RSS

Perpisahan Kotak-kotak

25 Jul

hanya satu kata untukmu setelah lukisan keindahan
itu kau buang
:keterasingan dalam kebersamaan
dan pada saat yang sama kita dihadapkan pada
pilihan-pilihan yang teramat sulit

gerhana telah membuat kita sama-sama sakit
matahari kehilangan cahaya. sementara rembulan
menghitam di antara cahaya-cahaya suram
:mengapa pertemuan menjadi tangis berkepanjangan?
mengapa rasa sayang begitu kejam
sebagai impian tanpa kenyataan?
mengapa cahaya terang berubah menggelapkan?
kita jadi terkotak-kotak dan saling curiga
tanpa mampu menjadikan kata sebagai sesuatu yang dipercaya

entah berarti kata maaf, disaat kemarau
telah begitu menghantunya
karena pada saat yang sama, kepercayaan telah luruh dengan sendirinya
dan tinggallah kotak-kotak kosong
tanpa kita tahu
apa isinya

Iklan
 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Juli 2008 in Puisi

 

Tag: ,

7 responses to “Perpisahan Kotak-kotak

  1. ubadbmarko

    25 Juli 2008 at 19:24

    kotak kotak kosong beri arti
    sekedar lukisan gambaran diri
    bahwa tidak ada yang sempurna
    kecuali haribaannya.

     
  2. ven

    25 Juli 2008 at 21:46

    ufffff tragis ya om ketika cinta bisa membuahkan lara…

     
  3. zoel

    25 Juli 2008 at 23:02

    hihihiih ajarin dung pak biar jd puitis juga

     
  4. Sawali Tuhusetya

    25 Juli 2008 at 23:31

    memang repot, pak zul, kalau hidup serba terkotak-kotak, seperti dalam partai politik saja, hehehe ūüėÜ

     
  5. musafak

    26 Juli 2008 at 23:15

    Memang paling enak ngomong pakai puisi, biar bingung semua.
    Tapi yang pasti itulah romantika kehidupan.

     
  6. suhadinet

    27 Juli 2008 at 21:15

    Akankah bangunan kuil kepercayaan yang telah runtuh itu bisa berdiri kokoh kembali? Hanya kotak-kotak balok penyusunnya yang memisahkan diri itu yang bisa menjawab

     
  7. gammamrketua

    17 Juni 2009 at 21:45

    You have very good site!
    Omnia vincit amor et noc cedamus amori

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: