RSS

Dalam Sakit

30 Jul

dalam sakit dengan ruang sempit
dan apak
menampar kesendirian dalam kesia-siaan
waktu begitu panjang, dingin mengiris belulang
tiada kata terucap selain keluh dan rintih

dalam sakit dengan ruang sempit dan apak
tak ada yang mengantar bunga selain kecoak
yang berserabutan dengan kepinding dan semut
mencari darah dan sisa-sisa roti busuk

dalam sakit dengan ruang sempit dan apak
di tengah kota
tak ada siapa-siapa, selain orang-orang
yang kadang tak lagi kenal dirinya

Iklan
 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Juli 2008 in Diari

 

Tag: ,

16 responses to “Dalam Sakit

  1. ubadbmarko

    30 Juli 2008 at 10:42

    semoga saja saya masih kenal diri saya.

     
  2. potter

    30 Juli 2008 at 13:00

    Lagi sakit ya bang,,,
    Moga cepet sembuh aja dech,

    …> iya, 2 hari sudah terbaring sakit, tak berdaya

     
  3. jiwakelana

    30 Juli 2008 at 14:06

    hayyo siapa yang sudah lupa diri ini…?

     
  4. musafak

    30 Juli 2008 at 14:48

    Dalam sakit kita jadi ingat.
    Dalam sakit itulah wujud kasih sayang Nya.
    Dalam sakit kita seharusnya menjadi pandai berterima kasih. Semoga kita termasuk hamba yang pandai bersyukur. Amiiin !

     
  5. Achmad Sholeh

    30 Juli 2008 at 16:05

    Dalam sakit dan sempit, semoga pikiran dan hati kita tetap seluas samudera…..salam

     
  6. imoe

    30 Juli 2008 at 18:05

    waduhhhh pak….jangan sakit donggggg…heheheh bagus untaian katanya…menyentuh

     
  7. dhany

    30 Juli 2008 at 21:22

    wizzz calon pengganti chairil anwar nie….

     
  8. yudhi14

    31 Juli 2008 at 07:23

    wah menyentuh sekali
    jadi terharu mas memang kalau kita lagi sakit dunia terasa hampa dan segala gairah terasa hilang.
    semoga kita semua terhindar dari semua kesakitan itu

     
  9. marshmallow

    31 Juli 2008 at 09:17

    mudah-mudahan bukan pak zul yang sedang sakit.
    dalam sakit kita ingat nikmat sehat, jadi lain kali lebih menghargai kesehatan.

    …> yg sakit saya kok uni. kesibukan, jadi telat makan, akhirnya jadi terbaring di tempat tidur.

     
  10. mantan kyai

    31 Juli 2008 at 09:31

    waah … dalaaaaaam ..hiks

     
  11. potter

    31 Juli 2008 at 10:40

    Trimakasih atas kunjungan baliknya,
    Gimana sudah sembuh mas,

    batangnya di Wirosari, yg letaknya di belakang pabrik primatex,
    pernah mampir kesitu mas?

    …> blm sembuh, tapi sdh mendingan. belakang primatex? kalau lewat pernah.

     
  12. Yari NK

    31 Juli 2008 at 13:33

    Wah…. ini sebuah ironi mengenai kehidupan individualis di tengah2 kota besar ya? ūüôā

    …> kelihatannya begitu ya pak yari?

     
  13. yellashakti

    31 Juli 2008 at 14:01

    pak Zul, nanya donk apak itu bahasa apa ya? artinya apa?

    …> apak, kalau di padang artinya sama dg bapak atau ayah.
    apak pada puisi tsb artinya bau yg tidak sedap. bayangin kalau berkeringat, tapi keringatnya bau obat. gak sedap kan? itulah apak.

     
  14. balisugar

    31 Juli 2008 at 20:34

    Apak itu apakah artinya bau dari ruangan yang gak pernah dibuka ? Seperti kamar tua gituh ?

    …> intinya, apak erat kaitannya dg bau tak sedap, termasuk bau kamar yg lama tak dibuka.
    cek KBBI untuk penjelasan yg lebih lengkap

     
  15. suhadinet

    31 Juli 2008 at 22:44

    Sudah gak sakit lagi kan Pak Zul?

    …> Alhamdulillah, sdh mendingan pak.

     
  16. Sawali Tuhusetya

    1 Agustus 2008 at 16:15

    lirik2nya menggambarkan kesunyian dan penderitaan, pak zul, seperti mengingatkan saya akan cerpen “kiritikus adinan” budi darma. ada suasana keterpencilan di tengah keramaian.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: