RSS

PECINTA HUJAN

18 Jan

Kalau kau ingin tahu apa yang selalu kudamba dan kunanti, tentu tanpa ragu kujawab, “Hujan.” Hujan dengan keindahan air yang curah senantiasa membawa rasa yang nyaman. Hujan dengan alunan nyanyian di daun-daun menciptakan kesejukan suasana.

“Tapi ingat, hujan juga menumbuhkan rasa was-was, khawatir dan duka,” ungkapmu. “Banjir, tanah longsor, bahkan kadangkala merenggut nyawa.”

“Iya juga. Tapi musibah terjadi karena ulah manusia sendiri,” ungkapku. “Andai saja alam tak digerogoti semena-mena…”
***

Hujan masih curah. Hampir tiap hari saya menembus hujan. Melaju dengan sepeda motor sambil tak lupa mengenakan jas hujan, menempuh jarak sekitar 80 kilometer pulang pergi ke dan dari tempat kerja. Sebagai pecinta hujan, saya menikmati alunan hujan yg curah.

Tapi dua hari lalu, di tengah perjalanan bannya kempes. Ada paku yang nancap. Jalanan sepi, gerimis. Di kiri kanan jalan hanya ada sawah dan semak-semak kecil.

Jadinya nuntun motor, 2 km di jalanan berbukit hingga ketemu bengkel.

Hujan…, ah. Rasanya ingin menari bersama curahnya.

Bagaimana dg pembaca? Suka hujan juga? Atau sebaliknya?

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2009 in Diari

 

Tag:

16 responses to “PECINTA HUJAN

  1. Syams Ideris

    18 Januari 2009 at 20:16

    Yah..saya juga termasuk “pencinta hujan”. Karena panggilan tugas, hujan jadi teman akrab diperjalanan.

    Jauh juga ya, Mas Zul, sampai 80km pulang-pergi. Kalau hujan memang “terpaksa” kita tempuh. Moga tidak jadi halangan dan sakit aja.

    Sedikit tips nih. Kalau saya biasanya sebelum berangkat minum 5 sendok madu. Dijamin nggak bakalan kedinginan. he..he..he..malah badan jadi panas dan ingin melepas baju aja waktu hujan.

     
  2. Daniel Mahendra

    18 Januari 2009 at 20:55

    Apapun kondisinya, aku telah jatuh cinta pada hujan. Tanpa sarat. Tanpa pamrih.

    Apa boleh buat, hujan telah menikamku!

     
  3. anak ilang

    19 Januari 2009 at 10:14

    Waah..aq suka banget sama hujan.

    Wangi tanah yang basah..

    Daun-daun menjadi sejuk..

     
  4. ubadbmarko

    19 Januari 2009 at 11:12

    Semoga saja dengan turunnya hujan menjadikan hujang yang penuh rahmat bukan hujan yang penuh laknat.

     
  5. imoe

    19 Januari 2009 at 21:51

    Asal jangan hujan di malam minggu aja deh pak hahahaha

     
  6. ersis

    20 Januari 2009 at 23:30

    Hujan rahmat … kalau kebanyakan dan alam dah dirusak, ya bahaya juga tu

     
  7. marshmallow

    21 Januari 2009 at 08:38

    pengalaman yang lumayan tuh di saat hujan, pak zul. tapi semuanya beres, kan? mudah-mudahan pak zul tidak berubah benci pada hujan karena itu.

    saya suka hujan asal nggak bikin banjir dan badai yang mengamuk. hujan memang selalu membawa suasana romantis.:mrgreen:

     
  8. goenoeng

    22 Januari 2009 at 08:25

    aku ikut tunjuk jari, kalo ditanya ‘siapa yang pecinta hujan ?’.
    sampai sekarang kadang masih menikmatinya di atas sadel sepeda motor. tanpa mantel, hehe….
    kadang2 malah main hujan bareng anak2ku, mas.

    dan benar yg sampeyan bilang, adanya musibah karena ulah manusia sendiri.
    alam tak pernah berbohong.

     
  9. edratna

    22 Januari 2009 at 20:37

    Tanpa hujan, bumi ini tidak subur, dan tentu lebih baik banyak hujan dibanding lebih banyak musim kemarau.
    Di satu sisi hujan juga membuat agak terhambat dalam melakukan kegiatan, karena jalanan lebih licin dari biasanya.

     
  10. Jiwakelana

    23 Januari 2009 at 16:45

    Aq juga senang hujan pak.., pha lagi kalau hujan duit..hehehee. Mampir pak.

     
  11. Jiwakelana

    23 Januari 2009 at 16:49

    Satu lagi hujan rejeki, hehehe.. Pamit pak, makasi atas hidangannya.

     
  12. Ersis Warmansyah Abbas

    23 Januari 2009 at 23:00

    Kirain dah ada yang baru he he

     
  13. putirenobaiak

    28 Januari 2009 at 10:42

    aku juga pencinta hujan, suka ujan2an pak

    tapi kini hujanku ternoda oleh pikiran:
    rumah siapa kali ini yg terbawa banjir bandang?
    racun apa yg telah mencemari hujan ketika awan di langit menerima tak saja uap air tapi juga polusi…hiks…hiks…

    kalau di desa yg asri mungkin berhujan sangat asyik ya

     
  14. CICILIA

    3 Februari 2009 at 19:11

    DULU AKU SAMA SEKALI NGGAK SUKA SAMA HUJAN. KARENA HUJAN KITA SERING NGGAK BISA NGAPA-NGAPAIN. HINGGA SESEORANG MENGAJAK AKU MEMAHAMI MAKNA KEINDAHAN HUJAN.HUJAN BEGITU INDAH, BEGITU ROMANTIS DAN BEGITU AJAIB (MAGICAL MOMENT).RASANYA ADA KEHIDUPAN DALAM HUJAN. SEKARANG AKU SUKA BANGET LIHAT HUJAN DAN MERASAKAN KEINDAHANNYA.

     
  15. Jamal eL Ahdi

    8 Februari 2009 at 08:45

    Hujan Selalu aku rindukan apalagi Muncul pelangi setelahnya. Tapi jangan selalu hujan , karena jemuranku ga kering hehehehhehe

     
  16. puchsukahujan

    13 Oktober 2010 at 13:11

    goggling tentang hujan, eh ktemu blog ini.

    salam kenal,,ūüôā
    saya juga suka hujan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: