RSS

Catatan Kecil tentang A.A. Navis

13 Mar

Tidak kenal Ali Akbar (A.A.) Navis? Berarti Anda bukan pembaca karya sastra Indonesia yg baik.

Lewat karyanya “Robohnya Surau Kami”, kita dibawa pada suasana yg tetap saja bisa kita temukan pada saat sekarang. Padahal karya fenomenal itu sudah berusia setengah abad lebih.

Saya termasuk beruntung karena bisa mengenal lebih dekat sosok ‘pencemooh’ itu, walau tidak terlalu akrab. Saat masih di Padang dulu, beberapa kegiatan kesusastraan senantiasa melibatkan Navis, baik sebagai pembicara maupun penanggap.

Perjumpaan terakhir saya dengan Navis terjadi di INS Kayutanam (30-31 Maret 1996) dalam kegiatan Temu Karya dan Diskusi Sastra Penyair Sumatera. Sebelumnya di tempat yg sama, saya juga berjumpa dengan Beliau selaku tuan rumah secara intens pada kegiatan Bengkel Penulisan Kreatif (26 Januari-6 Februari 1994). Selain sebagai tuan rumah, Beliau juga menjadi pembicara bersama Wisran Hadi, Harris Effendi Thahar, Gus Tf, dan Bre Redana.

Ada beberapa hal yg tetap saya ingat dari sosok sastrawan sederhana itu. Pertama, Navis adalah pribadi yg akrab dan gampang diajak diskusi, walau kadang terkesan ‘pambangih’ dan tukang cemooh. Kedua, Navis seorang yg konsisten. Sikap ini ditunjukkan dengan ketidaksetujuannya dg mereka yg dalam hidupnya hanya melakukan ritual agama tanpa mau memikirkan kehidupan dunia atau sebaliknya. Bagi Navis kehidupan itu harus seimbang antara kebutuhan dunia dan akhirat, persis seperti tema cerpen “Robohnya Surau Kami”. Selain itu, untuk jadi hebat orang tidak harus hijrah ke Jakarta, cukup karyanya saja yg hijrah. Ketiga, bagi Navis kerja adalah bagian dari ibadah. Sebagai penulis, Navis mengatakan bahwa menulis bukanlah pekerjaan mudah, tapi memerlukan energi pemikiran serius dan santai.

Navis lahir di Padang Panjang 17 November 1924 dan wafat di Padang 22 Maret 2003. Selama hidupnya Navis banyak melahirkan karya berupa cerpen, novel, sandiwara, esai sosial budaya, dan biografi. Beberapa karyanya memperoleh penghargaan, baik di dalam maupun luar negeri.

Bagaimanakah ciri karya bermutu menurut Navis? Sederhana saja, jika karya itu bisa tetap hidup dan bertahan lama, meskipun pengarangnya telah telah dipanggil Ilahi. Agaknya, hingga kini Navis mampu membuktikan apa yg diucapkannya itu.

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Maret 2008 in Lain-lain

 

Tag: ,

3 responses to “Catatan Kecil tentang A.A. Navis

  1. Pakdhene Mboel

    25 April 2008 at 10:57

    Bung Zulmasri,

    Saya juga pengagum Uda Ali … RSK adalah karya monumental, inspiratif, cambuk-pengingat.

    Meski saya seorang non-muslim, kehidupan rohani saya sedikit banyak ‘telah dikoreksi secara logis dan benar’ dengan RSK.

    Saya yakin ini adalah buahpena-nya ( yang meski pendek – krn brupa cerita pendek ) yang akan berumur panjang sekali dan selalu relevan di pelbagai situasi dan jaman.

    Berbahagialah tanah-kelahirannya yang melahirkan pujangga sederhana nan dahsyat tsb.

    wass,
    Pakdhene Mboel

    …>benar pak. RSK termasuk karya bagus dan monumental. Hingga kini tetap hidup dan dibicarakan oleh kalangan pecinta sastra.

     
  2. Zulfikar

    13 Oktober 2008 at 19:54

    saya penggemar AA navis juga, kemarin browsing2 nemu kumpulan cerpen beliau… nih saya share buat temen2 lainnya yang belum kenal ma beliau (AA Navis maksudnya) rubuhnya surau kami merupakan karya fenomenal dalam sejarah sastra indonesia… wajib baca… nih silahkan di download.. tapi kalo ada duit beli yang original di toko buku yah.. http://www.ziddu.com/download/2300051/A.A.Navis-RubuhnyaSurauKamiKumpulanCerpen.rar.html

     
  3. fekrianus tun

    10 Desember 2009 at 12:46

    syalom pak Daniel, saya minta izin untuk mengcopy tulisan ini karena saya mendapat tugas dari dosen untuk mencari tugas tentang karya-karya monumental dari bapak daniel mahendra

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: