RSS

KATAKAN ADA (sepanjang relung shakespeare)

29 Nov

katakan ada bintang-bintang menaburi langit
katakan rembulan memancarkan cahaya jingganya
katakan ada awan tipis menghiasi langit malam
walau kita sama tahu: mendung kian bergayut

katakan kemakmuran telah disebar di sudut rumah
katakan bau bunga telah meronai desa
katakan angin sejuk telah bertiup dengan lembutnya
walau kita sama tahu: kemarau terlalu menghantu
dan berarak melingkup setiap sudut

(sudah, kita diam dan diam
seperti yang diperintahkan!)

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2008 in Puisi

 

Tag: ,

8 responses to “KATAKAN ADA (sepanjang relung shakespeare)

  1. Daniel Mahendra

    29 November 2008 at 03:16

    Tidak. Jangan diam. Jangan pura-pura tidak tahu kalau kita tahu bahwa kemarau terlalu menghantu, apalagi hingga berarak melingkup setiap sudut.

    Bagaimana pun kebenaran harus dikabarkan.
    Sesuatu yang baik harus diperjuangkan.

    —————

    Apa jadinya jika mulut dilarang bicara…
    Apa jadinya jika mata dilarang melihat…
    Apa jadinya jika telinga dilarang mendengar…
    (kita bukan robot tanpa nyawa yang hanya mengabdi pada perintah)

    -Dalbo-

     
  2. suhadinet

    29 November 2008 at 06:04

    bukankah sekarang kata banyak orang: zamannya kebebasan berpendapat..
    puisi yang keren.

     
  3. langitjiwa

    29 November 2008 at 10:18

    aku tak mau diam,sobat.

     
  4. Diajeng

    29 November 2008 at 12:41

    Antara ada dan tiada…semua adalah rahasia ilahi…(*uhm…)

     
  5. Rizky

    29 November 2008 at 15:37

    Bila kau diam, maka terbungkam lah engkau…

    Salam kenal mas… Link back yaa….

     
  6. Syamsuddin Ideris

    29 November 2008 at 22:55

    Kadang diam itu emas
    tapi diam bisa bikin gemas
    Lebih baik kita berkemas
    Mari pergi mengubah perak jadi emas
    Jangan lupa apalagi malas
    Atau sekedar takut kehilangan beras
    Apalagi ikut menjadi culas
    Mari..KKN ini kita berantas

     
  7. marshmallow

    1 Desember 2008 at 12:57

    keren banget deh, puisinya.
    tapi saya juga memilih untuk tidak setuju.
    pak zul memang pinter banget membuat orang berdiskusi melalui puisi.

    @syamsuddin ideris:
    puisi pak syams gak kalah keren. hebat euy bisa bikin puisi juga. saya kapan dong?😦

     
  8. advisor

    13 Desember 2008 at 08:19

    Спасибо. Добавлено в закладки

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: