RSS

Ketika Suatu Kali dalam Hujan

21 Apr

ketika suatu kali dalam hujan kita bercerita
ada mendung di matamu; kutahu itu
senja telah membuat kita larut
dan di kafe, es kelapa muda telah lama kita habiskan

dalam deru hujan kita sama menanti
entah apa, sesuatu yang tak pasti, barangkali
kita tak saling bicara, meski kita sama
menginginkan itu. mata kita senantiasa
meninggalkan bayangan-bayangan ketakutan
(atau mungkin ketidakpastian)

di luar masih hujan; desember yang lembab
dan murung. kita mendengar ada bisik-bisik
sepasang kekasih bicara dalam remang
mesra sekali. aku tiba-tiba merasa cemburu

suara musik itu; ah, mengapa kita jadi
seperti ini. sama memanjakan diri dalam
kekerasan hati. kita terbentur kata
meski dalam hati kita menggerutu

kafe tua; “menyebalkan!”umpatmu
hujan itu masih saja menjadikan kita
terbelenggu
meski kita telah coba menyelami
betapa jauh perjalanan yang mesti ditempuh
tanpa kita tahu, kapan berakhirnya

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 21 April 2008 in Puisi

 

Tag: ,

5 responses to “Ketika Suatu Kali dalam Hujan

  1. afraafifah

    22 April 2008 at 04:26

    puisinya indah pak… ‘terdiam dalam hujan’

    …> Terima kasih ya

     
  2. myviolet

    23 April 2008 at 09:03

    mmmmmm
    ternyta pak guru ini seorang yang puitis juga ya……..
    gak ngira…
    cz klo diliat dari tampangnya…
    kayak guru SMA ku yang paling garang…
    kwkakakaka..
    becanda ya pak….

    …>Beda antara isi dg kulit ya

     
  3. realylife

    23 April 2008 at 16:42

    semoga banyak renungan yang membuat kita mengerti arti sebenar perjalanan hidup kita
    amin

    …>Amin. Kearifan muncul dari perjalanan hidup itu, termasuk Bung Said tentunya.

     
  4. Robert Manurung

    23 April 2008 at 18:51

    puisinya sangat impresif. Salam kenal dari jakarta.

    Aku baru memposting artikel mengenai demokrasi, terkait dengan Ahmadiyah. bagi yang berminat, lihat di sini

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/
    Terima kasih
    ayomerdeka!

    …>Salam kenal juga. Trims kunjungannya. Segera saya lakukan kunjungan balasan

     
  5. meiy

    24 April 2008 at 09:21

    hujaaaan…
    jikolah hujan ati den ibo,
    ondeh takana lagu itu ambo ko da hehe

    puisimu selalu penuh diksi yg hebat…enak dinikmati

    …> hujan…
    jika hujan hatiku ibo
    teringat saat kita berdua.., dst. Hujan penuh kenangan ya meiy

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: