RSS

MENAPAK JEJAK WAKTU (renungan tulisan ‘Datang dan Pergi’-nya DM)

11 Okt

menapak jejak waktu, ada yang datang dan pergi begitu saja
tanpa pamit dan salam
membawa bungkah hati yang sepi dan mati
entah kemana, tanpa penunjuk arah
sekawanan burung hinggap di reranting
tanpa kepak, tanpa kicau
hari berlari sendiri, cuaca memasrahkan diri pada nasib
:tahukah kau, ini nyanyian tanpa suara…

datang dan pergi di sibak langkah
ini bukanlah akhir segalanya
peluit telah berbunyi, sementara gemuruh terdengar jauh
begitu kejamkah perpisahan itu?
di almanak tanggalan kian mengabur, di detak jam
suaranya kian hilang
engkaukah yang membuang tangis di persimpangan jalan
dengan sia-sia?

menapak jejak waktu, kita percaya perguliran
meski amat lambat dan membosankan
namun perubahan telah menjadikan kita mengerti
:cuaca bukanlah segalanya
sebab kita selalu percaya pada mendung dan kemarau
yang (mungkin) mendatangkan sejuk dan kering
pun seperti kita
menjalani tipakan waktu yang lurus dan bersimpang

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Oktober 2008 in Puisi

 

Tag:

10 responses to “MENAPAK JEJAK WAKTU (renungan tulisan ‘Datang dan Pergi’-nya DM)

  1. marshmallow

    11 Oktober 2008 at 19:35

    datang dan pergi memang selalu datang bergiliran.
    dan kepergian bukanlah akhir, karena pergi berarti perjalanan menuju suatu tempat yang baru.
    dan kita percaya, tempat itu justru lebih abadi dari dunia.

    renungannya bagus sekali, pak zul.

    …> terima kasih uni atas apresiasinya yg mengena.

     
  2. Syamsuddin Ideris

    12 Oktober 2008 at 11:11

    Duh…belum bisa comment dulu nih.
    Lagi menikmati dan mencerna puisinya.
    Hebat..ternyata bang Zul jago juga berpuisi

    …> biasa aja pak syam.
    bgm, sdh dicerna pak?

     
  3. gus

    12 Oktober 2008 at 12:33

    ijinkan saya membaca beberapa kali pusi ini..agar bisa mengerti seseuatu yang tersembunyi dibalik kalimatnya…

    …> silakan. bgm
    sdh ketemu yg tersembunyi di puisinya?

     
  4. Potter

    12 Oktober 2008 at 15:49

    Datang dan pergi ketika pergi kemudian ada yang tak pernah kembali lagi, seperti kawan2ku yang pada pergi untuk mencari tujuan hidup masing2.

    Ngomong2 DM itu siapa Pak Zul???

    …> perbanyak sabar mas…
    DM? Mas Daniel Mahendra

     
  5. Daniel Mahendra

    12 Oktober 2008 at 16:02

    Maka aku terkelu…

    …> saya bisa merasakan itu, mas

     
  6. Sawali Tuhusetya

    12 Oktober 2008 at 16:57

    datang dan pergi agaknya sudah menajdi bagian dari dinamika sebuah kehidupan. jika memang sudah saatnya pergi, tak seorang yang berdaya utk menolaknya.

    …> benar sekali pak sawali. dan itu manusiawi sekali

     
  7. Ersis Warmansyah Abbas

    13 Oktober 2008 at 01:04

    Wow … jagi bikin pusisi nich ye … dinikmati.

     
  8. edratna

    13 Oktober 2008 at 19:26

    Waktu terus bergulir, dan tak ada yang bisa menghentikannya.

     
  9. Anonim

    28 Agustus 2011 at 13:38

    dunia pasti berputar

     
  10. ryan

    10 September 2011 at 21:11

    bagus puisi nya da,,, mudah:”an lebih banyak urang awak yg berkarya da..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: