RSS

Memaknai Kemenangan dengan Salat

23 Sep

Dalam kegiatan Pesantren Ramadan di sekolah, saya termasuk pengisi kegiatan. Materi yg dipercayakan kepada saya adalah idul fitri.

Terus terang, saya tidak punya referensi banyak tentang idul fitri. pengalaman selama inilah – yg berkaitan dg idul fitri – yg saya terapkan.

Kita tahu, sebenarnya hari raya dalam Islam hanya ada 2: idul fitri dan idul adha. Hari-hari peringatan lain semacam Maulid Nabi, Isra Mikraj dan sebagainya tidak dikenal saat nabi hidup.

Ada makna yg begitu indah bila bicara idul fitri dan idul adha. Kedua hari raya itu selalu ditandai dg kegiatan salat. Lalu mengapa harus salat?

Idul fitri dilakukan setelah puasa Ramadan. Manifestasi sebuah kemenangan melawan hawa nafsu. Sedangkan idul adha juga wujud kemenangan dalam menahan dan melawan godaan setan (waktu nabi Ibrahim mau menyembelih putranya, Ismail).

Tapi mengapa mesti salat?

Inilah indahnya Islam. Kemenangan tidak dirayakan dg hura-hura, jingkrak-jingkrak, apalagi dg minum minuman keras.

Pada saat menang, kita harus ingat pada yg memberi kemenangan. Bersyukur dan berterima kasih pada-Nya. Kontak langsung dengan-Nya, justru pada saat salat.

Demikianlah.
Lalu bila mendapat kemenangan atau kesuksesan, adakah Anda merayakan dg salat?

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 23 September 2008 in Lain-lain

 

Tag: ,

11 responses to “Memaknai Kemenangan dengan Salat

  1. meiy

    23 September 2008 at 09:43

    pagi ini saya baca 3 postingan yg hampir senada, kita sering lupa merayakan Idul Fitri dg lebaran–jadinya ya lebar2, hura2 .

     
  2. yakhanu

    23 September 2008 at 11:38

    betul sekali pak…
    pertamak nich………

     
  3. Daniel Mahendra

    23 September 2008 at 15:52

    Mestinya memang begitu. Karena kemenangan dan kesuksesan, betapa itu sebagai usaha manusia, tetap saja datangnya kan dari Dia bukan…

    Semoga acara di sekolahnya lancar, Mas. Dan puasanya penuh berkah.

     
  4. marshmallow

    23 September 2008 at 19:36

    wah, jadi tercenung menanggapi pertanyaan terakhir.
    merayakan kemenangan atau kesuksesan justru saya cenderung ingat untuk berbagi kebahagiaan dengan manusia lain.
    parahnya, bisa jadi berbagi pun bukan ikhlas pula, tapi penuh dengan kesombongan dan riya.
    ah…

     
  5. SQ

    23 September 2008 at 20:08

    Ya. Shalat dalam pikiran saya adalah menghadirkan “wujud” kepada tuhan dan bentuk kepedulian kepada tuhan. Menandakan saya “ada”.

    Saya kadang terenyuh pak Zul, ada istilah Tuhan selalu mendatangi kita tapi kita tak pernah ada di rumah. Jadi? kenapa kita tidak diam. Sholat, dan membiarkan tuhan mendatangi “qolbu” kita.

     
  6. zoel

    23 September 2008 at 23:06

    sholat emang segalanya dehhhūüėÄ

     
  7. suhadinet

    24 September 2008 at 10:40

    Terimakasih untuk tulisan ini pak zul…
    Saya baru tau kalau itu maknanya.

     
  8. ubadbmarko

    24 September 2008 at 17:05

    tapi sayang kebanyakan dirayakan dengan kue, baju baru dan ketupat, tanpa tahu hakikat dari idul fitri tersebut.

     
  9. Jonbetta

    24 September 2008 at 21:27

    Betul mas…tetapi kadang kita sangat menyesalkan ada sebagian orang menyambut hari kemenangan selepas Idul Fitri justru dengan kegiatan negatif..andai saja semua umat Islam seperti apa yang mas tulis Indah sekali dunia ini

     
  10. musafak

    25 September 2008 at 08:26

    Salah satu tanda tanda hamba yang baik adalah yang pandai bersyukur. Salah satu cr bersyukur yang baik atas keberhasilan atau kemenangan yg kt raih adalah menggiatkan diri utk beribadah spt salat dll. Smg sukses utk menjd hamba yg baik.

     
  11. Catra

    26 September 2008 at 21:00

    sholat bisa menentramkan hati yang gundah

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: