RSS

Kemarau Musim Ini

02 Agu

ada yang berubah saat tatapmu hinggap
di tingkap mata. kenangan masa lalu
mengambang di perjalanan harap
tentang kemarau musim ini. masih mungkinkah
kumiliki sepasang pipit di cerah senyummu?

kadang kubermimpi persinggahan kota-kota
dalam kelatnya kenyataan. harapan yang
hilang dan yang lenyap entah kemana
namun selalu saja, wajahmu menyapa
di riuhnya suasana

agustus yang kering, wajah kota hilang
di antara debu dan asap. teramat panas
bumi yang kujalani di kesendirian harap
meluruhkan daun-daun sepanjang senja
sementara rangkaian peristiwa
tak lagi berarti dan hilang tak bermakna
:tapi masih mungkinkah ada ruang
yang mampu kuselami di iring langkahmu?

Iklan
 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Agustus 2008 in Puisi

 

Tag: ,

10 responses to “Kemarau Musim Ini

  1. Anto

    3 Agustus 2008 at 15:19

    ingat kenangan masa lalu ya pak?

    …> he he

     
  2. Julia

    3 Agustus 2008 at 15:23

    Jadi ingat lagu KLa Project ‘Meski Tlah Jauh’….

    …> ya, lagu yg bagus. saya juga suka lagu-lagu kla mbak

     
  3. Royyan

    3 Agustus 2008 at 15:26

    Kemarau di tempat saya, brebes, bikin panik. Pekalongan juga ya Pak?

    …> di beberapa tempat mulai kering. kasihan petaninya

     
  4. suhadinet

    3 Agustus 2008 at 17:09

    Pak Zul, puisinya selalu mengekspresikan kemuraman. Saya berharap ini bukan cerminan hidup Bapak. Salam.

    Tapi puisinya selalu oke! Salut.

    …> nggak tahu pak, mengapa selalu muram. suasana hati melihat ketidakberesan yg ada di sekitar mungkin pak

     
  5. langitjiwa

    3 Agustus 2008 at 21:43

    bersama berjuta langkah yg telah menjadikan aku waktu yang selalu menemanimu

    …> terima kasih

     
  6. Rafki RS

    3 Agustus 2008 at 22:53

    Kalau di daerah saya malahan cuacanya nggak menentu.

    …> lumayan pak, ada ademnya saat hujan

     
  7. Sawali Tuhusetya

    3 Agustus 2008 at 23:24

    kemarau? selalu saja mengingatkan saya akan derita hidup masyarakat pinggiran, pak zoel. kemaru selalu akrab dg kekeringan. kekeringan mengakibatkan gagal panen. gagal panen menyebabkan kemiskinan. kemiskinan menyebabkan keterbelakangan. haks, kok jadi muter2 nih, pak, hehehe 😆 puisi pak zoel memang selalu ok!

    …> terima kasih pak sawali

     
  8. cinker

    4 Agustus 2008 at 00:03

    pak kapan puisinya di bukukan…..dari pada capek2 di buat mending di bukukan saja…….!

    …> mau jadi sponsor mas?

     
  9. meiy

    4 Agustus 2008 at 14:19

    kok aku berasa sedih bacanya ya pak zul..
    maap nih baru bw lagi, br pulang dr rimbo 😀

    jadi ketinggalan byk tulisan keren, nyicil deh, rugi kalo gak baca.

    …> wah, cerita rimbonya juga bagus meiy. pendidikan kita masih banyak yg menyedihkan

     
  10. heri

    6 Agustus 2008 at 12:48

    kalo puisinya panjang 2 gitu bikin ke englishnya wah…pusing 😀

    http://hmcahyo.wordpress.com/

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: