RSS

Mengapa Jadi Guru?

01 Agu

Tulisan rekan saya, Bahtiyar Zulal (http://bahtiyarzulal.wordpress.com) cukup membuat saya tersentak. Pertanyaan tersebut juga pernah diajukan pada saya setahun lalu. “Pak Zul dulu ketika memutuskan akan jadi guru apa benar-benar sesuai cita-cita?”

Saya terhenyak ketika itu. Terus terang, dulu saya tidak pernah punya gambaran bakal jadi guru. Bayangan saya begitu tamat kuliah, saya bekerja di LIPI, televisi, editor, atau wartawan media cetak.

Namun dari keisengan memasukkan lamaran kerja, profesi guru akhirnya menjadi pilihan saya.

Tahun 1998 saya memasukkan lamaran di SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan. Dengan IPK 3,4 dan punya sedikit kliping tulisan sendiri yg dimuat di surat kabar, saya pun diterima jadi guru.

Dengan rasa kepercayaan diri yg kurang, saya coba masuki kelas. Awalnya kagok. Tapi beberapa hari kemudian, rasa kagok itu hilang, berganti perasaan yg amat menyenangkan. Berdiri di depan anak-anak, menyapa dengan kelembutan bahasa, telah menumbuhkan perasaan sayang luar biasa. Betapa mata-mata masa depan itu menatap saya dengan penuh harap dan semangat.

Tidak ada teori mendidik atau mengajar yg saya pelajari di bangku kuliah. Saya sadar bahwa yg saya hadapi bukan benda mati, maka kasih sayang yg tulus dalam mendidik dan mengajar akan mampu memberi bekal lebih pada anak didik saya.

Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tidak ada persoalan yg tidak bisa diselesaikan. Kenakalan-kenakalan anak didik adalah hal biasa. Semua pasti bisa diperbaiki dengan kasih sayang dan menumbuhkan percaya diri pada mereka.

Kini kurang lebih 10 tahun sudah saya jadi guru, 7 tahun di swasta dan 3 tahun di sekolah negeri (SMP 2 Talun). Profesi yg belum seberapa dibanding Pak Suhadi, Pak Sawali, Pak Ersis, atau Pak Bahtiyar sendiri. Namun yg pasti, berganti profesi untuk sementara sudah saya kubur. Meski teman saya Hary B Koriun di Riau Pos, mengajak bekerja di sana, saya masih belum goyah. Entahlah di suatu ketika.

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Agustus 2008 in Diari

 

Tag: ,

12 responses to “Mengapa Jadi Guru?

  1. imoe

    1 Agustus 2008 at 19:31

    waduhhhh masih ada yang mempertanyakan profesi guru…kalo ada yang minat berhenti…kasih tau saya…biar saya gantiinnnn hehehehehehe tetap jadi guru pak Zul….dunia pendidikan butuh guru sepertipak zullllllllllll

     
  2. Sawali Tuhusetya

    1 Agustus 2008 at 19:54

    pak zoel memang sudah sangat tepat apabila menjadi seorang guru, dari profesi inilah pak zoel bisa ikut berkiprah *hal sok idealis* dalam melahirkan generasi masa depan yang cerdas dan bermoral. jangan tergiru dg profesi lain, pak, haks, apalagi sudah diangkat sebagai PNS. konon, di dunia ini memang hanya ada 2 profesi, pak, guru dan non-guru, hehehe😆

    …> trims pak atas dukungannya (kayak pilkada aja)

     
  3. yellashakti

    1 Agustus 2008 at 23:54

    anak-anak Indonesia butuh sosok guru seperti Pak Zul, yang menebarkan kasih sayang dalam setiap suasana,,tebarkan virusnya pada kami Pak,,

    …> harus hati-hati mbak, bisa-bisa virusnya menyerang uang belanja

     
  4. arysastra

    2 Agustus 2008 at 16:55

    Halo Zulmasri. Ambo kini karajo di Koran. Di Harian Tribun Batam. Indak ada kesempatan main teater lai doh. Sabanyo lai taragak juo main teater tuh. Tapi indak ado wakatu lai doh. Alah sibuk maurus koran seh. Baa kaba kawan-kawan awak nan lain. Anak Sasindo BP 90 baa kok mailang seh.

    …> walau lamo ndak batamu, sakali batamu langsuang di dunia maya.
    kawan-kawan angk 90 indak tahu ado dima kini

     
  5. zoel chaniago

    2 Agustus 2008 at 21:08

    saya pengen banget jadi guru,,, heheheh minimal dapat istri guru😀

    …> Amiin. mudah-mudahan ada blogger yg kepincut stlh baca komentar ini

     
  6. aminhers

    2 Agustus 2008 at 23:24

    dialogue ;
    In class the teacher have asked to his children :

    -Teacher says : who want to be a teacher..?
    -Children say : I wan to be an engineer, Sir ?
    -Teacher : why….. ???
    -Children : Cause you always give us a home work and engineer build a home for us.
    -Teacher : …. ❓ 😦

    …> oups…

     
  7. potter

    3 Agustus 2008 at 11:18

    Jadilah guru yg baik, yg bisa merangkul siswanya dan berada lebih dekat dg mereka,

    …> terima kasih mas potter

     
  8. suhadinet

    3 Agustus 2008 at 17:21

    Jangan gitu ah Pak Zul. Jadi gak enak nih (*narsis mode ON, hidung kembang-kempis).

    Setiap orang bisa menjadi guru, yang penting niat. Saya yakin Pak Zul adalah guru yang hebat. Saya yakin Bapak telah memberikan inspirasi, semangat, dan pengetahuan yang Bapak miliki tak hanya pada siswa, tapi juga sejawat.

    Saya juga baru jadi guru 8 tahun Pak.

    …> wah baru 8 tahun ya pak.

    ok. tapi komentar pak suhadi kok masuk spam terus?

     
  9. Catra

    4 Agustus 2008 at 04:10

    saya salut pak,,, sekarang setiap anak2 kalau ditanya pasti tidak ada yang menjawab mau jadi guru, sepertinya orang2 kebanyakan tidak mau menjadi guru, tapi saya salut karena bapak menjadi atas kemauan sendiri dengan melamar menjatuhkan pilihan untuk menjadi guru

    …> betul sutan. padahal jadi guru menyenangkan. cuma gaji ya pas pasan

     
  10. JHON WISLY MANURUNG

    5 Agustus 2008 at 12:13

    Salam kenal buat teman semua!

    Halo pak Zul,slamat telah memilih guru menjadi profesi.Karna guru adalah pekerjaan yang mulia sehingga tidak pernah memikirkan kekayaan tetapi adalah kekayaan SORGAWI,tuk itu mari kita jaga amanah ini.

    Guru adalah panggilan hidup,sebab jika semua orang ingin jadi Dokter,Menteri,Presiden dan lainnya.Pertanyaan adalah siapa yang mendidik mereka? Jawaban pasti GURU.Tuk itu guru dikatakan Pahlawan tanpa jasa

    Saya juga Guru dan bekerja di Yayasan di Bekasi,untuk itu saya senang aja kayak Pak Zul sebab ini adalah pekerjaan UNIK sebab yang dihadapi adalah Manusia yang bisa berbicara dan mempunyai otonomi sikap inilah yang kita olah dan bentuk sehingga menjadi manusia yang Berkualitas,Bermoral dan Berintelektual yang dapat berguna buat Negara dan Masyarakat.Itulah kepuasan yang kita dapatkan.

    Hidup pas-pasan bagiku IS NOT PROBLEM ENJOY AJA !!
    Kenyataan bisa! Apa para teman lain mau jadi Guru? ENJOY AJA..he..he..Wassalam ..!

    ….> trims Pak Jhon. Apa yang Bapak katakan benar adanya. Yang penting pekerjaannya dilakukan saja sepenuh hati dan penuh keikhlasan. Pasti gede pahalanya.

     
  11. marshmallow

    8 Agustus 2008 at 09:44

    dulu alm. ayah saya ingin saya jadi dokter.
    setelah saya jadi dokter beliau ingin pula saya mengajar.
    kata beliau, itu adalah ladang amal, amal zariyah insyaAllah.
    tapi memang saya menikmati profesi ini.
    malah sekarang pendidikan lanjutan yang dituntut di major edukasi: medical education.

    *jadi buka rahasia*

    …> iya uni. salut sama uni. tulisan dan pengalaman uni luar biasa….

     
  12. uwiuw

    26 Agustus 2008 at 01:34

    adik sy bakal jadi guru tahun ini. sy sendiri ebrtanya hal yg sama : “mengapa jadi guru ?”…jawab dia “mau tau aja”…sampai sekarang sy masih mengira ingra apa yg ada di otaknya…mengapa dia mau mengambil jalan dimana ‘hampir’ mustahil dia hidup makmur….mungkin soal ini, dia lebih bijak dari sy🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: