RSS

PAK MUCIKNO

01 Jan

Selalu ada perasaan kehilangan begitu genderang pisah ditabuh. Selalu ada rasa cemas dari harap yang pengap akan adanya perubahan ke arah yang lebih baik.

Begitulah adanya. Belum lama saya mesti kehilangan teman terbaik dari SMP 2 Talun, Dwi Agus Indarti yang pindah ke SMP 2 Tirto. Juga kehilangan Kepala Sekolah yang baik sama bawahannya, Pak Pramudarno, yang mutasi ke SMP 1 Kesesi. Bedanya Bu Agus tanpa ganti, sedangkan Pak Pram diganti Kepsek baru, Pak Mucikno.

Tapi berita hari ini membuat saya kaget. Pak Mucikno yang belum setahun di SMP 2 Talun akan mutasi pertengahan bulan Januari ini ke SMP 1 Karangdadap.

Beragam kecamuk pikiran berputar di kepala saya. Di satu sisi ada lontaran selamat untuk sang kepala, tapi di sisi lain beragam tanya terlontar: adakah ini efektif? Adakah maksimal? Adakah rencana yang telah dirancang bisa berjalan? Dsb.

Kebanyakan model kepemimpinan di Republik ini, bila ganti pimpinan ganti pula kebijakan yang dibuat. Style kepemimpinan yang berbeda mengakibatkan semua personil harus menyesuaikan. Di sinilah persoalannya, baru enak bekerja, eh pimpinannya pun dimutasi.

Begitulah.

Pak Mucikno yang mungkin baru bisa menyesuaikan diri dengan semua personil (atau sebaliknya), harus merentang tali pisah.

Di mata saya, Pak Mucikno sosok pimpinan yang baik. Urusan KBM Beliau jadi ujung tombak, berusaha memaksimalkannya. Demikian juga dengan komponen sekolah lainnya.

Selamat Pak Mucikno. Semoga di tempat baru akan lebih baik lagi.

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Januari 2009 in Diari

 

Tag: ,

19 responses to “PAK MUCIKNO

  1. Sawali Tuhusetya

    1 Januari 2009 at 22:06

    selamat tahun baru, pak zul, semoga mendatangkan banyak berkah dan keberuntungan. duh, gimana tuh, pak zul, kok bisa2anya belum genap setahun sudah ada kabar pak mucikno mau pindah lagi. walah. betul2 sebuah perubahan yang drastis di awal tahun 2009, hehehe …. semoga saja program sekolah tetep jalan meski kasek datang silih berganti.

     
  2. marshmallow

    2 Januari 2009 at 05:09

    walaupun buya hamka bilang “sadang lamak ditinggakan,” tapi saya yakin maksudnya bukan seperti mutasi pak mucikno yang bahkan belum terasa lamaknya, pak zul.
    mestinya seorang pemimpin diberikan kesempatan untuk merealisasikan kebijakan dan melihat hasil kerjanya sebelum pindah ke tempat lain. ah, entahlah.
    mudah-mudahan pergantian, apa pun bentuknya, selalu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

     
  3. Royyan

    2 Januari 2009 at 09:06

    Semoga sekolahnya tetap jadi terbaik pak

     
  4. Inna

    2 Januari 2009 at 09:11

    wah, kebijakan yg aneh dari diknas kab pekalongan pak. belum setahun sudah mutasi? benar-benar aneh.

     
  5. Ersis Warmansyah Abbas

    2 Januari 2009 at 09:27

    Yap, bagian dari proses kehidupan yang harus dijalani. Semoga membawa kebaikan. Amin

     
  6. musafak

    2 Januari 2009 at 10:00

    Sy hrs komentar apa, yg ada hy bingung dn tak habis pikir. Ketika akan muncul sedikit kecerahan di lingkungan sklh tmp sy berjuang, yg selama ini butuh sesosok spt bp Mucikno,
    tiba-tiba muncul mendung yg menumbuhkan pesimisitas di sanubari. Bgm sih kebijakan para petinggi pendidikan di lingkungan kita? Apa mmg kesengajaan utk “meruntuhkan” smp 2 talun. Sy jg bertanya2, mengapa klo ada bibit yg baik di smp 2 talun, hrs tercerabut scr dini? Masya Allah. Smg smpku mdp pengganti yg baik dan yg mau berjuang. Amin..!

     
  7. mel

    2 Januari 2009 at 12:51

    assalamu’alaikum,,,
    mampir baca2 skalian mau nuker link neh,,mau ga?

     
  8. Syams Ideris

    3 Januari 2009 at 06:05

    Cepat sekali roda rotasi berputar ya, Pak!

    Semoga hal ini tidak menjadi kendala dan penghambat peningkatan mutu pendidikan kita.

    Oh, ya sekarang saya juga sedang berfikir-fikir untuk pindah dari Bajayau nih. Udah 5 tahun lebih bertapa di Bajayau kayanya memang harus ada penyegaran untuk kembali memompa semangat kerja. Rencanya sih mau pindah ke Ponpes Modern Baladul Amin yang ada di kabupaten saya.

    Betul nggak menurut Pak Zul?

     
  9. omiyan

    3 Januari 2009 at 10:28

    pasti selalu ada yang terbaik diantara yang terbaik

     
  10. suhadinet

    3 Januari 2009 at 21:44

    Semoga pengganti Pak Mucikno adalah orang yang sama baiknya, atau lebih baik lagi. Who knows..

     
  11. mmursyidpw

    4 Januari 2009 at 18:45

    Sugeng pepanggihan pak Zul. Saya teman satu sekolah dengan calon pengganti kepala sekolah njenengan, juga calon anak buah pak Mucikno yang nota bene juga tetangga saya, meski belum kenal amat.

    Siapapun kepala sekolah kita, ndak jadi masalah sepanjang dia tidak memposisikan diri sebagai juragan yang hanya memikirkan diri sendiri dan sok kemlinthi alias merasa paling bener alias malu menerima pendapat orang lain dan suka bikin kacau kondisi keuangan sekolah.

    Wah, pak. Kapan-kapan saya harus ketemu njenengan. Saya pengin ngangsu kawruh babagan Website and Blog.

     
  12. imoe

    4 Januari 2009 at 18:56

    pak MUCIKNO akan tetap di segani dan hormati dimanapun dia berada….PASTI

     
  13. Masenchipz

    5 Januari 2009 at 12:19

    ada enaknya sistem mutasi ya.. satu sisi merupakan penyegarab pegawai.. satu sisi kadang beban mental buat yang susah adaptasi…

     
  14. ifoell

    5 Januari 2009 at 17:06

    Setiap pemimpin harus meyesuaikan dengan apa yg dipimpinnaya dan siap melanjutkan perjuangan yg telah dirintis oleh pemimpin terdahulu.. iya ngga..??

     
  15. Daniel Mahendra

    5 Januari 2009 at 18:10

    Biasanya orang baik memang banyak yang membutuhkan.
    Namun perjuangan hidupnya pun tak sepele.

     
  16. jiwakelana

    6 Januari 2009 at 00:18

    Pergantian pemimpin umumnya akan diikuti dgn rotasi dan pergeseran jabatan. Hal tsb sdh mnjadi budaya kita Indonesia yg trcinta. Maaf pak, baru muncul kembali ne..

     
  17. alris

    6 Januari 2009 at 23:57

    Suka gonta-ganti pimpinan, mungkin salah satu kegemaran petinggi di diknas kabupaten tempat pak Zul bertugas. Selamat tahun baru, makin sukses.

     
  18. edratna

    7 Januari 2009 at 19:40

    Mutasi sebetulnya dimaksudkan untuk kebaikan, tapi kalau terlalu cepat juga berisiko. Tak bisa diingkari, setiap kali ada pimpinan baru, baik bawahan atau atasan akan sama-sama saling menyesuaikan dan ini perlu waktu.

    Tapi semoga SMP pak Zul tetap mendapat peringkat yang baik.

     
  19. meiy

    12 Januari 2009 at 09:54

    mungkin orang indonesia ini emang dinamis pak zul hehe..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: