RSS

Kepergian

08 Apr

suatu ketika aku akan katakan padamu:
“selamat tinggal….”
walau mungkin tanpa iringmu, tak ada lambai itu
tapi kau harus mengerti, itu aku tak butuh
perpisahan yang menakutkan, kadang suatu keberuntungan
(kau masih percaya bukan?)
pertemuan-pertemuan selama ini
telah membawa kita kembali ke persimpangan
tanpa bisa memilih jalan yang mesti dilalui

“selamat tinggal…!” kuteriakkan itu
dikesendirian pada jalan yang memang lengang
masihkah kau kan tulikan telinga
ketika kau tahu itu ucapanku yang terakhir?
barangkali ini hanyalah arogansi yang kau pamerkan
sebab kutahu, matamu masih menyimpan cahaya rindu
akankah dustamu kembali mewarnai
hari-hari yang tak lagi berlari?

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2008 in Puisi

 

Tag: ,

11 responses to “Kepergian

  1. ven

    8 April 2008 at 21:05

    waaah pandai bersyair ternyataaaa

    *jadi maknanya apa?? oon mode on :mrgreen:*

    Tapi emang bener, perpisahan tuh sesuatu yg menakutkan. Aku paling benci dg perpisahan. Apalagi ama orang yg disayang, ya nggaaaa.

    …> Iya. Jangan sampai ya…

     
  2. artja

    9 April 2008 at 08:42

    kalau pertemuan hanya membawa pada persimpangan
    tanpa satu pun pilihan yang nyaman
    maka perpisahan menjadi hal yang paling memungkinkan
    meskipun jarak terkadang hanya melahirkan kerinduan…

    …> Paling tidak jarak dan waktu bisa menuai kenyataan yg mesti dihadapi untuk diri di masa depan

     
  3. putirenobaiak

    9 April 2008 at 10:16

    sudah kuucapkan selamat tinggal ribuan kali,
    hanya di bibir
    tapi di hati dia tak pergi

    …> Nah, itu dia masalahnya. Rumit kan?

     
  4. uwiuw

    9 April 2008 at 11:01

    bait : hari-hari yang tak lagi berlari? ini mengingatkan pd salah satu puisi terbaik chairl anwar, berjudul Senja di pelabuhan kecil….ini nih baitnya
    ,
    “…desir hari lari berenang..”

    …> Yg pasti beda jauh kan? Penggunaan kata (hari, lari) dan suasana yg sama -pada larik bukan bait- untuk hal yg berbeda. (Komentar yg hampir senada dari Pak Sawali untuk puisi Senja yg Melelahkan)

     
  5. Advokat listiana

    9 April 2008 at 12:11

    lho…meang mau kemana?? (binggung)

    …> Blm tahu mau kemana…

     
  6. komariyah

    9 April 2008 at 20:46

    membaca puisi yang satu ini, sembili di hatiku…
    mau menangis namun air mataku kering telah abis…
    kenyataan pahit seperti itu berulang kali kualami…
    kadang hati dan pikiran saling berseberangan…
    getir … getir …. pilu…

    salam takzim,
    komariyah
    cat. Pak Zul, saya memang masih muda… cuma boros dimuka dan belum berkesempatan diberi pendamping alias masih jomblo …
    do’akan cepet ya….

    …> Wah, maaf ya Bu atas persangkaan yg keliru. Semoga puisinya sedikit menghibur. Puisinya tentang kenangan pahit saya saat kuliah dulu.

    Semoga harapan Bu Komariyah cepat terkabul.

    Salam

     
  7. myviolet

    10 April 2008 at 00:43

    urang awak ko pak?
    salam kenal yo..
    dima kini?
    awak di jogja

    …> salam kenal juga. Ambo di pekalongan

     
  8. f

    11 April 2008 at 14:24

    Salam dari Koto Anau Mak..:) Santiang Mamak mambuek puisi mah,…tuka link wak baa nyo Mak? Urang Pasisia lah wak tambahan dulu..Mokasi sabalumnyo Mak..

    …> O iyolah. link-nya juga alah ambo cantumkan

     
  9. afraafifah

    13 April 2008 at 14:20

    perpisahan memang menyakitkan…

    …> Punya pengalaman yang sama tentang perpisahan mbak?

     
  10. afraafifah

    14 April 2008 at 04:47

    …> Punya pengalaman yang sama tentang perpisahan mbak?

    hmm iya..dan tidak mau itu terjadi lagi..

    …> Semoga ya mbak. eh, dari alamat emailnya sepertinya ada unsur minangnya. mbak afra dari minang atau ortu?

     
  11. afraafifah

    14 April 2008 at 05:33

    ayah saya dari Solok pak..tepatnya di Kampung Selayo. Chaniago Kalampayan ^_^

    Ibu saya dari betawi asli.. hehe .. minangnya dr Ayah b’arti bukan minang ya😀 -matrilineal (mode:on)-

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: