RSS

TKI, Pahlawan atau Pemerasan Manusia?

01 Mei

Pada saat peringatan Hari Buruh yang jatuh tanggal 1 Mei, hari ini, pikiran saya melayang pada tenaga kerja yg dikirim ke luar negeri (TKI). Sebagai tenaga kerja, mereka merupakan bagian yg tak terpisahkan dari dunia buruh. Pekerjaan mereka di luar negeri tidak beda dengan yg bekerja di dalam negeri. Menjadi buruh di perkebunan, pabrik, hingga pembantu rumah tangga.

Ada yang sukses, namun banyak juga yg menuai bencana. Diperkosa, dianiaya, bahkan dihabisi nyawanya. Perlindungan yang diberikan pemerintah amat lemah. Tak ayal, saban waktu kita mendengar bencana demi bencana mereka terima.

Lalu mereka diberi gelar pahlawan devisa, sebuah gelar ironis, yg juga diterima para guru (pahlawan tanda jasa).

Benarkah mereka perlu diberi embel-embel pahlawan devisa? Tidakkah justru yg terjadi pemerasan manusia?

Hari ini buruh merayakan hari mereka. Tapi bagi TKI adakah mereka merasa aman dan nyaman untuk bekerja?

Bagaimana kawan-kawan pembaca? Tanggapannya saya tunggu….

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Mei 2008 in Lain-lain

 

Tag: ,

One response to “TKI, Pahlawan atau Pemerasan Manusia?

  1. verri4

    7 Mei 2008 at 18:28

    ya memang perlindungan dari pemerintah tentang TKW di luar sangat minim.. Mereka pergi ke luar negeri bukan untuk menyelamatkan negara atau mungkin ingin mendapat gelar pahlawan devisa.. yang jelas mereka pergi keluar sana untuk menyelmatkan hidup keluarganya… dan itu yang aku rasakan sekarang.. ibu ku pergi blum pulang – pulang..

    hmm i so miss her..

    …>betul mas verri. tahun 1992 saya sempat mampir ke barak-barak TKI yg sering dirazia polis malaysia. kehidupan mereka amat memprihatinkan.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: