at 11:08

    Pak Zul..!, mau curhat nich… gue dah nulis dapet dua halaman and belum disimpan… Eeee… listriknya tiba-tiba mak pettt…!!! Bisa gak ya nuntut yang bikin listrik mati ? “Jangan-jaangan nasibnya bisa seperti Ibu Prita ..?

     
  14. putirenobaiak

    9 Juni 2009 at 12:05

    ini negeri tukang sulap pak zulūüôā
    puisinyo boneh bana pak…
    geram bgt dg kasus prita, sudah final belum yah putusannya, berharap keadilan tegak.

     
  15. Ersis Warmansyah Abbas

    9 Juni 2009 at 22:03

    Aku suka … surat yang kau tulis
    menggetarkan darah

     
  16. Deni

    13 Juni 2009 at 21:36

    saya juga suka, membuatku semakin “bersemangat” untuk hidup di Indonesia…

     
  17. bahtiyarzulal

    13 Juni 2009 at 22:35

    Kasus Ibi Prita Mulyasari ini mungkin hanya sebagaian kecil dari sekian banyak kasus yang sejenis yang mungkin belum atau tidak pernah terungkap, dan itulah cerminan aplikasi Hukum di Negara kita, Jika yang ‘kesandung’ orang kecil..! mereka akan teriak-teriak …Hukum harus ditegakkan..!!!, Sebaliknya jika orang gedean semacem koruptor…yang ngembat duit rakyat treliyunan rupiah itu prosesnya..? setahun saja belum tentu kelar… kalau toh kelar ujung-ujungny paling yaaa…”BEBAS” tidak ada cukup bukti lah…tidak ada ijin presiden lah… sakitlah..! dan lah-lah yang lain ahirnya pak jaksa lelah sendiri..! caapek deh..!
    Makanya jangan mau jadi orang kecil…he..he…he….!

     
  18. balisugar

    13 Juni 2009 at 23:30

    Bu Prita pasti bebas, hm…seperti harapan kita semua, dan Rumah sakit yang tidak bijak mungkin akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat.

     
  19. sukemi

    18 Juni 2009 at 11:57

    bu prita sabar kebenaran pasti akan menyertai orang yang benar

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: