RSS

PEKALONGAN (catatan lelah di suatu kota, 2)

30 Mei

dan juga seperti hari-hari kemarin, apalagi
yang tersisa di pagi ini? jendela-jendela
tetap menutup, sementara kerinduan berbuah tangis
dan dalam kemurungan, hanya tersisa
dendam dan harap yang pengap. ke mana lagi
bisa mencari damai yang didamba?

sri, angin kotamu masih saja berkabar kemarau
dan cerita duka telah terbingkai di perjalanan hari
:adakah pelangi lain berbinar, bila murungmu
kau kunci di penjara hati?
(sementara angin dingin melintas di pagi subuh)

barangkali hidup hanya harapan yang terpisah
lewat gamang dan remangnya langkah
kemarau kian mengeringkan hati, sementara mendung
tak lagi menyerap makna hujan

sri, di matamu kemarau teramat sunyi
sementara curiga dan ketakutan begitu menghantunya
mengantarkan melodi sedih di sebuah kota

Iklan
 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Mei 2008 in Puisi

 

Tag: , ,

12 responses to “PEKALONGAN (catatan lelah di suatu kota, 2)

  1. Alex

    30 Mei 2008 at 09:36

    sri, adakah kau disana ?
    menunggu aku pulang ?

    hehe…….nyambung canda ajo da…

    …> kan kutunggu dg setia. he he

     
  2. Sawali Tuhusetya

    30 Mei 2008 at 10:54

    di dalam lirik ini suasana kesunyian dan kesepian sangat terasa, pak zul. apa pak zul memang merasakan hal seperti itu, hehehehehe … 🙂

    …> ini ungkapan hati dari seorang teman pak. saya ungkai lagi lewat puisi.

     
  3. natazya

    31 Mei 2008 at 12:35

    hmmmm

    baru dapet baby ko lelah?????

    ah…

    pengen punya kampung halaman 😦

    …> ini postingan tertunda mbak. sedianya diposting setelah part 1, ternyata baru bisa sekarang. lagi pula itu kisah dari seorang teman mbak.

    pulang kampung ke tempat saya aja mbak. mau?

     
  4. azaxs

    1 Juni 2008 at 10:34

    Sri itu siapa mas? 😆

    ….> sri? teman yang bercerita tentang keluh kesahnya pada saya. untaian ceritanya saya tulis lagi dan jadilah puisi ini.

     
  5. yellashakti

    1 Juni 2008 at 11:58

    saya dah lama gak ke pekalongan,,temen2 kuliah banyak yang dari sana 😦

    ….> kalau sempat insya Allah bisa ketemu, ber-kopdar-ria ya mbak….

     
  6. cinker

    1 Juni 2008 at 19:41

    baby nya ngak di bawa…mas…!

    sri…sapa tu…..? Hayoooo……….!

    ….> dibawa kemana? pekalongan (catatan lelah 2) sedianya saya posting sebelum si buah hati lahir. tapi tertunda dulu.

     
  7. suhadinet

    1 Juni 2008 at 20:10

    Puisinya bagus sekali Pak Zul

    ….> terima kasih pak. alamat blognya nggak disertakan pak?

     
  8. ika

    2 Juni 2008 at 14:31

    ndang balio sri….ndang balio sri… *didi-kempot-fans.com* 😀

    ….> penggemar didi kempot ya mbak…?

     
  9. eNPe

    2 Juni 2008 at 17:41

    hmm..kok lelah pak?
    ada apa dgn Pekalongan?? 😀

    ….> pekalongan masih seperti biasa mbak. hanya saja ada warganya merasa lelah (hatinya)….

     
  10. langitjiwa

    3 Juni 2008 at 00:29

    melody kesedihan dan rindu menjadi sebuah satu kesatuan.

    ….> dan akhirnya, hati atau jiwanya (bukan mas langit jiwa) menjadi lelah

     
  11. uwiuw

    3 Juli 2008 at 15:03

    ..”juga seperti hari-hari kemarin” kok kayak lirik peter pan ?

    “barangkali hidup hanya harapan yang terpisah
    lewat gamang dan remangnya langkah
    kemarau kian mengeringkan hati, sementara mendung
    tak lagi menyerap makna hujan”

    bait yg bagus sekali…sy jadi teringat bait puisi bikinan temen sy, judlnya episentrum : “hidup itu mengejar bayang2 sendiri”…hehe sy lupa sisanya tapi saat membaca bait datas sy jadi teringat puisi itu 🙂

    …> mirip ya? berarti peterpan yg nyontek, he he…

    puisinya saya tulis tahun 1997 (11 tahun lalu), saat saya blm lama menetap di pekalongan.

     
  12. kusen

    5 September 2009 at 22:34

    he temenan pora kiyeeeeeeeeeeeeeee

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: