RSS

PENGEMBANGAN PROFESI GURU DAN KEGIATAN PENULISAN ILMIAH

30 Agu

Tanggal 25 sampai 28 Agustus 2008, saya bersama guru-guru lainnya mengikuti Workshop Karya Ilmiah Guru Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sesi pertama diisi oleh Bapak Sukirman yang membahas permasalahan Karya Ilmiah dan Pengembangan Profesi Guru, dengan judul makalah “Ruang Lingkup Karya Ilmiah sebagai Pengembangan Profesi”. Berikut rangkumannya.

Guru sebagai sebuah sebuah profesi diharapkan dapat dikembangkan oleh personalnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya oleh guru yang bersangkutan tetapi juga bagi orang banyak. Untuk itu sejak munculnya Keputusan Menpan nomor 43 tahun 1993, guru diberi kesempatan untuk peningkatan keprofesionalannya, salah satunya adalah lewat kegiatan menulis.

Kegiatan menulis sebagai bentuk yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan profesi guru, erat kaitannya dengan kegiatan guru yang akan mengajukan kenaikan pangkat/golongan. Bagi guru pratama/IIa sampai dengan guru dewasa tingkat I/IIId memang tidak disyaratkan harus menghasilkan karya tulis sebagai persyaratan kenaikan pangkat/golongan. Meskipun demikian, tentu sangat dianjurkan bila ada guru mengembangankan dirinya melalui kegiatan menulis sesuai mata pelajaran yang diajarkannya.

Bagi guru Pembina IV/a yang ingin mengajukan kenaikan pangkat/golongannya ke tingkat berikutnya, haruslah memenuhi jumlah angka kredit dari unsur pengembangan profesi sekurang-kurangnya berjumlah 12, di samping jumlah angka kredit komulatif yang disyaratkan.

Ada beberapa jenis dan kegiatan yang bisa di lakukan untuk pengembangan profesi guru, yakni:
Karya tulis/ilmiah di bidang pendidikan
Menemukan teknologi tepat guna
Membuat alat pelajaran/peraga atau alat bimbingan
Menciptakan karya seni
Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum

Seorang guru boleh memilih kelima jenis kegiatan di atas untuk pengembangan profesinya. Namun bila tidak mampu, bisa memilih salah satu jenis kegiatan yang ada.

Untuk karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan seorang guru bisa memilih jenis karya berikut:
Karya tulis/ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survey, dan atau evaluasi
Karya tulis/makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri
Tulisan ilmiah popular
Prasaran berupa tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada pertemuan ilmiah
Buku pelajaran atau modul
Diktat pelajaran
Mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah

Dari 7 jenis karya di atas, seorang guru bisa memilih salah satu bentuk karya yang dikuasainya dan bisa pula beberapa karya atau seluruhnya.

Bentuk Laporan Hasil Penelitian dan Angka Kreditnya
Laporan hasil penelitian dapat dituangkan dalam bentuk buku, dalam majalah ilmiah, atau dalam bentuk makalah. Karya ilmiah yang dapat dinilai angka kreditnya adalah karya tulis ilmiah yang dibuat/disusun setelah periode penilaian terakhir.
Laporan hasil penelitian dalam bentuk buku yang dipublikasikan secara nasional, minimal 300 eksemplar dan beredar minimal di 13 provinsi, angka kreditnya 12,5 setiap karya. Tetapi bila tidak dipublikasikan dan hanya didokumentasikan di perpustakaan sekolah, angka kreditnya 8 setiap karya.
Laporan hasil penelitian yang ditulis dalam majalah ilmiah (majalahnya harus diakui Depdiknas, LIPI, atau dikelola LPTK atau organisasi profesi) angka kreditnya 6 setiap karya.
Laporan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk makalah harus didokumentasikan di perpustakaan sekolah dan disahkan sekurang-kurangnya oleh organisasi profesi atau organisasi ilmiah tingkat kabupaten/kota, angka kreditnya 4 setiap karya.

Untuk karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dalam bentuk buku yang dipublikasikan secara nasional minimal 300 eksemplar di 13 provinsi, angka kreditnya 8 setiap karya. Bila hanya didokumentasikan di perpustakaan sekolah, haruslah disahkan oleh organisasi profesi atau organisasi ilmiah tingkat kabupaten/kota, angka kreditnya 7 setiap karya.
Untuk karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah yang ditulis dalam majalah ilmiah dan diterbitkan secara nasional atau dikelola perguruan tinggi atau organisasi profesi atau organisasi ilmiah, angka kreditnya 4 setiap karya.
Untuk karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah yang ditulis dan hanya didokumentasikan di perpustakaan harus disahkan organisasi profesi atau organisasi ilmiah tingkat kabupaten/kota , angka kreditnya 3,5 setiap karya.

Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada pertemuan ilmiah, angka kreditnya 2,5 setiap kali penyampaian.
Buku pelajaran bertaraf nasional harus mendapat pengesahan dari Direktur Jenderal Dikdasmen atau instansi lain yang ditunjuk, angka kreditnya 5 setiap buku.
Buku pelajaran bertaraf provinsi harus mendapat pengesahan dari Dinas Pendidikan di provinsi setempat, angka kreditnya 3 setiap buku.

Modul bertaraf nasional harus mendapat pengesahan dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah atau instansi lain yang ditunjuk, angka kreditnya 5 setiap modul.
Modul bertaraf provinsi harus mendapat pengesahan dari Dinas Pendidikan di provinsi setempat, angka kreditnya 3 setiap modul.
Mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah harus disahkan oleh kepala sekolah dan organisasi profesi atau organisasi ilmiah sekurang-kurangnya tingkat kabupaten/kota, angka kreditnya 2,5 setiap karya.

Demikian pedoman singkat kegiatan penulisan karya ilmiah dan kaitannya dengan pengembangan profesi guru. Barangkali yang belum dibahas tuntas adalah untuk tulisan-tulisan ilmiah yang ditulis di dunia maya, di blog misalnya.

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Agustus 2008 in Tak Berkategori

 

Tag: ,

7 responses to “PENGEMBANGAN PROFESI GURU DAN KEGIATAN PENULISAN ILMIAH

  1. suhadinet

    30 Agustus 2008 at 12:17

    Banyak yang beranggapan bahwa membuat karya tulis ilmiah itu susah. Sebenarnya tidak. Cuma, pembimbingan dan diskusi memang sangat dibutuhkan, tapi tak tersedia di daerah. Ini yang harusnya difasilitasi dinas pendidikan. Juga media untuk publikasinya.

    …> betul sekali pak suhadi. kadang jarak yang harus ditempuh untuk bimbingan bisa memudarkan semangat para guru dalam meneliti. jadi perlu solusi yang pas menghadapi hal ini.

     
  2. Sawali Tuhusetya

    30 Agustus 2008 at 12:55

    wah, sayang kita ndak sempat ketemu, pak zul. saya sudah ketemu pak maliki. hanya bisa titip salam buat pak zul dan keluarga. suatu ketika mudah2an kita bisa ketemu di darat, pak, hehehehe😆 ada juga temen yang ndak pulang seminggu, pak. habis ikut pelatihan karya ilmiah langsung ikut rakor. selamat menyambut bulan suci ramadhan 1429 H, pak zul, mohon maaf lahir dan batin.

    …> sama-sama pak sawali. mohon maaf lahir batin.

    mungkin lain kali bisa ketemu ya pak….

     
  3. Dhimas

    30 Agustus 2008 at 14:25

    Blog sudah bisa diperhitungkan jadi wadah ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri belum ya?

    …> untuk sementara sebagai kutipan bisa, tapi dijadikan sebagai bentuk tulisan ilmiah yang diperhitungkan ke dalam angka kredit belum.

     
  4. Zul ...

    30 Agustus 2008 at 18:25

    Diklat semacam ini sesungguhnya sangat berguna bagi guru (khususnya PNS), terlepas dari kepentingan untuk naik pangkat atau pun sertifikasi. Guru adalah agen pembaharu dalam dunia pendidikan, khususnya persekolahan. Menulis adalah kebutuhan pokok. Menulis ilmiah adalah salah satu varian dari kegiatan menulis yang bisa menunjukkan tingkat berpikir penulisnya. Untuk kepentingan itu, diklat semacam ini diperlukan.

    Yang jadi persoalan, pasca diklat biasanya berlalu begitu saja bagi peserta diklat. Mereka kembali dengan rutinitas. Apakah hal ini akan terjadi pada peserta diklat seperti yang diceritakan. Aku berharap tidak.

    Sukses!

    Tabik!

    ….> pak zul benar sekali. harus ada kemauan dari para peserta diklat untuk maju. saya sendiri nggak tahu pak, mudah-mudahan bisa mengemban amanah pasca diklat (workshop)

     
  5. marshmallow

    31 Agustus 2008 at 12:30

    memang kebiasaan menulis ini mestinya sudah disemarakkan sejak dulu-dulu, pak zul.
    bukannya dengan menulis kita jadi harus membaca?
    dengan begitu pengetahuan guru pun progresif peningkatannya.
    gak jalan di tempat, melulu mengandalkan pengetahuan yang itu-itu saja.
    baa tu, pak zul?

    …> satuju uni. kalau ingin meningkatkan mutu tulisannya, ia harus rajin mencari literatur, dan itu melalui membaca.

     
  6. Dhimas

    1 September 2008 at 14:04

    Sayang sekali blog belum bisa diperhitungkan ke dalam angka kredit..

    ….> iya. barangkali ke depannya bisa. berdoa saja.

     
  7. Bedy

    24 September 2010 at 14:16

    memamng saya merasakan sendiri dan masinh kebingungan tolong berilak contoh makalah yang bertema dan cocok yang lagi hangat sekarang di bicarakan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: