RSS

Aku Harus Menyerah

21 Okt

Jumat pagi 17 Oktober 2008, saat akan berangkat kerja aku sudah merasakan tanda-tandanya. Batuk mulai menyerang dan badan yg rasanya tidak karuan.

Siangnya, pulang kerja mampir di rumah Pak Musafak. Salat Jumat di mesjid dan dilanjutkan makan siang. Batuk pun kian menjadi. Lebih banyak keringnya. Napas pun mulai sesak.

Aku coba bertahan.
Kupikir batuk biasa. Paling nanti bila minum obat bakalan sembuh.

Aku termasuk bandel dalam urusan penyakit. Pikirku bila kita punya keyakinan kuat bisa ngalahin penyakit, kita pasti menang.

Sudah lama aku menderita batuk. Istri juga berkali-kali minta agar aku memeriksakan diri ke dokter. Aku menangkap rasa khawatir di matanya, jangan-jangan TB. Namun aku santai saja, karena bila sudah minum obat batuk, hari berikutnya biasanya si batuk reda dengan sendirinya.

Sore hari dari tempat Pak Musafak, batuk dan sesak nafas kian parah. Selain napas berbunyi, rasa badan juga gak karuan. Terbayang juga beberapa dokter dan petugas kesehatan yg kukenal, termasuk uni Hemma, mau nanyain apa jenis penyakit yg kuderita. Tapi ternyata tak satu pun dokter atau petugas kesehatan yg kuhubungi.

Akhirnya aku harus menyerah. Setelah salat Magrib, aku ke dokter Hasyim, periksa.

Dengan telaten sang dokter memeriksa dan menanyakan beberapa hal. Di akhir kesimpulannya, dokter Hasyim mengatakan bahwa aku menderita asma.

Aduh. Aku kaget juga mendengarnya. Yang terpenting kata sang dokter, diupayakan menghindari munculnya penyakit tersebut, yakni debu, asap, dan udara dingin.

Sejak dari tempat dokter, aku pun minum obat dan istirahat total. Sampai hari Senin aku tetap di rumah.

Kini keadaanku lumayan membaik, tinggal lemasnya.

Banyak hikmah yg muncul dari dalam diri saat sakit tiba. Namun dalam kesempatan ini sudilah kiranya pembaca saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, terutama yg berkaitan dg asma.

Bagaimana pembaca?

Iklan
 
27 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Oktober 2008 in Diari

 

Tag: ,

27 responses to “Aku Harus Menyerah

  1. Catra

    21 Oktober 2008 at 08:51

    lagi musim sakit-sakitan sekarang ya pak? mungkin cuaca disekitar yang berubah-ubah salah satu penyebabnya.
    saya juga beberapa hari yang lalu. soal hikmah, yah, hikmah selalu ada dibalik cobaan kan pak.

    …> iya ni sutan. gak tahu bisa sakit begini. yg pasti saya harus lebih waspada

     
  2. ladangkata

    21 Oktober 2008 at 09:04

    saya juga punya asma pak…kambuh jika terpapar udara dingin dan ketika capek pikiran sudah di sampai puncaknya…

    dari pengalaman saya, selain kondisi fisik, kondisi psikologis juga tetap harus dijaga…karena itu juga banyak menyumbangkan faktor kambuhnya asma…

    dokter sudah menyuruh agar jaga2 dengan alat bantu napas (yang disedot itu), tapi saya tak ingin bergantung dengan alat..jadi mesti eling kalo sudah mulai banyak pikiran diimbangi juga dengan istirahat dan menerima bahwa tak semua hal bisa kita kerjakan dan rengkuh…

    semoga lekas pulih, pak…

    …> terima kasih banyak mbak. hal seperti ini yg saya harap. berbagi pengalaman antarsesama. sekali lagi, trims.

    kalau boleh, apakah ini mbak lisa? url-nya gak disertakan. jadi susah kunjungan baliknya.

     
  3. buddy

    21 Oktober 2008 at 11:17

    give up? don’t. at least, i’m trying not to. sometimes, it’s hard, other time, it’s not. but, get well soon.

    sorry, i’ve just had a chance to see this great blog since the first time i got informed.

    short visit for the first time, but looking forward to visiting here again.

    again, get well soon.

    one more question, where’re u now? text me.
    catch u some time.

     
  4. putirenobaiak

    21 Oktober 2008 at 11:19

    pak zul, waktu hamil anak ke dua saya juga dibilang asma oleh dr, tp saya gak mau asma, asmara saja hehe..

    pak zul sudah betul kalau kita pikir kita sehat insya allah sehat, tp tentunya dg upaya menjaga dan pengobatan kalau sakit bukan cuek hehe, saya sendiri milih latihan pernafasan saja, kalau minum obat byk efek sampingnya, dan berpikir kita sehat. lalu….asma? no way goodbye. insya Allah sembuh.

    saya kalau kumat (alhamdulillah jarang bgt, hanya waktu hamil), biasa cepat sembuh kalau k ehutan, jalan2 di hutan, menghirup udara murni, alhamdulillah sehat

    ….> oke meiy, trims. resep yg bagus kayaknya. nanti saya coba

     
  5. putirenobaiak

    21 Oktober 2008 at 11:21

    semoga sudah pulih sekarang dan yad, jangan asma, asmara boleh, tentunya dg istri hehe 😉

    ….> Alhamdulillah, sdh agak baikan. kalo saran berikut… haruslah

     
  6. fisha17

    21 Oktober 2008 at 12:55

    wah maaf mas gak bisa kasih solusi, bukan pakarnya 😀 . mungkin bisa coba obat2 yang di MLM tuh. kayaknya juga bagus2. Mungkin gak enak kalo tak sebutkan merk. 😆 Tapi kesembuhan selalu datang dari Allah. Mudah2an lekas sembuh mas.

    …> trims mas fisha. saran dokter, pengobatan terbaik adalah menghindari penyebabnya. ok.

     
  7. alris

    21 Oktober 2008 at 13:20

    kalo udara segar saya pikir membantu, pak. dibawa jalan-jalan pagi apa kambuh lagi? semoga cpat sembuh
    salam
    alris sutan batuah

     
  8. musafak

    21 Oktober 2008 at 15:35

    Saya setuju dengan mbak puterinobaiak, berobat scr alamiah. Di antara banyak menghirup udara segar dn tdk byk polusi.

    Yang tidak kalah penting adalah jangan lupa berolahraga, minimal jalan2 pagi. Apapun penyakitnya bila daya tahan tubuh lemah, akan mudah menyerang. Bagaimana tubuh kita akan kuat bila peredaran darah pd tubuh kita tdk lancar karena kurang berolahraga.

    Saya masih ingat pesan pk Raharjo, sdh sepuh 60 an tahun, tp msh energik. Resepnya ternyata sederhana, rutin jalan pagi.

    Sementara ini ikuti saran dokter. Semoga lekas sembuh. Amin !

    ….> trims pak safak. pola hidup sehat dg berolahraga pagi sesuatu yg telah hilang sejak saya bekerja. Insya Allah, saya akan berusaha untuk bisa olahraga setelah subuh, minimal lari-lari kecil seputar kompleks perumahan.

    sekali lagi, trims.

     
  9. imoe

    21 Oktober 2008 at 19:46

    pak zul, tanda-tanda di suruh pulang kampung dulu tuh….kata orang rajin berenang bisa membantu…tapi gak tau juga apa betul apa gak….semoga cepat sembuh pak…..

    ….> ah, pak imoe. pokoknya kalau pulang nanti, saya harus ketemu pak imoe. pengen kenal dg pembela anak-anak yg sering terlantar dan teraniaya.

    trims p.imoe.

     
  10. edratna

    21 Oktober 2008 at 19:50

    Asma pada umumnya adalah penyakit yang timbul karena alergi…jadi karena ada hal yang menyebabkan alergi muncul (debu, makanan, cuaca panas, lembab, terlalu dingin dll), maka akan menimbulkan sesak…dan kalau tak hati-hati penanganannya bisa kena bronchitis, dan agak lama sembuhnya.
    Suami saya asma, demikian juga anak saya. Tapi saya tahu, jika mereka terlalu lelah, cuaca yang berbeda (seperti saat ini), akan mudah kena serangan asma. Jadi saya punya sejenis obat (bukan antibiotik), yang diberikan oleh dokter spesialais asma…..yang selalu tersedia di rumah.

    Yang penting makan makanan hangat, cukup istirahat…. jangan terlalu lelah, karena dapat menurunkan daya tahan tubuh, dan mudah terserang asma….saran saya jika memang punya asma, hubungi dokter spesialis asma, agar tahu dimana penyebab alerginya (apa debu?…saya akhirnya tak ada karpet di rumah, kasur juga dari busa)

    ….> wah, masukan yg sangat berharga bu enny. penyebab asma yg saya derita setelah konsultasi ke dokter agaknya faktor debu. bila sudah kena debu (di rumah saat bersih-bersih, atau di jalan raya), saya langsung batuk-batuk.
    penggunaan masker saat naik motor dan olahraga jadi program utama.

    karpet? aduh, saya masih pake. mungkin juga termasuk salat, harus bawa sajadah sendiri bila ke mesjid ya bu.
    yang susah mungkin di sekolah. masih pakai kapur. maklum sekolah di puncak bukit. gak tahu kapan penggunaan kapur diganti dg alat tulis non debu.

    saran dokter untuk menghindari dari penyebabnya jadi prioritas saya.

    terima kasih dg masukan/saran berharganya bu enny.

     
  11. wet

    21 Oktober 2008 at 20:17

    keren banget… baru kali ini denger kata ” aku harus menyerah ”

    dimana mana ” aku gak boleh nyerah… harus berusaha ” hehehe

    …> selama ini saya jarang demikian berdamainya dg penyakit. kalau sakitnya ringan, dg beristirahat insya Allah sembuh. bila penyakitnya agak berat baru ke dokter. lalu selesai. begitu saja.

    tetapi sekarang, saya harus menyerah. gak mau menantang atau berkelahi dg debu, asap, udara dingin, atau rasa lelah. bila berhadapan dg hal-hal yg barusan saya katakan itu, saya ambil jalan menyerah.

    pada ungkapan ‘aku harus menyerah’ bukankah akan muncul secara implisit ‘aku harus berusaha’? menghindar dan berusaha berdamai dg penyebab asma adalah bentuk dari kata menyerah itu. saya gak mungkin cuek, apalagi menantangnya. ok

     
  12. awi

    22 Oktober 2008 at 11:27

    aku nggak punya pengalaman dengan asma, jd gak bisa bagi2 cerita deh, anyway, ayo semangat, jangan menyerah pada penyakit, lawan sekuat tenaga, supaya menjadi peenangnya hehe

    …> trims doanya ya. sukses selalu

     
  13. Potter

    22 Oktober 2008 at 14:04

    Semoga cepet sembuh ya Pak Zul, saya sendiri kurang begitu tahu tentang hal ini, tapi saya tetap mendoakan dari sini biar Pak Zul cepat sembuh

    …> trims mas potter. doa itu semangat jiwa mas

     
  14. okta sihotang

    22 Oktober 2008 at 14:38

    sakit yaks ??
    berobat dong…

     
  15. Deddy

    23 Oktober 2008 at 09:15

    Capek cegak Da, olahraga ringan atau olah pernafasan rancak tu Da, wass

    ….> trims da deddy atas doa dan sarannya

     
  16. Alex

    23 Oktober 2008 at 12:06

    saran uni mey rancak tuh da zul…….
    moga cepat embuh yo da

    …> tarimo kasih da alex

     
  17. yellashakti

    23 Oktober 2008 at 14:30

    istirahat pak Zul jangan ngeblog ajah,,hehe
    mengajar itu butuh stamina prima lho pak, biar murid2 tetep semangat 🙂

    …> iya mbak yella. trims

     
  18. marshmallow

    23 Oktober 2008 at 18:07

    duh, indak tau ambo kok dunsanak ambo tangah sakik.

    asma memang sering dikaitkan dengan alergi dan sensitivitas yang berlebihan dari saluran napas terhadap udara yang dihirup.

    salah satu perisainya adalah cukup asupan kalsium, biasanya dalam susu dan produk-produk olahannya.
    (nah, pak zul suka minum susu gak?) olah raga yang rutin dan vitamin C juga mengurangi resiko kekambuhan.

    saya juga suka parah dan lama kalau serangan batuk, karena gampang alergi itu, jadi resiko asma tinggi. tapi kalau saya cukup olah raga, makan buah dan minum susu, biasanya jarang banget kena serangan.

    nah, cepat sembuh ya, pak zul?

    …> Alhamdulillah, minum susu suko uni. penjelasan uni tambah memperjelas pemahaman saya tentang asma. trims, ni

     
  19. babeh

    23 Oktober 2008 at 22:27

    moga cepet pulih kesegarannya…, ati ati dalam makanan…, banyak istirahat, jangan lupa minum air hangat…….(*kek dokter ya?*), maaf, headernya baru sempat dibuat, moga bermanfaat….

    …> trims babeh. nanti saya posting khusus tentang hadiahnya.

     
  20. Ersis Warmansyah Abbas

    24 Oktober 2008 at 07:41

    Kayaknya perlu istirahat, ikuti anjuran dokter. Perbanyak makan penunjang agar tubuh kuat. Jangan lupa minum air putih yang banyak. Di atas sem,ua itu, doa buat Zul agar segera sembuh. Amin.

    …> benar pak. istirahat pun termasuk obat. trims doanya ya pak, sukses selalu

     
  21. suhadinet

    24 Oktober 2008 at 10:07

    Jangan terlalu capek dan terlalu sering bergadang malam Pak Zul… Cepat sembuh dan asmanya gak mengganggu aktivitas ya..

    …> trims pak suhadi.

     
  22. zoel chaniago

    24 Oktober 2008 at 22:09

    pak!! ada lagu bagus nichh dari george groban “don’t give up

    …> ok, trims. segera ke tkp

     
  23. Daniel Mahendra

    24 Oktober 2008 at 23:33

    Bagaimana? Ya sama. Aku pun merasa kalau sudah harus ke dokter, itu artinya aku sudah menyerah. Menyerah total!

    Ke dokter adalah bentuk penyerahan kondisi, menurutku. Setelah pertahanan diri sudah jebol. Malah terkadang suka heran kalau ada teman yang baru sedikit flu, sudah cepat-cepat ke dokter.

    “Ke dokter?!”
    “Ya.”
    “Haih, berlebih-lebihan sekali?!”
    “Kamu yang berlebih-lebihan. Ke dokter kok dianggap sesuatu yang berlebih-lebihan.”

    Dan aku hanya diam.

    (Sudah lebih baik, Mas Zul?)

    …> Alhamdulillah sdh lebih baik. trims mas dm dan sukses selalu.

     
  24. muqaffa

    25 Oktober 2008 at 23:00

    wah…Pak,,saya kaget mengetahui Pak Zul yang kelihatannya selalu terjaga kesehatannya bisa terkena asma..
    Semoga lekas sembuh dan tidak kumat..
    adik sepupu saya juga ada yang punya penyakit asma, ya kalau kumat pakai obat yang dihisap gitu,,pakai alat juga tapi saya lua namanya apa…mungkin Pak Zul sudah tahu alat dan obat itu..?

    …> trims wiedha. saya lebih utamakan berjaga diri dan tdk tergantung pada obat/alat. doakan ya, semoga bisa lebih baik

     
  25. thevemo

    27 Oktober 2008 at 20:05

    jaga kesehatan dan istirahat yang cukup jangan lupa minum obat

    ….> Iya mas. trims ya…

     
  26. 4lifetransferfactorindonesia

    19 Januari 2009 at 02:53

    Mau berbagi Info nih…..

    Kenapa dalam satu keluarga yang pola hidup, pola makan dan lingkungannya sama, namun bisa ada yang mudah sakit sementara yang lain tidak? Ada yang mudah kena penyakit seperti flu atau demam dan cepat sembuh, tapi ada pula yang lama sembuhnya.

    Apakah penyebabnya ?….

    Kesehatan kita dipengaruhi langsung oleh sistem imun. Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit yang terdiri lebih dari triliyunan sel-sel NK ( Natural Killer), yang jumlah berat totalnya kira-kira 1 kg
    (2,2 pons).

    Apa Itu sel NK ?…

    Sel NK (Natural Killer) adalah sel imun yang bertanggung jawab mencari dan memusnahkan sel-sel “jahat” asing yang tidak dikenali oleh tubuh, termasuk sel kanker dan sel yang terinfeksi serangan virus, bakteri, dll. Jika seseorang memiliki aktivitas sel NK kurang dari 20% maka akan beresiko mudah terserang penyakit atau kurang kekebalan tubuh dalam upaya sembuh dari penyakit.

    Dari penelitian, Transfer Factor [ TF ] yang diekstrak dari kolostrum dengan teknologi Nano Factor mampu meningkatkan aktivitas sel NK sebanyak 103%. dan campuran TF dengan bahan-bahan alami lain yang berada pada 6 tingkat pertama daftar bahan awal induk mampu meningkatkan sel-sel NK menjadi 283%-437%. Perlu diingat, TF sendiri bukan obat, namun TF akan melatih / mendidik dan merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang untuk melawan dan mengatasi penyakit tersebut.

    Blog : http://4lifetransferfactorindonesia.wordpress.com

    Ryan & Kenny

     
  27. 4lifetransferfactorindonesia

    19 Januari 2009 at 02:54

    Alternatif Perawatan Penyakit Asma dengan Transfer Factor, by Steven J Bock.

    Beberapa penderita asma memiliki gejala infeksi pernapasan, kebanyakan akibat dari infeksi virus.

    Studi penggunaan Transfer Factor pada pasien asma menunjukkan bahwa sekitar 50% pasien dapat menghentikan penggunaan steroidnya dan separuhnya lagi dapat menurunkan dosis penggunaan steroidnya.

    Secara umum, terjadi penghematan biaya rumah sakit. Penggunaan Transfer Factor memperbaiki imunitas selular. Tidak terjadi efek samping dan reaksi alergi.

    Blog : http://4lifetransferfactorindonesia.wordpress.com

    Ryan & Kenny

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: