RSS

CALO SIM

12 Jan

Jumat 9 Januari 2009 lalu saya mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di ibukota kabupaten Pekalongan, Kajen. Saya tiba pukul 08.30 dan langsung bergabung dengan mereka yang kebetulan punya urusan yang sama dengan saya.

Setelah bertanya kepada salah seorang yang juga sedang mengurus SIM, saya baru tahu tahapan yang harus dilewati. Maklum, saya baru kali ini mengurus SIM sendiri. Lima tahun lalu saya ditemani teman saat membuatnya.

Bagi yang ingin membuat SIM baru, peserta harus menunjukkan bukti berupa sertifikat lulus uji mengemudi. Sertifikat ini di kabupaten Pekalongan bisa didapat di 2 tempat: Karanganyar dan Wiradesa. Konon untuk mendapat sertifikat ini, calon peserta harus lulus teori dan praktik mengemudi. Namun dalam kenyataannya, ujiannya tak jarang hanya berbentuk teori. Di sini peserta kabarnya dikenai biaya Rp120.000,00. Dengan sertifikat ini barulah peserta bisa mengurusnya ke Kajen.

Di Kajen baik peserta baru atau yang sifatnya hanya perpanjangan melakukan tes kesehatan di bagian politeknik. Saya juga melakukan cek kesehatan berupa pengukuran tensi dan uji penglihatan. Polisi medis yang memeriksa saya kelihatannya masih muda.

Setelah selesai diperiksa, saya dikenakan Rp20.000,00. Polisi bagian medis itu kemudian menawarkan kepada saya, mau ngurus sendiri atau mau diuruskan. Saya kaget. Ternyata selain bertugas sebagai pemeriksa kesehatan, petugasnya tak ubahnya juga berprofesi layaknya calo.

Saya pun menanyakan detailnya seperti apa. Bila mau ngurus sendiri, untuk SIM C membayar Rp75.000,00 dan bila diuruskan membayar Rp100 ribu.

Dengan alasan ingin tahu cara dan tahapan dalam mengurus SIM tersebut, saya putuskan untuk mengurus sendiri. Untunglah saya tidak dipaksa harus dengan ‘calo’.

Beberapa peserta yang mengurus SIM ternyata juga ditawari hal yang sama.

Dari poli kesehatan, lalu diteruskan ke bagian pendaftaran. Di bagian ini nanti akan diberi formulir. Formulir ini di bawa ke ruangan pengisian data dan melakukan registrasi, serta dikenakan biaya Rp16.000,00. Setelah selesai pengisian data, formulirnya dibawa kembali ke bagian pendaftaran dan dikenakan biaya Rp60.000,00. Sambil menunggu giliran pemotretan, saya membaca beberapa poster yang ditulisi ‘MAU MENGURUS SIM? JANGAN MELALUI CALO’.

Agak lama juga giliran dipotret. Masalahnya banyak yang mengurus hal yang sama. Jadi ya antre.

Setelah selesai difoto, tak lama kemudian saya pun mengantongi SIM. Pukul 11.00 sudah. Lega rasanya.

Iklan
 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Januari 2009 in Diari

 

Tag:

14 responses to “CALO SIM

  1. Syams Ideris

    12 Januari 2009 at 05:23

    Benar,
    Jangan mau dibodohi oleh calo sim…
    Mending urus sendiri..

     
  2. omiyan

    12 Januari 2009 at 15:55

    calonya juga orang dalem mas, waktu itu saya pernah padahal tertulis dengan jelas dan gede biaya penguruan sim cuman 60000 tapi total keluar jadi 150000….banyak pungutan yang aneh ….ini terjadi di Polres Serang….

     
  3. imoe

    12 Januari 2009 at 20:15

    hahahahahaha urus sendiri aja pak…dasar tuh calo….dimana-mana di indonesia ada calo. Samapi ke di KEJAGUNG aja ada CALO kasus

    CAPEK DEHh

     
  4. zoel

    13 Januari 2009 at 07:55

    hmm saya buat sim c kemaren ni kena 220 rebu.. datang,, test kesehatan, bayar, foto isi data langsung siap
    g’ pake test 😀

     
  5. si Dion

    13 Januari 2009 at 13:41

    sepertinya slogan: ‘MAU MENGURUS SIM? JANGAN MELALUI CALO’ hanya formalitas saja ya pak. mental bangsa ini masih begitu, kalo sama-sama untung, kenapa tidak??
    tapi justru ini yang akan menjadi bumerang bagi kelangsungan hidup bangsa kita nanti..

     
  6. meiy

    13 Januari 2009 at 15:08

    di kotaku kalau ngurus ktp juga susah pak zul, kalau lewat jalur resmi konon katanya gratis, kenyataannya urusan bisa jadi berbelit2 dan ktp lamaaaa br keluar 😦 bt deh.
    dulu kami bayar 200 rb, setahun br ktp keluar, untung bukan zaman konflik aceh dimana ktp = nyawa.

     
  7. edratna

    18 Januari 2009 at 10:44

    Sebenarnya enakan mengurus sendiri jadi tahu prosedurnya yang benar, dan nanti kalau perpanjangannya gampang sekali, nggak sampai 1 jam udah selesai.

     
  8. Daniel Mahendra

    18 Januari 2009 at 20:50

    Saat menempel poster bertuliskan:

    ‘MAU MENGURUS SIM? JANGAN MELALUI CALO’

    yang nempel juga geli kok, Mas Zul 😀

     
  9. Catra

    30 Januari 2009 at 13:17

    akhirnya pak zulmasri bisa mengurus tanpa melirik godaan2 itu. mantap pak

     
  10. DEANS

    30 Maret 2009 at 10:23

    Di gerbang kantor polisi Daan mogot ,pas keluar pintu halte Bus Way Taman kota ,banyak sekali Calo2 yg mecegat sebelum masuk kantor polisi tsb , mereka menawarkan jasa pengurusan cepat ( Hanya sehari ) “tinggal duduk ” katanya .
    Saya sempat tertipu karena sampai saat ini Sim belum jadi jadi dan setiap diminta datang ke lokSI SELALU DIMINTA BIAYA antara 10000 sampai 20000 , dari bulan Januari sampai Maret ini 2009 belum kelar-kelar , terakhir dia minta biaya tambahan 300.000an ( saya menyerah mungkin nasib buruk saya untuk mengalaminya ) untuk itu buat siapa saja yg hendak Membuat SIm jangan melalui calo disekitar Halte Bus Way Taman Kota tsb , saja jamin itu penipuan , dan untuk rekan2 yg sudah tertipu mari kita bersama untuk mengadukan ke pihak yg berwenang .

     
  11. helmi

    2 April 2009 at 12:21

    akhi zul,…kita harus tahu bahwa adanya calo karena banyak masyarakat kita yang suka jalan pintas, jadi kesempatan bagi mereka..Di negara lain orang yang mau buat sim harus datang sendiri, krn salah satu syaratnya harus donor darah, jk di kita spt itu pasti calo takut .. apa dia mau ngedonorin darahnya tiap hari bisa mampus donk..

     
  12. DEANS

    13 April 2009 at 17:12

    Sore
    Memang betul bung ” jalan Pintas ” tapi bagaimana tidak melalui jalan tsb bila satu jalan yg benar dipasangi “portal banyak banyak ” dan dijaga polisi 2 cepek .
    saya pernah lihat di siaran TV memang gampang prosesnya dan murah hanya 105 rebu ( itu kalau yg buat Pak SBY ) tapi kalau orang biasa ? silahkan coba !!
    Mungki buat SBY yg akan jadi presiden lagi perlu dibenahi biroksasi pemerintahan mulai tingkat pem sipil , kepolisian dll.
    Untuk Dirjen pajak saya berani angkat jempol untuk mereka , harusnya seperti merekalah petugas 2 negara yg gajinya kita bayar, Selamat Buat PAk Darmin Nasution .

     
  13. jojo

    19 Mei 2009 at 08:50

    mau bikin sim besok???????????
    bingung bgt nehhhhh enaknya nyogok sapa?
    polisi or calo seh?
    btw kalo ngak nyogok pun malah jadi lama kan mesti bolakbalik minimal 2kali.
    total2 biayanya sama aja mending nyogok.
    ngak buang waktu.
    cara resmi udah ujung2nya mahal n bikin dosa buang waktu tenaga dll.
    soalnya di jakarta daan mogot denger2 parah bgt

     
  14. doctersirzy

    23 Oktober 2015 at 11:26

    Tadi pagi ada calo nawarin buat perpanjangan sim Rp.200.000 dipolres pekalongan,gmn tuch..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: