RSS

Potret Sehari-hari dalam Puisi

14 Mar

Ketika Harga Kian Menggila (1)

 

 

memang beginilah jadinya

berangkat kerja dengan segudang masalah

harga-harga menyiksa tarif pun kian menggila

dan sepanjang perjalanan wajah lemas telanjang dada

menyapa dalam tatap hampa dan mulut terbuka

seakan kepala penuh tanya

:mengapa terjajah di negeri yang sudah merdeka?

 

jalanan ini entah sudah keberapa dilewati

tak pernah berubah

lubang-lubang menganga, bebatuan penuh darah

entah berapa lagi nyawa pisah dari raga

 

untukmu yang pimpin negeri

berilah teladan penuh arti

pada kami dalam jalani hidup sederhana

di titik terpencilnya wilayah

 

tapi harga-harga itu

kapan kami tak lagi terjajah?

 

                                   

 

                                     

Ketika Harga Kian Menggila (2)

 

akhirnya harga-harga naik juga

lagu lama itu ternyata tak pernah berubah

dan kami, rakyat ini yang tetap menanggungnya

 

kalau pun di sekolah ada pelajaran sejarah

perenungan itu menjadi tiada bermakna

bbm naik, kesejahteraan semakin menjauh

rakyat dibodohi dengan dana subsidi

 

berilah kail jangan ikan, jelas bu minah

guru bahasa  indonesia dalam pelajaran ungkapan dan peribahasa

tapi begitulah, ikan diberi seratus

sementara harga-harga naik lima ratus

siapakah yang terbodoh di antara yang bodoh?

 

ya, begitulah cerita panjang hari ini

yang hanya bisa ditulis di lembar puisi

 

 

 

 

Sebuah Sekolah Tutup Bulan Ini

(berita perkabungan SMP Al-Islah)

 

 

sms yang kuterima hari ini

menyentak segala pori di batok kepala

:”sekolah tutup per 1 oktober 2005”

satu lembaga berpulang, setelah yayasannya kesulitan

menggaji honor guru dan pegawai

yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah siswa keseluruhan

 

selalu kubayangkan betapa tertatihnya langkah

saat awal berdiri dan tahun ini baru saja meluluskan dua siswa

namun berita 1 oktober menggeletarkan sisi kepala yang lain

setelah semalamnya pengumuman bbm dinaikkan

kemana nasib siswa yang sebagaian besar yatim itu

kemana nasib guru dan pegawainya yang harus beroleh phk

di saat ramadan menjelang dan hari raya menanti di depan mata

 

begitulah berita yang kuterima

lewat sms di hari yang penuh nestapa

dan di hati kuhanya bisa berdoa

semoga mereka bisa sabar berbekalkan takwa

 

 

                                    Pandansari, Okt 2005

 

 

 

Akhir Perburuan

catatan perantau

 

 

selalu saja begitu, diakhir perburuan yang melelahkan

tatapan asing menjelma di kesunyian pandang

dan dikepulangan yang gelisah; sudah berapa nyawa

melayang? perburuan tanpa akhir di rimba-rimba perantauan

mengobarkan kecamuk perang troya dan barathayuda

perburuan ala sysipus dan lebai malang

yang kembali menggumpalkan segala kesetiaan penuh gelisah

 

diakhir perburuan orang-orang pun selalu menanti

pahlawan abadi di abad ini. sandaran dan kebanggaan

bagi kemakmuran kampong-kampung

:tapi apalagi yang mesti dicatat dan dielu-elukan

bila akhirnya hanyalah kesia-siaan?

 

selalu saja begitu, diakhir perburuan menjadi tamu

di rumah sendiri. betapa berbeda jauh

impian dan kenyataan. betapa teramat lengang

harapan dan keinginan

yang terlukis di sepanjang jalan pulang

 

 

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Maret 2008 in Puisi

 

Tag: ,

4 responses to “Potret Sehari-hari dalam Puisi

  1. fisha17

    14 Maret 2008 at 11:17

    poetry-nya cakep-cakep mas. gimana ya carane buat puisi? apa nunggu hati mellow dulu baru keluar imaginasinya?😆

     
  2. Zulmasri

    14 Maret 2008 at 13:06

    Puisinya lahir dengan momen hati berbeda-beda. Apa yang teringat, tulis saja. Beberapa hari kemudian baru diedit dan jadi.

     
  3. fira

    17 Maret 2008 at 14:03

    Ass.salam kenal juga ya mas dan makasih udah sudi mampir ke gubuk Fira yang seadanya. Wow blognya hebat juga nih. Saya hanya seorang wanita/ ibu rumah tangga yang suka merangkai kata…semoga bisa membagi ilmunya. Sip deh mas.
    Wassalam…

     
  4. Fadlillah Malin Sutan Kayo

    21 Maret 2008 at 10:54

    lapeh taragak mambaco puisi dan melihat blog yang sangat maju. Luar biasa.
    Salam Kompak.
    Fadlillah Malin Sutan Kayo

    ….》:-) Alhamdulillah. Saran-sarannyo diharapkan P.Fad, apo nan paralu dipaelok-an atau diadoan. Trims.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: