RSS

KEPADA SEMUT (Karya KH A. Mustofa Bisri)

03 Sep

Kepada semut rayap berucap
Kami pun semut, jangan takut!
Kepada rayap kecoa berkata
Kami rayap juga, jangan curiga!
Kepada kecoa tikus mendengus
Kami kecoa lihatlah, jangan salah!
Kepada tikus ular berujar
Kami juga tikus ini, jangan sangsi!
Kepada ular manusia bicara
Kami ular kok mas, jangan cemas

Iklan
 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 3 September 2008 in Puisi

 

Tag: ,

16 responses to “KEPADA SEMUT (Karya KH A. Mustofa Bisri)

  1. Sawali Tuhusetya

    3 September 2008 at 19:23

    puisi pendek yang cerdas dan kritis ala gus mus. ternyata sekarang dah banyak manusia yang berubah jadi ular, ya, pak, kekekeke 😀

    ….> setuju pak sawali. puisi yang mengena jantung hati individu yang merasa pernah menjadi ular. he he….

     
  2. SQ

    3 September 2008 at 19:27

    He.he.he 🙂 kayaknya bakal ketebak apa sambungannya.

    ….> apa, hayo….

     
  3. Daniel Mahendra

    4 September 2008 at 03:00

    Sajak sederhana yang satir. Membuat kita introspeksi.

    …> ungkapan yang tepat. introspeksi diri….

     
  4. ILYAS ASIA

    4 September 2008 at 09:46

    transformasi diri manusia yang hebat

    jika boleh dibilang, manusia memang licik

    …> semoga kita terhindar ya pak…

     
  5. FaNZ

    4 September 2008 at 11:31

    kereennn pakk 😀

    ….> terima kasih….

     
  6. putirenobaiak

    4 September 2008 at 14:32

    puisi pak mus selalu dalam dan dahsyat, penyair hebat dia ya pak zul

    …> iya meiy. yang saya paling senangi puisi berjudul “Rasanya Baru Kemarin”. Asyik, tapi lumayan panjang.

     
  7. fahrizalmochrin

    4 September 2008 at 16:08

    yah manusia yang tak beriman dapat menjadi apa saja ketika berada dikomunitas yang berbeda semoga allah menjaga hati dan perbuatan kita dalam berprilaku dalam berkehidupan

    ….> amin. setuju sekali saya dengan pendapat di atas pak.

     
  8. Rindu

    4 September 2008 at 16:14

    harusnya judulnya kebon binantang kan … hahahah [canda ding]

    …> he he, ngelindur ya mbak ha ha (canda lho)

     
  9. akaldanhati

    5 September 2008 at 06:29

    keren bgt mas… pelajaran bisa kita dapet dari semua makhluk Allah

    …> yap….

     
  10. cinker

    5 September 2008 at 08:57

    lalu apa kata manusia…………..??

    haahaaahaa…..

    ….> lho, ada kan? manusia itu ular yang….

     
  11. si Dion

    5 September 2008 at 10:28

    An-Naml, bahkan semut diabadikan di dalam Al-Quran..

    …> wah betul. setuju banget mas

     
  12. nh18

    5 September 2008 at 16:25

    HHmmmm …
    Uda Mas Zul …
    Ini puisi yang bagus … kocak tapi tajem …

    Selamat menunaikan Ibadah puasa pak ..

    ….> sama-sama pak. panggilannya banyak amat: uda, mas, pak….

     
  13. suhadinet

    5 September 2008 at 23:39

    Ini sindirankan? Buat orang-orang yang punya maksud-maksud tertentu di balik kata-kata ramah dan senyum manis?

    …> boleh jadi demikian pak….

     
  14. Zul ...

    6 September 2008 at 07:54

    Membaca puisi, membaca tanda-tanda!
    Puisi Gus Mus penuh tanda-tanda itu.

    Semoga kita termasuk orang yang pandai membaca tanda-tanda.

    Selamat memetik berkah Ramadhan!

    Tabik!

    …> semoga ya pak….

     
  15. marshmallow

    7 September 2008 at 09:38

    ini puisi menceritakan perilaku orang munafik ya, pak zul.
    saat bersama kawananannya dia mengaku sama, saat bersama musuhnya dia mengaku tak berbeda.
    semua bagi kepentingan diri sendiri.

    …> iya uni. lidahnya bercabang dua. makhluk pintar, termasuk pintar mengelabui. he he

     
  16. budihariyanto

    28 Agustus 2009 at 11:19

    yach gus nanamya juga semut paling menangan kalau rame-rame,tapi kompak,tapi bagusnya manusia kayak semut yach…..,takut kalau kayak ular.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: