RSS

L A U T

06 Apr

laut itu, sejuta kenangan telah tercecer
sepanjang pantai
ketika kuingat: pantaimu masih saja seperti dulu
dalam landainya dikejar ombak
yang selalu meninggalkan buih
dan laut, selalu kurindu itu
ketika tanganmu terentang menggapai kapal
dan batas cakrawala

malam, telah sama kita dengar bait lagu
di antara gemuruh dan mendung bergayut
lautmu beriak di antara pantai-pantai
yang selalu saja mendeburkan ombak
apa kabar angin yang datang dari barat?
(tangismu masih di sini), ketika kumerasa bahwa
kita telah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan
yang kita sukai. kita kembali ke kehidupan semula
monoton
dan kita tak menyadarinya

seperti laut, ombak dan riak selalu
tak berarti. membosankan
seperti laut, kita adalah bayangan-bayangan
yang tak pernah mengerti dan mau memahami
mengapa laut harus beriak

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 6 April 2008 in Puisi

 

Tag:

3 responses to “L A U T

  1. Ersis Warmansyah Abbas

    6 April 2008 at 16:20

    Asyik tu uisi tentang laut … ngiler

    …> Trims mas Ersis. Senang laut juga?

     
  2. komariah

    6 April 2008 at 19:12

    Ass. …
    salam kenal kembali
    puisinya puitis ya…

    Komariyah

    …> Wass.
    Trims Bu ya. Salut pada Ibu yg tetap berjiwa muda dan senang dunia tulis-menulis.

     
  3. Rizki on benbego

    6 April 2008 at 22:03

    wah, pecinta laut sejati. puisinya ok banget

    …> Trims. pecinta laut juga kan?

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: