RSS

Ini Kota Milik Siapa untuk Siapa (Di Antara Laju Bus Kota)

14 Mei

ini kota milik siapa untuk siapa
ribuan kendaraan meluncur dalam jutaan pasang mata
ini kota riuh siapa punya
berderap langkah di antara rumah mewah
yang tak habis-habisnya

images2

ini kota milik siapa untuk siapa
bus kota yang berangkat selalu sarat
dan copet ada di mana-mana. orang-orang
berdesakan dan berimpitan. gadis-gadis
berteriak histeris (entah senang, entah kaget
entah ngeri) dalam laju bus kota yang
menyebabkan mereka berimpitan dada dengan
laki-laki yang berdiri di depannya
seorang nenek dan ibu tua menyumpah-nyumpah
seorang bapak-bapak berkopiah
mengucap, “Astaghfirullah!”
dan bus kota pun kian membabi buta
dengan penumpang dan laju yang tak terhingga

images

ini kota milik siapa untuk siapa
di antara deru barisan bus kota
di antara derap langkah mahasiswa di pagi buta
dan di antara tangan-tangan yang berkuasa
yang selalu mengiring ke neraka
yang entah sampai kapan habisnya

 
17 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2009 in Puisi

 

17 responses to “Ini Kota Milik Siapa untuk Siapa (Di Antara Laju Bus Kota)

  1. tari

    14 Mei 2009 at 20:56

    potret negara kita. macet dll kesumpekan gak cuma ada di jkt ato jawa. di mana2, di indonesia. tp gpp, anggep aja seni hidup!

    puisi ini saya tulis saat di padang dulu, saat menjadi mahasiswa. potret bus kota yang senantiasa saya tumpangi dalam kesetiaan sekaligus sering bikin tak nyaman

     
  2. newsoul

    14 Mei 2009 at 23:17

    Kota itu milik bukan siapa-siapa, dan untuk bukan siapa-siapa.

    jangan-jangan kotanya kota bukan-bukan….

     
  3. madagumilang

    15 Mei 2009 at 09:06

    aku kata
    ini puisi milik engkau
    sungguh, tak ada kecewa ketika membaca

    salam kenal

    terima kasih dan salam kenal juga. ok

     
  4. racheedus

    15 Mei 2009 at 11:37

    Jumlah alat transportasi memang tidak sebanding dengan jumlah penduduk dan ketersediaan jalan. Akhirnya, macet dan penumpang berjubel. Ini memang tugas penguasa dan semua stakeholder yang ada.

    terutama di jakarta ya pak. gubernur DKI mesti punya pe er mengenai lalu lintas yang semrawut

     
  5. Siti Fatimah Ahmad

    15 Mei 2009 at 12:36

    Salam kenal kembali. Manusialah yang menghuni mana-mana kota yang ada di muka bumi ini. cuma kita mengharapkan supaya manusia tahu mengatur dan memakmurnya agar wujud keharmonian dan kedamaian.

    harusnya demikian ya Bu. tapi banyak yang tidak sadar akan hal itu.

     
  6. vizon

    15 Mei 2009 at 13:14

    kota itu milik orang lain dan untuk orang lain, kita hanya numpang… hehehe…🙂

    orang lainnya siapa da? jangan-jangan statusnya sama, menumpang juga

     
  7. sawali tuhusetya

    15 Mei 2009 at 17:00

    seharusnya kota juga jadi milik rakyat, pak. tapi seringkali sopir bus yang mengangkut rakyat itu suka sesukanya sendiri. seringkali penumpang dipaksa mengikuti mereka, bukan ditunrunkan di tempat yang seharusnya. bus kota yang aneh! hehe ….

    iya pak sawali, padahal yang berkuasa itu penumpangnya. tapi kenyataannya justru beda. penumpang malah sering dibuat tidak nyaman, termasuk di antaranya diterlantarkan.

     
  8. Ikkyu_san

    16 Mei 2009 at 06:17

    kota itu milik penguasa,
    yang naik mobil mewah kemana-mana
    tanpa pernah merasakan naik bus yang pengap
    dan dengan pongahnya melihat kekacauan kotanya
    tanpa berusaha mengaturnya
    yang penting perut dan rekeningnya kenyang.

    EM

    iya mbak imel. Citra kota yang ada di Indonesia. Di Jepang nggak seperti itu kan ?

     
  9. edratna

    16 Mei 2009 at 08:52

    Yang penting sebetulnya kedisiplinan di jalan. Di beberapa negara lain, di kota besarnya, bis dan subway juga berjubel terutama saat berangkat dan pulang kerja. Copetpun berkeliaran, bedanya mereka disiplin biarpun jalanan macet

    setuju bu enny. tapi di jalanan di kota negeri kita, mana ada yang mau disiplin?

     
  10. suhadinet

    16 Mei 2009 at 15:04

    hmmm….
    saya juga tak terlalu suka dengan suasana kota.

    saya idem pak suhadi

     
  11. nova gunawan

    16 Mei 2009 at 15:11

    himbauan bagi segenap warga Indonesia
    mari kita tertib pajak….
    biar kita bisa bangun jalan, jembatan dan lainnya.
    salam kenal bu….Zul

    iya sih. Tapi saya laki-laki lho. Kok disapa Bu….

     
  12. marshmallow

    16 Mei 2009 at 15:57

    dari banyak sajak da zul yang saya baca, ini adalah satu yang paling saya nikmati. entah kenapa, sajak ini terkesan menyoroti dengan ringan dan sinis namun tak dipungkiri kocak.
    karya ini terasa beda dari sajak-sajak sebelumnya. tanya kenapa…😀

    tanya kenapa? atau: kenapa nanya? Trims ya ni….

     
  13. randualamsyah

    17 Mei 2009 at 10:41

    Halo..ha..ha..ha..
    Bis-bis memang selalu begitu..

    iya, begitu selalu. he he…

     
  14. ifoel

    17 Mei 2009 at 12:36

    potret dan gambaran realita kehidupan masy. bangsa ini lewat puisi.. mantap bang zul…

    Met week end…
    jgn lupa berknjung ke rumahku yang baru ya..??
    klik di sini

    trims pak ifoel. Lha punya rumah baru? Yang lama mau dikemanain?

     
  15. mascayo

    17 Mei 2009 at 12:55

    ini kota milik siapa saja,
    yang tercebur didalamnya dari pagi buta hingga malam tiba.

    wah, saya suka kata-kata mascayo, tercebur di dalamnya dari pagi buta hingga malam tiba. nggak kalah puitisnya

     
  16. Jamal eL Ahdi

    18 Mei 2009 at 08:11

    Jakarta: berangkat habis subuh pulang jam sepuluh ; pengorbanan atas nama kemacetan. aku benar2 merasakan.

     
  17. jiwakelana

    20 Mei 2009 at 08:43

    Kota dgn sjuta wajah, sjuta penderitaan. Keserakahan, kemaksiatan, kesombongan, kejahatan dll. Ku rindu wajah desaku, asri, sejuk, nyaman, ramah dan sjuta keindahan disana.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: