RSS

SEAKAN

26 Okt

seakan suara sengau yang kudengar
seakan sinar suram sehabis hujan
seakan angin yang berlari sendiri
seakan gemuruh ombak yang berganti
seakan desir daun ilalang yang hilang
seakan siang dikejar malam
seakan hilang di benua tak bertuan
dirimu
sehabis hujan kecil
senja itu

Iklan
 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Oktober 2008 in Diari

 

Tag: , ,

11 responses to “SEAKAN

  1. Andy MSE

    26 Oktober 2008 at 13:42

    seakan kelabu, padahal sedang berganti dari putih ke hitam…
    *puisinya keren deh!

    ….> waduh, berarti rada nggak pasti ya…

     
  2. musafak

    26 Oktober 2008 at 17:29

    Musin hujan kelihatannya akan datang, itu peringatan agar kita lebih berhati-hati menjaga diri agar tetap sehat dan fit.

    ….> sedia payung sebelum hujan ya….

     
  3. Ifoel

    26 Oktober 2008 at 22:12

    Puisinya mantap.. boleh aku minta ya..??
    aku tgu knfirmasinya ya..??
    Salam Kenal
    oh iya.. tukaran link ya..??
    Link back aja

    ….> boleh, boleh….

     
  4. imoe

    26 Oktober 2008 at 23:17

    wahhhh inspirasi dari mana tuh pak….mantap bgt…

    ….> dari suasana hujan p.imoe. hujan yg meninggalkan jejaknya berupa genangan air di halaman

     
  5. Daniel Mahendra

    26 Oktober 2008 at 23:34

    Seakan aku melahap larik-larik sajak di atas…

    …> terus, setelah dilahap….

     
  6. marshmallow

    26 Oktober 2008 at 23:41

    seakan ombak menghempas tepian
    seakan salju terpajan surya
    dari ada menjadi tiada

    (hayah, parah banget ya, pak zul? maklum, belajar dengan mencontek doang, itu pun salah)

    …> nggak. nggak salah. suasananya bisa diperpekat dg hal-hal yg ada di sekitar. dengan demikian maksud hati bisa sampai.

     
  7. Syamsuddin Ideris

    27 Oktober 2008 at 05:25

    …Seakan kita lama tak bertemu,
    haruskah aku mengulang kembali,
    berjalan-jalan bagai..dulu lagi,
    sepanjang jalan kenangan,
    kita slalu bergandeng tangan…………..

    Oh..maaf, kok saya jadi ikutan nyanyi dan baca puisi ya??????

    He..he..he..pandai berpuisi juga ternyata “Rangpasisia”..

     
  8. Daniel Mahendra

    27 Oktober 2008 at 07:46

    Setelah dilahap, hatiku kekenyangan makna. Makna yang terkandung di dalam larik-lariknya.

    ….> kekenyangan? hati-hati saja, nanti malah ketiduran. he he

     
  9. putirenobaiak

    27 Oktober 2008 at 11:23

    tak apalah seakan, asal kenyataan tak seandai ūüėõ
    *nyengir sok teu*

    …> maunya begitu. tapi kenyataannya kadang gak jauh dari permisalan tsb.

     
  10. unai

    29 Oktober 2008 at 09:08

    seakan menghadirkan ruang lain dalam kebisuan. Puisinya simple tapi dalem pak ūüôā

    …> ups, begitukah?

     
  11. Catra

    30 Oktober 2008 at 08:56

    seakan….
    seakan…
    seakan dunia berhenti berputar, bila hujan kecil itu tak berhenti

    ….> hah, begitukah?

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: