RSS

Pantai Ulak Karang Suatu Malam

13 Jul

sehelai daun gugur lagi malam ini
ketika dua bayang bersijingkat menyapa
dalam gemuruh empasan ombak
dan angin malam yang bercerita
tentang laki-laki tua yang pergi ke laut
membelah malam yang semakin larut

ulak karang pantai yang hilang
ketika kusapa lewat sajak
di malam lengang dan tanpa siapa-siapa
yang mengintip di balik tembok cinta
adakah ini suatu yang tak pasti
atau sebuah teka-teki?

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Juli 2008 in Puisi

 

Tag: ,

12 responses to “Pantai Ulak Karang Suatu Malam

  1. cinker

    13 Juli 2008 at 20:52

    pantai ulak karang ini di mananya pak……

    ….> gak jauh dari universitas bung hatta padang

     
  2. imoe

    13 Juli 2008 at 21:08

    hehehehe takana kenangan lamo pak ? kini pantai ulak karang lah ndak takah dulu lai…

    …> o ya. bagaimana kabar pantainya saat ini pak imoe?

     
  3. Rindu

    14 Juli 2008 at 07:42

    pantai tanpa deburan ombak … [judulnya harusnya ini]

    …> lho, kok tanpa deburan ombak ya mbak?

     
  4. ubadbmarko

    15 Juli 2008 at 10:41

    kayaknya hanya sebuah teka teki deh.

    …> teka-teki bagaimana pak?

     
  5. jiwakelana

    15 Juli 2008 at 12:02

    lelaki tuanya dah kemana ya sekarang…?

    …> lelaki tuanya lagi berkelana dari suatu tempat ke tempat lain. he he

     
  6. fisha17

    15 Juli 2008 at 13:08

    Itu headernya seger banget sih pak.. damai. Gambarnya diambil dimana tuh? Jadi pengen nongkrong and jepret2 disitu.🙂

    …> itu daerah bebukitan ke tempat kerja saya smp 2 talun. jaraknya masih separuh perjalanan lagi, menanjak dan terus menanjak. menggapai awan….

     
  7. indra1082

    15 Juli 2008 at 13:51

    Pada Jago-Jago ya bikin puisi.. Ajarin aku donk…
    Good Luck…

     
  8. tukangobatbersahaja

    15 Juli 2008 at 15:34

    Kangen pantai dan deburan ombak…
    Pak tua kamu dimana??

     
  9. zoel chaniago

    15 Juli 2008 at 19:53

    huh belum pernah ke sana😀

     
  10. azaxs

    16 Juli 2008 at 11:44

    Hmmm dekat dengan teluk bayur pak?

     
  11. babeh

    16 Juli 2008 at 17:52

    lama ga kesini, wah puisinya pas buat nerawang, lebih pas lagih kalo muncul fototnya ya, kayaknya lebih dalem lagih nikmatin ulak karang nyah….

     
  12. Gelandangan

    17 Juli 2008 at 00:01

    wahh baca puisinya serasa dipederaan merasakan kesejukan hembusan udara yang tidak dipenuhi oleh polusi😀

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: