RSS

Ketika Hujan Turun

10 Okt

Sejak dulu suasana yang paling saya suka adalah ketika hujan turun. Selain sejuk, suasana saat hujan banyak memunculkan inspirasi.

Saya nggak tahu mengapa hal itu berlaku demikian. Saat di rumah atau di kampus dulu, begitu hujan turun, saya pun memandang keluar lewat jendela. Angin yang sejuk dan terkadang bau tanah yg menguap menimbulkan sensasi tersendiri. Kemudian mulailah pikiran saya berkelana, menembus air yang curah dari angkasa. Pada saat-saat seperti itu kesepian pun bermain dengan dunia pikiran dan imajinasi. Saya membayangkan seorang lelaki tua yg berada di ladang yg lengang. Bisa juga saya membayangkan sepasang kekasih yg terdiam di kafe dan asyik dengan dunia mereka masing-masing, dan sebagainya. Dalam keadaan demikian saya berada di ‘dunia lain’, dunia yg kadang tidak saya sadari kalau ternyata saya masih berada di depan jendela.

Banyak puisi dan beberapa cerpen yg saya tulis terlahir saat hujan. Yang paling parah adalah saat berada di jalan yang hujan dan tubuh dibaluti mantel, inspirasi curah bagai hujan yg juga sedang curah dari angkasa. Ini tentu saja amat menyiksa. Mau nulis tidaklah mungkin. Terpaksa ide-idenya menguap atau diingat-ingat.
***

Sudah 2 hari ini Pekalongan diguyur hujan. Walau gak lama, tapi cukup membasahkan.

Saat hujan turun, kini bagi saya adalah suasana yg senantiasa saya nanti. Tinggal di daerah perumahan, wah, panasnya bukan main. Oleh karena itu, begitu hujan turun, hawa pun berubah segar.

Bagaimana di kota atau di daerah pembaca budiman? Sudahkah hujan turun?

 
22 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Oktober 2008 in Diari

 

Tag: , ,

22 responses to “Ketika Hujan Turun

  1. Daniel Mahendra

    10 Oktober 2008 at 01:56

    Yang pertama soal “gila” bekerja. Kali ini, aku menemukan kesamaan lagi: kita sama-sama suka suasana hujan (aku menunggu hal-hal berikutnya yang barangkali sama).

    Hujan, tidak bisa tidak, sangat kusukai. Apalagi kalau jenisnya rinai-rinai kecil. Uh, menghanyutkan! Namun jenis rapat pun kadang melenakan. Banyak sekali sajak-sajakku yang lahir karena hujan. Dan bau tanah itu, hmmm…

    Di Bandung nyaris mulai hujan setiap hari. Kadang sebentar saja. Gerimis kecil. Namun tak jarang hujan angin membadai.

    Dan hatiku berkecipak karena beceknya.

    (Dini hari begini kok belum tidur, Mas Zul? Atau terbangun?)

    …> wah, kesamaan kita pasti banyak mas dm, termasuk sama-sama favoritkan karya pram.

    ini lagi terbangun. lha, mas dm sendiri jam segini kok blm tidur?

     
  2. Sawali Tuhusetya

    10 Oktober 2008 at 02:23

    sama pak zul, secara geografis, kendal dan pekalongan ndak jauh bedanya, hehehe … dua hari kendal juga diguyur hujan deras, bahkan disertai petir. wah, asyik dong, pak, ketika hujan tiba, imajinasi makin mengalir nih untuk menulis cerpen dan puisi. salam kreatif!

    …> benar pak. cerpen-cerpen pak sawali bakal lebih mengalir lagi tentunya.

    seperti mas dm, belum tidur pak? atau terbangun?

     
  3. yulism

    10 Oktober 2008 at 02:47

    Ketika dahulu saya masih di desa, disore hari ketika hujan turun kami sekeluarga biasanya duduk di teras. Sambil minum teh atau kopi dan makanan kecil seadanya, ayah saya bermain gitar, saya dan kakak perempuan saya bernyanyi. Indah sekali…

    Kalau sekarang, jika hujan turun saya tetap aja di dalam rumah karena diluar sudah mulai dingin. thanks

    …> wah, indah dan berkesan ya bu… kalau skrg di depan laptop sambil berdiang dekat perapian tentunya.

     
  4. marshmallow

    10 Oktober 2008 at 03:15

    haha! di tiga blog berbeda dengan pos baru, orang-orang yang masih online ini semua.
    selamat pagi pak zul, DM, pak sawali, dan mbak yulis!

    saya juga suka hujan karena bikin sejuk. tapi sebelum hujan turun justru cuaca panasnya bukan main, ya?

    kalau saat di kampung halaman, saya agak takut hujan, terutama yang deras dengan angin kencang, sebab sudah beberapa kali ketemu langsung mobil yang ketimpa pohon tumbang. jadi serem sendiri, apalagi kalau harus berkendara di tengah hujan.

    kalau cuaca di sydney tidak konstan, dalam seminggu bisa berubah drastis antara panas, dingin, terik, hujan, dan berangin kencang. makanya prakiraan cuaca jadi andalan kalau berencana untuk aktivitas luar rumah.
    hujan di sydney? sejauh gak badai dan berangin (yang sampai saya hampir terbang dibuatnya), saya juga suka.
    selamat istirahat, pak zul dan semua.

    …> iya uni. kalau hujan + angin kencang memang jadi menakutkan. di semarang (2,5 jam perjalanan dari pekalongan), hujannya disertai angin kencang. dilaporkan sekitar 80 rumah rusak.

    Selain angin, hujan juga jadi menakutkan bila disertai petir. wah kalau sudah begini putus aliran listrik ke peralatan rumah lalu ngumpet di bawah selimut

     
  5. yakhanu

    10 Oktober 2008 at 08:14

    bila hujan basahi aku…
    temani sepi yang mengendap…
    kah aku mengingat mu…
    dan semua saat manis itu..

    segalanya seperti mimpi…
    kujalani hidup sendiri
    andai waktu bergati…
    aku tetp takan berubah..

    aku.. selalu bahagia..
    saat hujan turun..
    karna aku dapat mengenangmu..
    untuk ku sendiri…

    aku…bisa tersenyum…
    sepanjang hari..
    karna hujan tlah..
    menahan mu di sini… untuk ku…..

    selalu ada cerita..
    tersimpan dihatiku..
    tentang kau dan hujan..
    tentang cinta kita ..
    yang mrengalir seperti air…..

    …> wah manis dan romantis mas. mengenang seseorang saat hujan memang melenakan.

     
  6. Alex

    10 Oktober 2008 at 08:53

    di riau dan sumbar diguyur hujan terus2an da.
    bahkan dimalam takbiran di pekanbaru hujan lebat sekali.
    tapi hari ini cerah.
    kalo hujan sy suka ngopi dan makan goreng pisang ato ubi

    …> wah pasti asyik, hujan-hujan duduk di teras dg secangkir kopi panas dan pisang/ubi goreng yg hangat

     
  7. muqaffa

    10 Oktober 2008 at 09:29

    iya Pak.,..kemarin saya nyampe Jogja sekitar jam 3 sire juga hujan..trus bentar reda,,gerimis…
    hawanya juga sejuk…padahal selama Tamadhan kemaron,Jogja jarang sekali hujan, cuma sekali atau dua kali kalo gak salah,,itu pun gak lama..

    …> syukurlah, gak kebasahan. hujan memang bikin suasana dan hati adem

     
  8. Yoga

    10 Oktober 2008 at 11:14

    Pak Zul, hujan itu membebaskan jiwa memberi kesegaran hati dan badan. Apalagi jika kulit kita bersentuhan langsung dengan air hujan dan membiarkan badan, pikiran dan jiwa kita tuntas terbebas. Entah pagi, siang, atau malam. Tak jarang gundah bisa lenyap seiring tetes terakhir hujan, dan cerah menanti.

    Aih bicara apa saya ini. Salam kenal sesama penikmat hujan.ūüôā

    …> betul. apa yg mas yoga katakan benar. makanya, paling menyenangkan bila ada hujan

     
  9. Syamsuddin Ideris

    10 Oktober 2008 at 14:42

    Wah…di guyur hujan 2 hari.Moga nggak banjir ya Pak. kalau di Kalimantan malah lebih banyak panasnya…bahkan sampai malam hari. Akhirnya saya ngeblog nggak pakai baju saking hangatnya malam hari. he.he.he…

    …> 2 hari hujannya gak lama pak, yg penting membasahkan.

    wah ngeblog gak pake baju tapi nggak di pinggir sungai kan pak? bisa-bisa nyemplung…

     
  10. Jay

    10 Oktober 2008 at 15:11

    Saat ini di Jambi udah mulai hujan terus………
    Sangking lebatnya rumah saya jdi banjir akibat atap bocor,,,

    Tapi betul — hujan bisa membuat kehidupanpun kembali segar…. Udara bisa jdi bersih, tanaman jdi segar, ……… dll

    Lam kenal aja

     
  11. bccers

    10 Oktober 2008 at 17:08

    sekalipun hujan

    tak menyurutkan kami untuk terus maju

    …> yap. ayo, maju!

     
  12. Andy MSE

    10 Oktober 2008 at 18:03

    Di Semarang, hujan pertama menumbangkan 1 menara BTS, juga ada 3 mobil tertimpa pohon…
    Di Solo, hujan pertama cukup deras… hari-hari selanjutnya lumayan untuk mengurangi kerja rutin hari sebelumnya yaitu nyirami tanaman…

    …> tv memberitakan bahwa hujan campur badai di semarang telah menghancurkan 80-an rumah.

     
  13. bahtiyarzulal

    10 Oktober 2008 at 20:15

    Naah..! itu hebatnya orang yang lahir ditanah ‘HAMKA’, Apapun dapat memicu lahirnya inspirasi, Termasuk turunya hujan

    Menurut saya, Sebenarnya sebagian orang memiliki perasaan yang sama atau hampir sama dengan pak Zul, Masalahnya tidak semua orang dapat menghaluskan rasa dan menuangkanya dalam bentuk tulisan yang indah, Padahal inspirasi itu tidak dapat atau sulit untuk ditunda. Ketika kita sedang ‘mabuk inspirasi’ kemudian kita tuangkan dalam bentuk tulisan, Apa jadinya? kadang jadi lucu, aneh, kacau, bahkan kadang tidak percaya dengan yang kita tulis, terus caranya bagaimana pak Zul?

    Saya pernah memiliki ‘moment’ inspirasi yang sampai sekarang tak sanggup untuk saya tulis, m√¨salnya, Ketika saya meninggalkan kampung halaman dalam keadaan jiwa yang sakit karena ‘patah hati’ dengan naik kereta api. Ketika senja, kutatap lewat jendela, matahari hampir tenggelam kereta melewati persawahan dengan padi yang hampir menguning, duh rasanya! tiba-tiba aku seperti sendirian dalam kereta itu, dan suara roda kereta itu, seperti mau melepas jantungku, mau nangis rasanya!, tapi apa yang dapat aku katakan ‘Tuhan apa sih mauMU?

    …> bayangkan saja kita lagi bercerita dg teman. jalinan kalimatnya tentu saja harus runtut.
    namun kebiasaan menulislah yg akan membuat seseorang lebih baik

     
  14. Potter

    10 Oktober 2008 at 22:48

    beberapa hari lalu setelah lebaran Batang juga di guyur hujan Pak Zul, Untung nya waktu itu masih di dalam rumah teman jadi gak kehujanan, hujan yang cukup besar, tapi tidak terlalu membuat kami kedinginan karena ada teh hangat yang menemani kami.

    Hujan yang lain, ketika sore hari pas syawalan, membuat kawanku yang lagi dalam perjalanan dari Tegal Ke Semarang mengurungkan niatnya dan akhirnya singgah di rumah ku, pagi harinya aku duduk di Teras rumah selama beberapa menit menikmati Ribuan Laron yang muncul karena hujan semalam.

    Ribuan laron muncul menyesaki jalan di pagi hari, tidak setiap hari aku bisa melihat peristiwa ini,

    …> laron? tadi pagi saya juga mendapatkan hal serupa. banyak sekali

     
  15. alris

    11 Oktober 2008 at 04:54

    main hujan-hujanan waktu kecil pengalaman abadi sepanjang masa. kalo sekarang malah kehujanan….

    ….> skrg pengalaman kehujanannya tdk seindah dulu ya mas

     
  16. ubadbmarko

    11 Oktober 2008 at 09:41

    yang bikin saya kesel. Pagi-padi sudah hujan, kerjaan dilapangan mesti segera selesai, pusing dahh.

    …> sabar, sabar…

     
  17. zoel chaniago

    11 Oktober 2008 at 10:05

    yang jelas saya main hujan dulu,,,ūüėÄ

    …> jgn lama-lama, biar gak masuk angin

     
  18. Lena

    11 Oktober 2008 at 19:58

    Blog walking yach Pak…

    Banyak yang suka hujan ternyata. Saya juga, gak tahu kenapa. Pokoke susah yen dicritakke dg kata-kata.

    …> iya ya…

     
  19. grettamarchella

    4 November 2008 at 09:22

    Tul, Pak. saat hujan turun baik rintik ataupun deras dapat membuat suasana menjadi sejuk dan enak untuk berandai-andai dan bau tanah yang terkena air hujan pun membuat segar pikiran. Saya juga suka hujan, asal turunnya tidak bersamaan saat saya berangkat kerja atau pulang he …he… susah, bikin ribet si. salam buat ananda, ya.

    ….> hai, selamat datang. blognya sudah saya link. sukses ya

     
  20. shila

    14 Januari 2009 at 08:27

    KLo uJan tIba pALiNg Enak tIdUraN !!!
    Kan UdArANya SeJuK n ADeM……

     
  21. amy..

    5 Juni 2009 at 13:56

    suasana hujan mmg mencetuskn inspirasi…
    sgt indah..
    tenang..
    romantik..
    saya suka hujaaan…….

     
  22. stainless tanks

    5 Oktober 2009 at 11:26

    Aku senang ketika hujan.
    karna buat ku hujan adalah anugrah dari yang maha kuasa..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: