RSS

Puisi Saat SMA

20 Mei

Puisi ini saya tulis saat masih duduk di bangku SMA Sungai Limau. Sebuah SMA yang terletak di pinggir laut di Kabupaten Padang Pariaman. Saat istirahat bersama teman-teman penulis lebih sering memanfaatkannya duduk di bawah pohon pantai, menikmati angin, ombak, dan nelayan.

Puisi lama yang sempat terdokumentasi, tahun 1989 saat saya kelas 2 SMA, sekitar 20 tahun yang lalu. Kini semua tinggal sebagai sebuah kenangan yang mengesankan. Bagaimana pembaca, punya kenangan apakah saat masih sekolah dulu?

pantai sungai limau

Balada Sepi Penyair (1)

jalan itu dari kemarin tetap senyap
tak ada suara, tak ada jatuhan ranting
semuanya kosong, angin pergi ke benua jauh
sepi menikam dari belakang
tembus melelehkan darah biru yang perih
semua rasanya terhenti dan tak berguna
sia-sia
waktu berjalan begitu lambat
kekhawatiran telah menjalari setiap hasrat
(penyair terpekik kengerian membuncah)

DSC00019

Balada Sepi Penyair (2)

berjalan sendiri di padang tandus
tanah yang resah dan membara merah
udara yang senyap baunya mengasap
tak ada siapa dan apa
tak satu kata untuk sajak berdua
hanya gurun dari catatan yang rebah
dan jeritan nurani siang yang gerah
(resah mengalir melingkar di genangan syair)

Balada Sepi Penyair (3)

memulai langkah, setapak dengan sebuah jejak
memandang dunia, dunia sepi dan mati
melamun hidup, kehidupan yang diraup
adakah fatamorgana memalingkan nafas baru
atau aroma pagi yang mengekor disenja hari?
semua kabur
mendengkur di bebukitan yang terus mendengkur
(penyair terbungkam seribu kata)

Balada Sepi Penyair (4)

dalam kekentalan darah yang menyimbah
diteguknya setiap tetes yang merembes
tapi kehausan terus mengeringkan kepedihan
tandas semakin perih
penyair adalah pengumpul kata-kata
yang setiap kala berkelana minum darah
denyutnya melewati perangai waktu
melintasi padang sepi, kali-kali mati
kalimat terapi

Sumber gambar: Koleksi pribadi dan dari sini

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2009 in Puisi

 

18 responses to “Puisi Saat SMA

  1. buJaNG

    20 Mei 2009 at 15:01

    Saya lebih maknyuzzz mandah fotonya… untuk puisinya ga bisa kasih koment… ga paham sastra…wkwkwkwk…

     
  2. marshmallow

    20 Mei 2009 at 16:50

    weh! da zul telah menunjukkan ketertarikan dan kebisaan dalam bidang sastra sejak masih remaja. jadi pilihan profesi da zul tak keliru, menjadi guru yang bisa menularkan semangat sastranya kepada generasi bangsa.

    hmm… sajak-sajak bagus itu lahir dari renungan di pantai pariaman yang indah, ya? pernahkah dipublikasikan di media?

     
  3. rizalihadi

    20 Mei 2009 at 19:28

    Kritik yang bagus. Tapi masihkah itu berlaku? lihat saja, kayanya sudah ga sepi lagi.

     
  4. imoe

    21 Mei 2009 at 17:17

    masih ada arsipnya ya pak….mantapppp

     
  5. edratna

    22 Mei 2009 at 11:08

    Ternyata beberapa blogger memang jago buat puisi…hal yang berlawanan denganku.

     
  6. nh18

    22 Mei 2009 at 11:10

    SMA Uda ???
    sudah seperti ini …

    Aaahhh … memang sudah kelihatan bakatnya dari dulu uda Mas Zul ini …

     
  7. Balisugar

    22 Mei 2009 at 11:26

    Aduh bagusnya

     
  8. goenoeng

    22 Mei 2009 at 13:58

    puisi2 dan cerpen2 saya periode esempe dan esema habis di perut rayap. hanya beberapa yang berhasil selamat, itupun separoh2. 😦

    ngomong2, kita sama2 satu angkatan ternyata mas Zul.🙂

     
  9. mascayo

    22 Mei 2009 at 20:21

    wah bang zul,
    tulisan zaman saya sma ngga serapih itu ..
    ini enak dinikmati

     
  10. Ersis Warmansyah Abbas

    22 Mei 2009 at 23:16

    Sesuai masa … tapi dasar bakat kayaknya

     
  11. vizon

    23 Mei 2009 at 08:55

    ondeh… mantap da zul…
    ternyata bakat itu telah terasah sejak awal lagi ya…
    gud!🙂

     
  12. ridu

    23 Mei 2009 at 14:14

    Wah.. ternyata semenjak SMA, pak zul emang suka bikin puisi yaa.. ckckck..

    pantesan saya gak ngerti puisi, dari SMA aja saya gak bisa bikin ahauahua

     
  13. racheedus

    23 Mei 2009 at 23:00

    Sejak SMA sudah bermimpi jadi penyair, ya, Pak? Asyik juga. Sekarang sudah jadi penyair, kan?

     
  14. yanti/ mama Aini

    24 Mei 2009 at 17:43

    Waduh… SMAnya.. nyair ya????

     
  15. reallylife

    25 Mei 2009 at 18:10

    wah puisnya mantap pak
    jadi pengen nulis puisi lagi, dah lama ngga nulis puisi islami

     
  16. Arisal Yanuarafi

    10 Juli 2009 at 20:04

    skrang dimana bang?? satu sekolah kita!!

    tapi aku tamatan 2004 hehe🙂

    bikin blog alumni yuk bang!!

     
  17. sadli

    13 Oktober 2009 at 12:47

    waaah…. da..Zul…., salam knal…, puisinyo..rancak ..bana…. , btw…ambo urg sei. limau juo…, tapi tingga di simp. limun

     
  18. mitHa_Ziilver

    18 Maret 2011 at 11:53

    bAaaagUuuzzzzz

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: