RSS

UN: Menghitung Hari

14 Apr

Ujian Nasional (UN) sudah hampir dimulai. Untuk SMA dilaksanakan mulai 22 April dan SMP tanggal 5 Mei. Bagi siswa SMA, UN tahun ini lumayan berat dibanding tahun sebelumya. Selain penambahan 3 mapel, hari pelaksanaannya pun hanya 3 hari. Dengan kata lain, 2 mapel dalam sehari.

Untuk siswa SMP mungkin lebih beruntung. Dengan 4 mapel, mereka ujian selama 4 hari.

Akan tetapi kita perlu mencermati lebih jauh perbedaan ini. Boleh jadi dengan 4 mapel tingkat ketidaklulusan siswa SMP lebih tinggi. Hal ini dapat dipahami, karena biasanya ada konversi nilai, sesuai tingkat kesulitan soal dan mapelnya.

Khusus untuk SMP, ada indikasi tahun depan mapel yang akan di-UN-kan ditambahi mapel IPS. Isyarat itu sudah ada, karena adanya indikasi pengumpulan soal-soal IPS di Puspendik.

Lalu bagaimana persiapan menghadapi UN yg tinggal menghitung hari itu?

Keluhan, kecemasan, atau rasa khawatir senantiasa menghinggapi diri siswa. Perasaan dag dig dug dan stres, berujung pada pertanyaan: lulus nggak ya?

Guru-guru pun dihinggapi perasaan khawatir, terutama guru mapel UN yang mengajar di kelas terakhir. Hasil try out yang mengecewakan ditambah motivasi sebagian anak didik yang mencapai titik nadir. Benar-benar situasi yang tidak nyaman.

Menyongsong hari-hari dengan kejenuhan luar biasa mesti dicari jalan keluarnya. Refreshing ringan perlu dilakukan. Kembali menata langkah, arah, dan tujuan mutlak dilakukan. Puncak dari semua itu adalah penyerahan diri secara mutlak kepada Sang Pencipta.

Refleksi diri dengan penyadaran harus diberikan kepada siswa. Disaat siswa panik dengan hasil try out, maka Bapak/Ibu guru harus memberi motivasi dengan harapan-harapan, jangan memberi siswa ketakutan-ketakutan.

Salah kaprah dengan menakut-nakuti anak didik hanya akan menjadikan mereka kian stres dan tertekan. Bila demikian, pikiran fresh mereka akan berubah jadi buntu.

Menghitung hari, mari bersama benahi diri.

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 14 April 2008 in Tak Berkategori

 

Tag: ,

9 responses to “UN: Menghitung Hari

  1. sawali tuhusetya

    14 April 2008 at 09:25

    saya jadi begitu pesimis kalau Un dapat mencerdaskan anak, pak zul. idealnya un bukan sbg penentu kelulusan, melainkan hanya sekadar jadi media pemetaan mutu pendidikan. sekolah yang un-nya rendah itu justru yang perlu diperhatikan dan disubsidi. selama ini tdk begitu. justru sekolah yang un-nya tinggi malah dapat kemudahan2 termasuk dalam mendapatkan blockgrant. padahal nilai un selama ini juga rawan dg kecurangan loh!

    …> setuju pak. kenyataan pendidikan di negeri ini memang demikian. tidak mengherankan un bukan mendidik atau mencerdaskan. un yg penuh kecurangan berarti ngajari anak untuk tidak jujur dan jadi manipulator.

    ketidakadilan dunia pendidikan di negeri ini memang parah pak. ya spt dana bantuan (yg kalau dapat juga dikorup). sekolah banyak yg ambruk merupakan bukti ketidakadilan itu sebagai potret buram dunia pendidikan kita

     
  2. artja

    14 April 2008 at 12:12

    yang penting memang mengkondisikan agar siswa tidak stres sebelum menghadapi UN. yang juga penting, mereka tak perlu disudutkan ketika gagal memperoleh hasil yang baik pada UN. ukuran kecerdasan kan tidak bisa diukur hanya dari tes beberapa saat saja.

    …> Iya. adalah keliru bila guru selalu menakut-nakuti siswa dg pernyataan gak lulus atau bayangan yg bikin siswa tidak rileks

     
  3. eswee

    14 April 2008 at 16:05

    🙂 wah judul tulisan kita mirip ya pak, sama-sama ngitungin hari rupanya. Kalo saya berusaha menghindari mengucapkan ..”tidak lulus”.. pada anak-anak, takut ntar jadi doa kalo keseringan disebut. Yang selalu saya ucapkan di akhir pelajaran biasanya mudah-mudahan kalian semua lulus ya nak. Amiiiinnn (langsung diamini satu kelas)
    Oya, saya ngajar bahasa inggris di sman 4 Banjarbaru. Senang berkenalan dan membaca tulisan-tulisan bapak. Mudah-mudahan saya juga bisa ketularan pinter nulis kayak bapak ya..masih belajar menuangkan isi hati dan pikiran lewat tulisan di blog nih pak.

    …> iya ya. Tapi pada dasarnya tujuan dan keinginan kita sama ya bu. Ok, blognya saya link ya…

     
  4. wennyaulia

    14 April 2008 at 16:39

    wah, sudah lama tidak merasakan ketegangan ujian sekolah
    ujian kuliah mah gak horor2 banget
    hehehe

    ….> ya mbak. Ruang lingkup an suasananya beda jauh.

     
  5. realylife

    14 April 2008 at 18:36

    setuju , mari benahi diri bersama

    …> ayo……

     
  6. ashardi

    15 April 2008 at 07:54

    blajar yang rajin…biar lulus😉

    …> Amiin

     
  7. unai

    15 April 2008 at 08:30

    UN yang sangat rawan kecurangan, nggak murni…betul pak…perlu pembenahan di sana sini.

    …> Tugas kita semua ya bu. tapi bisa nggak? pak sawali aja merasa pesimis.

     
  8. desmeli

    15 April 2008 at 12:35

    Salah kaprah dengan menakut-nakuti anak didik hanya akan menjadikan mereka kian stres dan tertekan. Bila demikian, pikiran fresh mereka akan berubah jadi buntu.

    benar sekali ini pak, jika makin ditakuti maka akan semakin sulit kosentrasi😀

    …> Yap. yg penting tetap bisa memupuk rasa percaya diri mereka hingga un rampung.

     
  9. Menik

    17 April 2008 at 17:14

    Bapak bikin saya juga dad dig dug duer menanti UN adik2 saya di sekolah😦
    Tp saya yakin pemerintah juga tidak akan memberatkan dalam mencoba sistem baru ini Pak.
    Thinking positive sajah🙂
    Insya Allah semua anak didik kita lulus semua🙂
    *mumets lagi deh mikirin UN anak2*

    …> Saat mumet mikirin kelulusan UN, jalan terbaik adalah tetap tenang dan meyakini diri bahwa nggak ada yg sulit kalau mau berusaha. Seseorang tetap akan kesulitan apabila tetap berpikir bahwa semuanya sulit. Tentu semua juga harus diikuti usaha/belajar dan berdoa

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: