RSS

Wanita Sering Tidak Pede?

23 Mar

Ini cerita lama saat saya masih duduk di bangku kuliah.

Siang itu matahari tertutup awan. Hawanya panas, agaknya mau hujan. Saya dan teman sedang berada di kantin kampus.

“Tahu nggak, mengapa wanita kalau mau duduk sering memegang pantatnya?” tanya sang teman.

Saya yang lagi menikmati es teh dibuat kaget dan tersedak. Saya pelototi teman saya itu.

“Pertanyaanmu nggak mutu,” komentarku kemudian.

Pada saat bersamaan masuk dua mahasiswi. Teman saya kemudian menjawil bahu saya dan bicara lirih, “Coba perhatikan kedua mahasiswi yang baru masuk itu…”

Kami memperhatikan kedua mahasiswi itu. Mereka memesan makanan dan minuman lalu mencari kursi kosong. Kemudian dengan gerak yang sama keduanya memegang pantat dan duduk di kursi.

“Nah, apa kubilang..,” teman saya tertawa ngakak.
Saya hanya mengangkat bahu dan sedikit melotot.

Aneh juga, kedua mahasiswi itu tidak memakai rok, melainkan celana panjang. Tapi saat duduk mengapa harus memegang pantat dulu.

“Sudah tahu jawabnya?” usik teman saya kemudian. Saya tidak menjawab, hanya garuk-garuk kepala.

“Jawabnya sederhana,” kata teman saya itu. “Wanita sering tidak percaya diri.”

“Lho kok bisa gitu?” Saya merasa jawabnya aneh dan tidak masuk akal.

“Iya,” jelas teman saya lebih lanjut. “Kaum hawa sering tidak yakin dengan penampilan. Makanya, saat duduk di kursi pun mereka harus meyakinkan diri sendiri: pantatnya masih utuh atau telah hilang,” jelas sang teman bangkit dari tempat duduknya menuju kasir.

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Maret 2008 in Diari

 

Tag: ,

5 responses to “Wanita Sering Tidak Pede?

  1. Menik

    26 Maret 2008 at 10:23

    Wah, nyentil sekali…
    saya tidak begitu2 amit Pak 😳
    *cepet2 bedakan 7 senti*

    …》:-) He he. Namanya juga opini. Jadi begitulah

     
  2. Sawali Tuhusetya

    27 Maret 2008 at 21:07

    wew… kayaknya itu sudah menjadi bagian dari kultur dan etika ketika perempuan mau duduk, pak, hehehehehe 😆

    …》:-) Kultur dan etika Pak? Kalau kultur okelah, tapi etika….

     
  3. meiy

    28 Maret 2008 at 10:03

    wah ada isu gender nih, kalau surveinya nggak valid bisa memicu kemarahan wanita hehe…canda da, urang awak yo? salam kenal, dari artja nyasar ke sini….:)

    …> Wah, nggak ada niatan tuk mencuatkan persoalan isu gender. Berbagi cerita dan pengalaman aja. Kalau dilihat, Ayat-ayat Cinta malah cocok untuk dipersoalkan. Tentang banyak wanita yang tergila-gila pada satu lelaki, dan saya mengkritik keras hal itu, di luar suksesnya mengangkat persoalan poligami.

    Ok, terima kasih.

     
  4. Mezza

    29 Maret 2008 at 09:41

    Kok aku engga ya? haha

    …> Lain sendiri? Berarti sangat pede?

     
  5. afraafifah

    13 Mei 2008 at 19:59

    dudul jg ceritanya 😀

    …> he he

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: