RSS

Ketika Kata-kata Kehilangan Makna

17 Nov

masihkah kau dengar lirih nyanyian burung di pagi hari?
saat kita kehilangan makna dalam menangkap pesan
kicau yang kita dengar, suara-suara menggelepar dalam tarikan napas
tak jelas dan tanpa memiliki isyarat

masihkah kau resapi tetesan embun di pagi buta?
saat subuh membangunkan kantuk
cerita semalam, pidato-pidato melenakan
hilang tanpa roh dan kenyataan

ketika kata-kata kehilangan makna
alangkah ngerinya suasana yang tercipta
pada saat kampanye, pada saat pilkada
semua kata berbumbu bunga
namun kini, entah dimana aromanya berada

masihkah engkau akan setia membangunkanku di setiap subuh?
kita banting segala mimpi, kita hantam semua janji yang pernah kita dengar
lalu kita lafazkan ayat-ayat rahmah
kita alunkan kicau damai ke seluruh dunia
dan kita sujud dan zikir di keheningan semesta

About these ads
 
17 Komentar

Ditulis oleh pada 17 November 2011 in Puisi

 

Tag:

17 responses to “Ketika Kata-kata Kehilangan Makna

  1. Ersis Warmansyah Abbas

    17 November 2011 at 05:35

    Kata-kata mati dilamun kedurjanaan … miris

     
    • Zulmasri

      17 November 2011 at 22:03

      dan yang tersisa kemudian adalah sepi dari hati nan mati

       
  2. Kang Sastro

    17 November 2011 at 05:36

    kata kata bukanlah sabda. bila setia tak lestari dzikir pun menjadi ilusi sepi.

     
    • Zulmasri

      17 November 2011 at 22:04

      benar, tapi masihkah ada sedikit lorong tersisa untuk hati yang terbebas dusta

       
  3. Safa Lina

    17 November 2011 at 05:37

    Bila “sipengucap kata” dan “sipendengar kata” tiada keikhlasan,maka yg terjadi adalah “kehampaan kata”.

     
    • Zulmasri

      17 November 2011 at 22:05

      si pendengar yang tak memiliki apa-apa hanya bisa meracau hati dibuatnya

       
  4. Bunda Rara

    17 November 2011 at 05:39

    Biarkan seribu kata mengumbar sejuta pesona, tapi cukup satu kata pelepas dahaga jiwa….

     
  5. Kunaenah B Wirudi

    17 November 2011 at 05:40

    Kenapakah makna kata selalu tertinggal jauh oleh waktu…..sedang harap masih setia bergayut di lengan mimpi.

     
    • Zulmasri

      17 November 2011 at 22:07

      karena kata mudah dipelintir di relung waktu

       
  6. Reina Bellen

    17 November 2011 at 05:41

    begitu alam sudah enggan menyapa maka kau bisu dalam kata.. seakan semua beku tak berdaya..
    burung” pun enggan menyampaikan pesannya
    karena kata” tlah kehilangan maknanya

     
    • Zulmasri

      17 November 2011 at 22:08

      yeah, begitulah….

       
  7. Galih Setiawan

    17 November 2011 at 05:49

    Karena kata yang terucap tiada sempat membangun diri, layaknya janji yang penuh dimulut, sesak dihati..

    Pak Zulmasri : puisinya keren..

     
    • Zulmasri

      17 November 2011 at 22:09

      setuju. kata-kata bombastis tapi tanpa daya

       
  8. Pariyospd Pariyospd Pariyo Spd

    17 November 2011 at 13:50

    than you

     
  9. DV

    21 November 2011 at 08:29

    Indah….

     
  10. yusuf

    20 Mei 2013 at 22:47

    masih pak. insyaAllah. amin…
    salam

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: