RSS

Menjadikan Diri Kekasih Tercinta

05 Nov

Hari Selasa 4 November 2008, saya ke Rumah Sakit Kraton Pekalongan. Hari itu saya mengecek kondisi kesehatan saya.

Menunggu dokter yang akan memeriksa ternyata lumayan lama. Mulai pukul 09.00 saya menunggu dan baru pukul 10.30 dokter datang.

Selama menunggu dokter, seperti biasa saya internetan pakai hp. Bosan blogwalking saya pun memandang berkeliling. Saya merasa takjub. Saya bisa merasakan betapa manusia hidup dalam rangkaian dan teramat lemah. Betapa manusia dalam hidupnya teramat dekat dengan maut.

Lihatlah di sebelah kanan itu, ada seorang bayi mungil dan lemah, mungkin baru berusia sekitar 6 bulan. Badannya panas dan sang bayi sesekali terbangun, mengigau tanpa ada yang mengetahui secara pasti apa maksud dan keinginannya, selain Allah tentunya.

Lalu lihatlah di bagian kiri. Seorang laki-laki tua bersandar di dinding seperti saya. Ah, lelaki tua, kasihan sekali dikau.

Masih banyak lagi pasien yang diberi kenikmatan merasakan sakit. Kenikmatan yang menumbuhkan kesadaran, betapa teramat pentingnya kesehatan itu.

Ingin hidup sehat? Jagalah diri dengan pola hidup yang juga sehat tentunya. Jadikan diri kekasih dalam hidup sehari-hari.

Kekasih? Begitulah. Manjakan diri dengan memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh diri, sejak bangun hingga tidur lagi, baik jasmani maupun rohani.

Bahwa sakit itu tidak enak, semua sudah tahu. Oleh karena itu, dengan menjadikan diri kekasih tercinta, kita akan senantiasa menyayangi dan memperhatikan diri. Kebutuhan diri akan olahraga, makanan sehat dan bergizi, istirahat yang cukup, dan kebutuhan emosinal serta spiritual.

Manjakanlah diri. Hidup di dunia sebentar. Nikmatilah dengan menjadikannya sebagai kekasih tercinta.

Sudahkah pembaca budiman melakukannya?

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 5 November 2008 in Diari, Lain-lain

 

Tag: , ,

9 responses to “Menjadikan Diri Kekasih Tercinta

  1. Syamsuddin Ideris

    5 November 2008 at 05:53

    Yup..benar sekali Bang Zul. Sehat akan terasa sangat nikmat jika kita berada di sekitar orang sakit. Kadang kita tidak menyadari hal itu sampai kita merasakan sakit. Setelah itu kita baru menyadari bahwa kesehatan itu salah satu nikmat dan rejeki yang sangat besar dari Allah.

    Saya doakan semoga Bang Zul sekeluarga selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Amien..amien…amien.

    ….> trims pak syam. demikian juga pak syam sekeluarga, semoga dilindungi- Nya.

     
  2. Catra

    5 November 2008 at 08:04

    saya sendiri masih belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah meninggal nanti, seakan-akan masih belum siap untuk menghadap kepadanya.
    semoga kita dijauhkan dari berbagai macam penyakit. dengan pola hidup yang sehat

    ….> iyo sutan. semoga sehat selalu

     
  3. jeunglala

    5 November 2008 at 08:07

    Ketika Mas bertanya: Sudahkah pembaca budiman melakukannya?

    Saya menjawab, “Saya sudah melakukannya… Melakukan banyak cara yang akhirnya malah menyakiti saya, bukan untuk memanjakan diri sendiri…”

    Setelah membaca renungan ini, saya memutuskan untuk berhenti melakukannya.

    Life’s too short, indeed..

    Thanks Mas!

    ….> semangat mbak. optimis.

     
  4. imoe

    5 November 2008 at 21:53

    aduh pak zul…saya jadi mawas diri sekarang niy…soalnya suka kelupaan ama diri sendiri….lebih banyak ngurus orang lain…tapi saya tak sanggup menmbiarkan sesuatu terjadi di luar sana terhadap anak-anak yang kurang beruntung.

    Baru mau akan istirahat, selalu saja ada panggilan untuk berbagai masalah anak di Padang….kadang saya berfikir…jangan-jangan saya terlalu obsesif tentang sebuah perubahan, terutama bagi kehidupan dan nasib anak-anak. Padahal negara saja sampai hari ini tidak mampu mengurus ‘anak negeri’ ini. Kadang-kadang pengen berhenti saja…tapi selalu tidak sanggup saya lakukan…

    Ampunnnnnnnnnnnnn dehhhhhhhhhhhhhhh mudah-mudahan saja saya selalu diberikan kekuatan dan kesehatan……kalo bisa jangan sakit lah…langsung meninggal aja…kalo sakit akan jadi beban orang banyak..hehehehe

    ….> iya pak imoe. keseimbangan itu amat penting. dijaga, itu intinya

     
  5. Daniel Mahendra

    6 November 2008 at 05:29

    Beberapa hari lalu aku membaca buku John C. Maxwell, Mas Zul. Judulnya Today Matters. Di sana ia merawi bahwa rekannya Zig Ziglar (sesama trainer/motivator/pembaca/penulis buku-buku motivasi best seller) bercerita:

    “Kalau Anda mempunyai kuda pacu seharga satu milyar, apakah Anda akan membiarkan dia untuk merokok, minum alkohol, dan begadang?

    Pastinya tidak. Anda akan merawatnya dengan baik dan istimewa. Karena Anda pasti ingin ia selalu dalam keadaan prima. Dan yang lebih penting lagi: bisa berpacu saat lomba.

    Nah, kalau kuda pacu semahal itu saja bisa Anda perlakukan demikian istimewa, kenapa Anda mesti merokok, minum alkohol, dan begadang?”

    Haih! Aku tercekat serta terkelu membaca paragraf itu, Mas Zul. Betul juga, batinku…

     
  6. putirenobaiak

    6 November 2008 at 09:47

    tul pak zul, kdg kita lupa meyanyangi diri sendiri..nikmat br terasa saat berkurang atau hilang, mungkin sakit salah satu cara Tuhan mengingatkan kita akan cintaNya, atau caraNya mencinta?

     
  7. fisha17

    6 November 2008 at 17:06

    jadi pengen olahraga. dah lama gak olahraga. gak inget kapan terakhir kali olahraga.

     
  8. edratna

    6 November 2008 at 18:51

    Tulisan yang mencerahkan…betapa kesehatan memang perlu dijaga…karena terasa sekali mahalnya “sehat” itu. Uang berapapun tak ada artinya jika kita sakit.

     
  9. Andy MSE

    6 November 2008 at 18:59

    Kalau sedang sakit saya selalu ingat Tuhan, kalau sedang sehat seringkali lupa…
    Duh… benar-benar susah menjadi Cah Sholeh…
    *Makasih pencerahannya…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: