RSS

HIDUP YANG NYAMAN

09 Apr

Tak mudah menjalankan kehidupan ini. Betul, riak dan gelombang demikian banyak menghadang. Riak dan gelombang yang justru menjadi varian dalam hidup.

Menjalani hidup dengan nyaman adalah idaman setiap orang. Namun tingkat kehidupan, terutama hidup di kota besar yang kian sulit mengakibatkan banyak yang potong kompas. Dan bila tidak kuat, stres menggerogoti ruang indah hidupnya secara perlahan.

Adakah selalu rasa nyaman datang menghampiri hidup keseharian Anda? Adakah rasa nyaman mampu melenakan tidur? Ataukah begitu bangun, saat menjalani kehidupan, hingga akan tidur lagi tekanan demi tekanan senantiasa menghimpit dada?
dsc00163

dsc00188
Orang bijak mengatakan, bahwa mereka yang tingkat stresnya tinggi memiliki hidup terbatas. Berbagai penyakit “aneh-aneh” gampang datang. Sementara yang bisa menyamankan hidupnya cenderung berusia lebih lama. (Tentu saja ini diluar kuasa Sang Mahakuasa, tentunya)

Bagaimana dengan pembaca?

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 9 April 2009 in Diari

 

14 responses to “HIDUP YANG NYAMAN

  1. advintro

    9 April 2009 at 15:25

    hehe yang bijak yang benar. Tidak ada hidup nyaman dengan hati yang tak nyaman, setuju?

     
  2. Ersis Warmansyah Abbas

    9 April 2009 at 17:15

    Nyaman adalah suasana batiniah … kalau ingin hidup nyaman ya nyamankan batin … hal di luar batin penebal

     
  3. reallylife

    9 April 2009 at 21:56

    hidup nyaman adalah hidup yang membuat kita bahagia
    bener tidak pak?

     
  4. edratna

    10 April 2009 at 15:51

    Kenyamanan dalam hidup tergantung cara pandang kita sendiri, ada yang hidupnya pas2an tapi terlihat bahagia. Jadi menurutku, kembali pada kita, bagaimana mendorong keluarga kecil kita selalu bersyukur, sehingga apapun yang kita terima akan membuat kita senang. Namun kita juga selalu perlu berusaha untuk meningkatkan kehidupan kita, dengan tanpa lupa pada doa.

     
  5. imoe

    10 April 2009 at 15:51

    nyaman menurut saya, selagi kita mampu menikamti sesuatu pak…kalo masih menikamti, berarti itu nyaman hehehehe ngaco gak ya….

     
  6. mmursyidpw

    10 April 2009 at 17:03

    Konon ada seorang raja yang tentu saja tak kurang suatu apa. Tapi sang raja senantiasa dikungkung penyakit yang tak kunjung sembuh. Akhirnya sang raja mengumpulkan seluruh penasehat dan seorang penasehat tertua mengatakan bahwa untuk bisa sembuh raja harus bisa menemukan orang bahagia dan meminta bajunya untuk dipakainya. Raja kemudian mengutus banyak punggawa kerajaan untuk mencari orang yang bahagia dan berangkatlah sejumlah utusan untuk berburu orang bahagia tersebut untuk diminta bajunya. Setiap orang kaya yang didatangi selalu saja mengatakan bahwa dirinya tidak bahagia, dan ada saja alasannya. Sekian lama utusan raja melakukan tugasnya, belum juga membawa hasil. Setelah hampir putus asa dalam perjalanan ditengah jalan mereka bertemua seorang miskin papa berpakaian compang-camping sedang menggerakkan cangkul bututnya sambil dengan lepas menyanyi dengan suara paraudan sumbang. Si utusan raja bertanya sambil lalu, “Hey orang tua, apa kamu merasa bahagia?”
    “Bahagia? Ya, mungkin saat ini aku orang paling bahagia di dunia. Dan kalian mesti tidak bahagia, ya to? Bahagia itu letaknya di sini” kata si orang tua seraya menepuk-nepuk dadanya yang tinggal kulit keriput dan tulang, “Bukan di sini!” lanjutnya sambil menunjuk kepala.

     
  7. mmursyidpw

    10 April 2009 at 17:03

    Email saya sudah njenengan baca?

     
  8. sawali tuhusetya

    11 April 2009 at 00:22

    iya, hidup memang banyak tantangannya, pak zul. sesungguhnya nyaman atau tidak itu juga tergantung pada pilihan hidup masing2. kalau memang mau nyaman2 saja, hiks, mungkin tiarap saja kalau ada tantangan yang ada, pak, haks.

     
  9. vizon

    11 April 2009 at 09:19

    kesabaran dan keihlasan… itulah yg membuat hidup nyaman menurut saya…

     
  10. Daniel Mahendra

    11 April 2009 at 14:40

    Hidup bukanlah pasar malam…
    Disebut apa hidup yang bermandi kesunyian?
    Aku belum lagi bisa menjawabnya.

     
  11. ubadbmarko

    12 April 2009 at 06:31

    Rumusnya begini : Masa sekolah : tak banyak uang tapi banyak waktu, Masa bekerja : tak banyak uang tak banyak waktu, Masa Tua : banyak uang banyak waktu. Enjoy khan ?

     
  12. marshmallow

    12 April 2009 at 21:28

    perbanyak bersyukur, insya Allah hidup bakal terasa nyaman dan cukup. *sotoy deh ah*

    naga-naganya nih, da zul sedang menikmati kenyamanan hidup bersama keluarga. betul? mudah-mudahan begitu, dan mudah-mudahan pula selamanya begitu.

     
  13. Ikkyu_san

    13 April 2009 at 00:59

    mapan bukan berarti nyaman. tergantung kita bagaimana ingin hidup nyaman. Jika kita mau menurunkan sedikit standar kehidupan, sebtulnya sudah nyaman kok hidup itu.

    saya? saya merasa nyaman meskipun saya hidup masih menyewa rumah, ntah beberapa tahun ke depan.
    tapi saya merasa nyaman mengetahui bahwa saya masih mempunyai orangtua dan saudara yang menunggu di kampung halaman.

    EM

     
  14. racheedus

    13 April 2009 at 15:55

    Kenyamanan hidup memang letaknya di hati.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: