RSS

Panggil Aku Kartini Saja

21 Apr

Andai Kartini bisa berumur panjang.

Sebagaimana Pramoedya Ananta Toer, saya juga laki-laki. Laki-laki yang lahir dari rahim perempuan. Tidaklah salah dan berlebihan kalau menulis tentang perempuan.

Dan perempuan itu adalah Kartini.

Pram tidak pernah ketemu langsung dengan Kartini. Wawasan sejarah yang dimilikinyalah yg membuat Pram menulis “Panggil Aku Kartini Saja”.

Kartini memang lahir dari keturunan ningrat. Dalam beberapa buku yg mmbahas dirinya, namanya diawali R.A. (Raden Ajeng). Suatu awalan, embel-embel ningrat yang tak disukainya.

Andai Kartini dengan pikiran cerdasnya lahir sekarang…

Perhatian Kartini terhadap keadaan bangsanya, terutama kaumnya amat besar. Lewat surat kepada Stella sahabatnya, ia menulis ide-ide dan keluhannya. Mulai dari persoalan keterpurukan perempuan, korupsi, nasib wong cilik, kesetaraan gender, dan cita-cita besarnya terhadap kaum dan bangsanya.

Tanggal 21 April kita memperingati keberadaannya.

Tapi kalau saja Kartini bisa melihat kegiatan pada hari memperingati keberadaanya itu, tentu yg ada hanya rasa sedih. Kegiatan memperingati keberadaannya diisi dg kontes (kebaya, sanggul, atau kecantikan), demo masak, dsb. Jauh dari cita-cita Kartini.

Kartini sudah pergi pada usia muda, 24 tahun.
Namun cita-cita dan semangatnya tetap membara, hidup dan menjadi inspirasi generasi kini.

Jadi, memperingati keberadaan Kartini perlu lebih berarti, bukan sekadar pamer betis atau kontes kebaya dan lomba memasak saja. Para wanita/perempuan mulailah memikirkan nasib bangsa, tentu dg kegiatan lebih bermakna.

Selamat hari Kartini.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 21 April 2008 in Lain-lain

 

Tag: ,

6 responses to “Panggil Aku Kartini Saja

  1. sawali tuhusetya

    21 April 2008 at 01:25

    wew… sama2 guru, memosting tulisan saja topiknya sama, pak zul, kekekekeūüėÜ buku yang dijadikan rujukan juga sama: “Panggil Aku Kartini Saja!:”

    …>Lho, kok…?

     
  2. Menik

    21 April 2008 at 06:07

    @ pak zul dan pak sawali
    Aku juga guru…
    aku juga mosting tentang kartini…
    *tapi malah dgn cara yg lain* :mrgreen:

    …> profesi sama, idenya juga sama ya

     
  3. desmeli

    22 April 2008 at 11:30

    Selamat hari kartini aja deh :d

     
  4. meiy

    24 April 2008 at 09:26

    kita memang sering lupa hakikat ya da,

    sejujurnya, aku dulu sinis dg perayaan Kartini, sebel kok hanya Kartini saja yg diagung2kan, banyak pahlawan wanita Indonesia lain yg lebih hebat malah, tapi setelah membaca bukunya Pak Pram itu, aku jadi salut pada beliau, di zamannya dan keterbatasan hak perempuan dia bisa punya pikiran2 yg cemerlang. hanya aku kecewa, kenapa Kartini tak berusaha menolak dijadikan istri ke empat hehe..(ya krn sikon zaman juga kali yah)

    namun mengkultuskan hanya Kartini? aku tetap tak setuju, banyak perempuan Indonesia yg lain.

    …> Benar meiy. selain kartini kita punya bundo-bundo nan lain. kapan-kapan di posting meiy

     
  5. shieni

    22 Mei 2008 at 18:00

    tentu kartini benar benar seorang wanita pintar pada jamannya dan masa kini. wanita seperti dialah yang harusnya lahir dari perut perut perempuan indonesia, dan bukan wanita atau lelaki yang membatasi pikiran dan langkahnya dengan hal hal irreasional

    …> benar sekali. catatan ataupun surat-suratnya menunjukkan kesungguhan luar biasa kartini agar kaumnya bisa keluar dari kebodohan dan keterkungkungan adat, budaya, dan pikiran.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: