RSS

Gedung Sekolah yang Ambruk

10 Apr

Sore ini saya melihat sebuah bangunan SD ambruk melalui tayangan berita televisi. Tak ada korban, karena gedungnya ambruk saat siswa tidak sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Berita tentang bangunan sekolah yang ambruk tidak sekali dua kali kita dengar. Setelah mendengar ada bangunan sekolah ambruk di sebuah daerah, di daerah lain pun terdengar berita yang sama.

Apa yang terbayang di pikiran Anda kalau yang ambruk itu adalah bangunan yang di dalamnya ada anak Anda? Atau mungkin sebagai seorang guru, Anda yang sedang mengajar bersama para siswa tiba-tiba tertimpa bangunan yang ambruk, bagaimana kira-kira nasib Anda dan para siswa?

Ngeri, tentu saja.

Kejadian sekolah ambruk dengan membawa korban bukan tak pernah terjadi. Tanggal 27 Maret lalu misalnya SD 3 Pasundan roboh. Sebanyak 21 siswa luka-luka, beberapa di antaranya luka berat.

Lalu dengan kejadian seperti itu, berbagai alibi pun bermunculan. Ada sekolah yang sudah berkali-kali minta bantuan ke Diknas tapi tidak kunjung ditanggapi. Ada daerah yang anggaran pendidikannya sangat minim. Di sisi lain ada beberapa sekolah yang baru beberapa bulan direhab kembali ambruk karena rehabnya diproyekkan dengan biaya seadanya.

Punya pengalaman juga tentang sekolah ambruk? Mari berbagi pengalaman/cerita.

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 10 April 2008 in Tak Berkategori

 

Tag: ,

5 responses to “Gedung Sekolah yang Ambruk

  1. Sawali Tuhusetya

    10 April 2008 at 17:52

    pak zul, kejadian tragis semacam itu makin menunjukka betapa kepedulian pemerintah terhadap fasilitas pendididikan demikian rendah. saya jadi ngeri bagaimana kalau uu bhp benar2 diberlakukan. mampukah2 sekolah2 di daerah peinggiran bisa melakukan rehabilitasl?

    …> UU BHP diterapkan, mungkin sekolah ambruk akan lebih banyak lagi pak. nggak ada biaya

     
  2. desmeli

    11 April 2008 at 10:33

    hhmmmmpfff….kenapa oh kenap pendidikan dan kesehatan yang notabene merupakan agenda paling penting malah justru kalah sama pariwisata yah :((

    …> mungkin pariwisata dianggap mendatangkan devisa (langsung). sementara pendidikan dan kesehatan lebih banyak ngeluarin dana

     
  3. fisha17

    11 April 2008 at 14:31

    Kasian ya bang… Mana neh janji2 pemimpin waktu pilkada??

    …> janji tinggal janji ya…

     
  4. ven

    11 April 2008 at 22:44

    duuuh sedih bgt…
    mau jadi apa yah masa depan pendidikan bangsa ini

    …>inilah masalah kita semua. pengen maju tapi tdk dibarengi sarana memadai.

     
  5. komariah

    12 April 2008 at 22:39

    kiranya kita do’akan agar diberi kemudahan pikiran dan hatinya terhadap yang berwewenang mengurusinya,…
    salam takzim

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: