RSS

Senja Ini Daun-daun Pun Berguguran

16 Mei

senja ini daun-daun pun berguguran disentuh angin
langit muram. matahari menyembunyikan cahaya
sekejap ada bayang menatap. daun-daun kembali berguguran

senja di sepanjang jalan hanya ada guguran daun-daun
mendung kian menebal. pohon-pohon kaku menahan
dingin dan gerimis. sesaat ada tanya tak terjawab
dan diam pun berpacu dengan waktu

senja ini daun-daun pun berguguran disentuh angin
seekor kelelawar hinggap di dahan mengucap salam:
“sudahlah senja yang muram
mengapa di hati masih menyimpan dendam
dari lelaki yang pergi
dan tak pernah kembali?”

di persimpangan jalan ada bayang lain jalan tergesa
memikul beban di pundaknya
angin tak menyapa. langit kian memuramkan cahaya
sepercik pasir menangkap daun yang gugur
tanpa menyapa kita yang diam dalam gumam
:kapan ada kejujuran tanpa seribu makna?

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Mei 2008 in Puisi

 

Tag: , ,

12 responses to “Senja Ini Daun-daun Pun Berguguran

  1. langitjiwa

    16 Mei 2008 at 21:11

    seribu makna yg menjadikan kejujuran tanya pada hati ini.

    …> trims apresiasinya, mas.

     
  2. Hasan Seru

    17 Mei 2008 at 07:18

    suka bikin pusii juga, sip dah!ūüôā

    …> iya, sejak duduk di bangku smp dulu. trims telah berkunjung.

     
  3. adiost

    17 Mei 2008 at 07:23

    seperti halnya senja ini…..
    dalam luluh kukorek benalu….
    benalu dalam jiwa………
    yang menghujam hingga kian tak berjiwa

    …> trims atas apresiasinya pak.

     
  4. indra1082

    17 Mei 2008 at 08:43

    DUKUNG & DOAKAN TIM UBER INDONESIA

     
  5. gama

    17 Mei 2008 at 09:45

    “kapan ada kejujuran tanpa seribu makna?”

    ini retoris kan?!

    puisinya sedih sekali bang. it sounds sad. curhat ya? well…. memang kadang ‘lelaki’ itu harus pergi, dan ‘dendam’ memang tidak bisa cepat hanyut seperti teorinya mendendam itu jelek, karena bawah sadar kita butuh sebuah proses untuk mematangkan sikap tidak menyimpan ‘dendam’ terlalu lama.

    puisinya indah!

    …> retoris? he he.
    trims da gama atas apresiasinya

     
  6. zoel chaniago

    17 Mei 2008 at 10:25

    puisi yang bagusss

    …> trims da zoel apresiasinya

     
  7. edratna

    17 Mei 2008 at 10:40

    Setelah gerimis, akan ada pelangi…..karena ada senja ada pagi yang merekah…juga ada siang, ada malam….semua akan selalu bergantian.
    Tanpa menikmati kesulitan, kita tak bisa menerima makna kebahagiaan dan keberhasilan.

    …> trims apresiasinya bu

     
  8. syahrizal pulungan

    17 Mei 2008 at 15:29

    bagus banget puisinya

    …> trims apresiasinya

     
  9. realylife

    17 Mei 2008 at 16:01

    semoha kejujuran akan selalu tetap ada sampai akhir zaman kelak

    …> semoga ya

     
  10. hanna

    17 Mei 2008 at 16:44

    puisinya bagus…

    …> trims mbak hanna

     
  11. doelsoehono

    17 Mei 2008 at 23:54

    wah oce punya ni puisinya ……

    salam kenal mas

    …> trims mas doel. salam kenal balik ya

     
  12. putirenobaiak

    19 Mei 2008 at 12:23

    biarlah dedaun gugur
    mengorbankan dirinya
    menjadi tanah
    memberi kehidupan bagi
    pohon induknya

    komenku oot yo daūüėÄ

    …> kadang guguran daun menjadi sangat berarti bagi pohonnya. meiy benar…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: