RSS

Pedoman Singkat Karya Tulis/Ilmiah Versi 2

01 Apr

BAGIAN-BAGIAN KARYA TULIS

A. Bagian Pelengkap Pendahuluan
1. Halaman Judul
2.Halaman Pengesahan
3.Halaman Persembahan
4.Halaman Motto
5.Kata Pengantar
6.Daftar Isi
7.Daftar Gambar/tabel (kalau ada)

B. Bagian Isi Karangan
1. Pendahuluan
2. Tubuh Karangan/Isi
3. Penutup (kesimpulan dan Saran)

C. Bagian Pelengkap Penutup
1. Apendiks (catatan punggung)
2. Daftar Pustaka
3. Lampiran-lampiran
4. Indeks

MARGIN PENULISAN
Batas Kiri    : 4 cm
Batas Atas    : 4 cm
Batas Bawah    : 2,5 – 3 cm
Batas Kanan    : 2,5 – 3 cm
Ukuran Kertas    : HVS Kuarto

PENJELASAN
1. Halaman Judul
Berisi: judul karya tulis, etiket karya tulis, identitas penyusun, identitas instansi
2. Halaman Pengesahan
Berisi: judul karya tulis, pengesahan oleh pembimbing, dan pimpinan jurusan/fakultas
3. Halaman Persembahan
Berisi: kepada siapa karya tulis itu ditujukan
4. Halaman Motto
Berisi: prinsip hidup, kata-kata penyemangat, kata mutiara, dan sebagainya.
5. Kata Pengantar
Berisi: ucapan puji syukur, penjelasan judul dan dalam rangka apa penulisan itu dibuat, suka-duka penulis dalam melakukan penelitian, pernyataan terima kasih, dan harapan penulis terhadap karya tulis yang dibuatnya itu.
6. Daftar Isi
Berisi: bab dan judul bab serta sub-sub bab dari karya tulis
7. Bagian Isi Karangan
A. Pendahuluan
a. Alasan Pemilihan Judul / Latar Belakang Masalah
b. Batasan Masalah
c. Tujuan Penulisan
d. Sistematika Penulisan

B. Tubuh Karangan/Isi
Berisi Landasan Teori, Metode Penelitian, dan pembahasan terhadap permasalahan
C. Penutup
Berisi Kesimpulan dan saran

BIBLIOGRAFI / DAFTAR PUSTAKA
Urutan penulisan bibliografi sebagai berikut:
1.Nama pengarang, diakhiri tanda titik
–     Apabila nama pengarang terdiri dari 2 kata atau lebih, dahulukan kata terakhir.
Misal: Mohammad Assegaf, ditulis: Assegaf, Mohammad.
Apabila pengarang terdiri dari 2 atau 3 orang, nama pengarang yang dibalik (kalau terdiri dari 2 kata atau lebih) adalah nama pengarang pertama saja.
Apabila pengarang terdiri dari 4 orang atau lebih, yang ditulis hanya nama pengarang pertama diikuti dkk.
2. Tahun terbitan buku, diakhiri tanda titik
3. Judul buku, ditulis dengan tulisan miring atau digarisbawahi dan diakhiri tanda titik.
4. Nama kota buku diterbitkan, diakhiri tanda titik dua.
5. Nama penerbit buku, diakhiri tanda titik.

Cara kedua hampir sama dengan cara di atas. Perbedaannya, tahun buku ditempatkan di bagian akhir.
Contoh cara I:
Keraf, Gorys. 1993. Komposisi. Ende: Nusa Indah.
Contoh cara II:
Keraf, Gorys. Komposisi. Ende: Nusa Indah, 1993.

KUTIPAN
Kutipan pada umumnya ada 2:
A.Kutipan Langsung (biasanya setelah dikutip, disertakan nama pengarang buku yang dikutip, tahun terbit buku dan halaman)
1. Kutipan yang disatukan (diintegrasikan) dengan teks, yakni apabila yang dikutip itu tidak lebih dari 4 baris.
2. Kutipan yang terpisah dari teks dan ditulis tersendiri, menjorok agak ke dalam, biasanya yang dikutip lebih dari 4 baris.
B. Kutipan Tidak Langsung (biasanya setelah dikutip diberi nomor dan dijelaskan lebih lanjut di bagian catatan kaki atau catatan punggung.

CATATAN KAKI
Penulisan catatan kaki diurutkan sesuai nomor, dan ditulis di bagian bawah halaman. Isinya berupa penjelasan terhadap suatu hal atau istilah, dan bisa pula untuk pertanggungjawaban dari buku/ suatu sumber yang kita kutip. Apabila suatu buku yang kita kutip, maka perlu disertakan data buku itu, dengan urutan: nama pengarang (diikuti tanda koma), judul buku (ditulis dengan huruf miring), nama kota buku itu diterbitkan dan tahunnya (berada dalam tanda kurung), serta halaman buku.
Untuk membedakan catatan kaki dengan teks lainnya, bagian ini terlebih dahulu dipisah dengan garis. Catatan kaki biasanya hurufnya lebih kecil.
Contoh:
————
RM Koentjaraningrat, Beberapa Metode Antropologi (Jakarta, 1979) hal 291.

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU
Ada beberapa kesalahan yang ditemukan dalam penulisan, terutama masalah kata baku dan tidak baku.
Misalnya penulisan berikut:
– pertanggung jawaban
– agar supaya
– sistim
– konstitusionil
– hakekat
– praktek
– uud
– kwitansi, dsb.

Kata-kata di atas seharusnya ditulis sesuai tulisan baku sebagai berikut:
– pertanggungjawaban
– pilih salah satu: agar atau supaya
– sistem
– konstitusional
– hakikat
– praktik
– UUD
– kuitansi

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 1 April 2008 in Diari

 

Tag: ,

7 responses to “Pedoman Singkat Karya Tulis/Ilmiah Versi 2

  1. deteksi

    1 April 2008 at 16:37

    waduh, pedoman singkatnya aja sepanjang itu…:mrgreen:

    …> Iya, kalau pedoman panjangnya bisa 1 buku tebal

     
  2. Bin Muhsin

    22 April 2008 at 13:57

    LAM KENAL
    BIN MUHSIN
    MAAF NUMPANG LEWAT

    …> Salam kenal juga. mau lewat? silakan

     
  3. nia

    26 Oktober 2008 at 11:34

    wahh.wahh.
    manfaat bgd nih buwad bikin karya tuliss..
    mksh yy ^^

     
  4. wahyu

    10 Februari 2009 at 13:38

    makasih bgt bisa bos tulisannya bisa nambah wawasan yang mau ikut lomba KIR.

     
  5. Zabar

    25 Agustus 2009 at 16:07

    Tau perbedaan karya tulis ilmiah dengan karya tulis fiksi ditinjau dari tujuan, pertanggung jawaban dan sumber data ????

     
  6. noor titan

    2 Desember 2009 at 17:14

    makasih banyak😀
    membantu, tapi saya harap pedoman singkatnya tak sesingkat ini😦

     
  7. icha

    20 November 2011 at 12:27

    wahhh…. makasih banyak yah atas informasinya, jadi bisa nyeleseiin karya tulis dengan bener dech.. makasih banyak ^_^

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: