RSS

Awas, Uang Kertas Sarang Bakteri

23 Mei

Dibanding dengan uang logam, orang lebih suka dg uang kertas. Selain ringan, uang kertas mudah dibawa ke mana-mana. Akan tetapi tak kita sangka, uang kertas itu merupakan sarang bakteri.

Seseorang yg menyimpan dompet berisi uang kertas di bawah bantalnya, sesungguhnya mendekatkan kepalanya pada sejumlah kuman-kuman yg tak terkira banyaknya.

Uang kertas adalah tempat berkumpulnya bakteri yg sukar dijumpai tandingannya. Pada satu lembar uang kertas saja dijumpai tidak kurang 75.000 bakteri.

Jasad-jasad renik itu menyelip pada retak-retak kecil dan lipatan yg hampir tak tampak, terutama pada lembaran uang kertas yg kertasnya berkualitas rendah.

Penyelidikan yg diadakan di laboratorium menunjukkan, bahwa uang kertas yg telah lama dipakai, mengandung basil diphteri. Benih-benih penyakit itu tetap hidup di dalam lipatan uang kertas itu lebih lima minggu lamanya.

Yang terbesar bahayanya adalah uang kertas yg ditambal dg potongan kertas lain. Di bawah kertas tambalan itu suka bersarang kuman yg berbahaya sekali.

Bila kita mengeruk sedikit permukaan uang kertas dan memasukkan debunya ke dalam setetes air, dapat kita lihat melalui mikroskop sederhana, alam hidup yg mengejutkan.

Beribu-ribu jasad renik dg bentuk yg berbeda mengeriap di dalam tetesan air itu. Banyak juga yg tidak berbahaya bagi manusia. Akan tetapi dengan mikroskop yg lebih kuat, akan tampak beberapa jenis yg dapat menyebabkan penyakit yg sangat mengancam jiwa manusia.

Catatan:
Tulisan di atas merupakan karya saya yg dimuat di surat kabar tahun 1987, saat masih kelas 3 SMP. Sumber tulisan dari buku lama, Seri Empat Sejalan. Tulisan pengingat, sekadar bernostalgia…

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2008 in Esai

 

Tag: , ,

6 responses to “Awas, Uang Kertas Sarang Bakteri

  1. fisha17

    23 Mei 2008 at 10:40

    wow… banyak nian kumannya. Biasakan cuci tangan deh😆

    …> ya betul. kadang saya ngeri beli jajanan yg diambil langsung dengan tangan oleh si penjual. lalu dengan cara yg sama menerima uangnya.

     
  2. zoel chaniago

    23 Mei 2008 at 11:34

    mesti beralik ke kartu kredit nich😆

    …> bagi yg di kota mungkin bisa, tapi bagi yg tinggal di udik?

     
  3. jeunglala

    23 Mei 2008 at 12:06

    Hm, padahal uang receh itu pilihan terakhir untuk dibawa-bawa yaahh… Mulai sekarang, rajin-rajin bawa credit card aja deh.. Yang ini bukan menimbulkan bakteri, tapi menimbulkan tagihan berlebihan di akhir bulan.. hehe
    Oh ya, saya kagum pada dua hal.
    Pertama: kelas 3 SMP sudah canggih bikin artikel sebagus ini?
    Kedua: File jaman 1989 masih ada sampai sekarang?
    wow….

    …> ah mbak, bisa saja. o ya, artikelnya saya kutip kok mbak, terbit tahun 1987, bukan 1989. Alhamdulillah tulisan saya selalu saya arsipkan, walau beberapa juga ada yg hilang

     
  4. wennyaulia

    23 Mei 2008 at 20:33

    uang kertas baunya juga nggak enak😛

    …> waduh, jangan diciumi mbak wenny, bisa-bisa tuh bakteri masuk saluran pernapasan dan berdampak buruk bagi kesehatan. he he

     
  5. vei

    24 Mei 2008 at 02:43

    beuuuhhh kelas 3 smp,, tahun 87,, aku aja blom lahir mas.. hihihi
    aku lahir tahun 88

    …> hi hi. tahun 1987 mas vei baru proses pembentukan yak…

     
  6. putirenobaiak

    29 Mei 2008 at 12:44

    wowo pak zul 3 smp saja sudah keren tulisannya, hebat
    dan uangnya mengerikan hehe😀

    …> ah, biasa saja meiy

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: