RSS

Posisi Tempat Duduk Peserta Ujian Nasional

24 Feb

Salah satu perbedaan paling signifikan antara UN tahun 2011 dengan tahun-tahun sebelumnya adalah paket soal yang disediakan tiap mata pelajaran di setiap ruangnya. Apabila tahun 2010 lalu hanya ada 2 paket soal per mata pelajaran di tiap ruangnya, UN tahun 2011 ini diujikan 5 paket soal sekaligus. Tujuan pemerintah menerapkan ini meminimalisir kecurangan, terutama kemungkinan siswa mencontek saat mengerjakan soal.

Munculnya 5 paket soal ini tentu berpengaruh pada posisi tempat duduk peserta. Melalui Permendiknas maupun POS UN, pemerintah tidak secara tegas menentukan posisi tempat duduk ini. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Persoalan tempat duduk pada UN tahun lalu langsung ditentukan melalui POS UN.

Berkaitan dengan 5 paket soal tersebut konsekuensinya adalah diperlukan ketelitian pengawas ruang UN agar tidak keliru dalam mendistribusikan soal UN kepada peserta.

Penulis bersama kawan-kawan mencoba mengutak atik posisi tempat duduk ini. Nah posisi paling memungkinkan barangkali dengan mengurutkan secara berkelanjutan soal tersebut dari kiri ke kanan, dengan catatan nomor peserta tetap diurutkan melingkar seperti ular. Secara lengkap posisi tempat duduk peserta UN dapat didownload/klik di sini

About these ads
 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Februari 2011 in Lain-lain, Pendidkan

 

Tag:

14 responses to “Posisi Tempat Duduk Peserta Ujian Nasional

  1. masyhury

    24 Februari 2011 at 17:29

    Wah.. makin ribet aja kayaknya ya.. :D

     
    • Anonymous

      18 November 2011 at 20:29

      aq duduk dimna yah

       
  2. marsudiyanto

    24 Februari 2011 at 18:11

    Yang saya tau pengertian acak itu justru tidak dikondisikan Pak…
    Jadi kita nggak perlu repot ngotak-atik.
    Maksudnya si A yg hari pertama dapat paket I, hari berikutnya bisa saja dapat paket lain. Begitu seterusnya.
    Tujuannya adalah agar anak nggak ngapalkan dia dapat soal sejenis dengan siapa saja.
    Itu yang saya tau.
    Memang bisa terjadi ngacaknya soal jadi nggak merata, dan sangat mungkin depan dan belakangnya dapat paket sama.
    Tapi kan pelajaran lain akan berubah…
    Kalau dikondisikan dengan membuat pola, dikhawatirkan antar ruang bahkan antar sekolah masih bisa kontak2an.
    Jadi Nomor peserta dan kode paket nggak dikorelasikan.
    Cara membagi antar ruang juga suka2 pengawasnya.
    Sepintas tampaknya nggak beraturan, tapi justru disitulah terantisipasi anak yg nggandul pada peserta secara ajeg.
    Sisi negatipnya memang ada.
    Saya sendiri nggak mau repot mikir gituan…
    Santai saja.

    Pak Mars benar. Memang yang diinginkan dengan model 5 paket soal itu demikian adanya. Risiko kecurangan memang selalu ada. Tulisan ini hanya mencoba mencari sisi ideal, yang ternyata tetap saja tidak ideal. Terima kasih Pak Mars. Semoga penjelasan Pak Mars ini kian dipahami oleh semua: siswa, pengawas ujian, dan pihak-pihak berkompeten

     
  3. marsudiyanto

    24 Februari 2011 at 18:15

    Kalau melihat posisi tempat duduk dan jatah soal seperti yg bapak susun itu yg dapat soal C paling rugi.
    Ini kalau bicara untung rugi…
    Dan anak akan selalu ngapalkan, pada teman yg mana dia akan tanya, karena sudah dipola atau dikondisikan…

     
  4. marsudiyanto

    24 Februari 2011 at 18:18

    Yang pasti saat try out, di tempat saya sudah digunakan sistem acak, jadi anak nggak tau dapat paket berapa sebelum dapat soal.
    Kecurangan memang masih ada, apalagi kalau pengawasnya teledor.
    Tapi lagi2 memang juga ada celah untuk curang.
    Malah ada anak yang asal nurun jawaban depannya, tanpa peduli dia dapat paket nomor berapa.
    Tapi akhirnya ketauan, karena setelah dikoreksi, Paket 5 ada 5 anak yang mengerjakan, sementara Paket 2 cuman 3 anak…

    Wah selamat Pak, walau ternyata masih ada anak yang belum memahami ya. Uji coba dan penjelasan kepada anak tentang pentingnya usaha sendiri (barangkali termasuk usaha nyontek pada yang paketnya sama, he he), sangat penting dilakukan untuk kesiapan anak. Sekali lagi sukses buat Pak Mars. Mudah-mudahan saja sebelum hari H semua bisa lebih baik. Ok.

     
  5. fahrul

    2 Maret 2011 at 20:33

    smoga kami bisa lulus semua. kami anak smk pada ketakutan karna 5 soal berbeda. sebetulnya kalow dilihat dari kecurangan pengawas bisa melihat langsung dan pemerintah tidak perlu membuat 5 soal yg berbeda. mungkin jika anda sekarang sudah lulus maka anda akan memikirkan itu hal biasa. tetapi jika di tinjau ulang dari un kemaren banyak yang tidak lulus anda bisa tertawa??? bayangkan bila anda berada di posisi kami… maka anda akan menangis menejerit,

     
  6. mazboy

    4 Maret 2011 at 14:58

    mikirin UN 5 paket pusng

     
  7. vita

    9 Maret 2011 at 11:53

    saya tidak setuju dengan adanya 5 paket UN tersebut

     
  8. Anonymous

    9 Maret 2011 at 13:23

    PEJABATE ……….

     
  9. norman

    17 Maret 2011 at 17:30

    Ass…
    Saya sebagai siswa kelas 3,dan peserta ujian nasional 2011,dipusingkan dengan penerapan ujian tsb.Semuanya terkesan terburu-buru,bersifat memakasakan.Segala sesuatu pun belum bersifat belum pasti,misal tempat duduknya.Masak,waktu UN kami kasak-kusuk berganti tempat duduk dgn teman yg lain kan gak logis.
    Terimakasih…….

    Tempat duduk tidak berganti, tidak berpindah. Boleh diurutkan ke samping atau ke belakang. Yang berbeda itu paket yang dikerjakan. Hari pertama misalnya Paket A, hari berikutnya mungkin paket yang lain

     
  10. Krisna Shop

    22 Maret 2011 at 23:34

    wah bagus juga metodenya pak.. :razz:

    jadi inget waktu jaman saya ebtanas :mrgreen:

     
  11. arra

    14 April 2011 at 23:23

    wah parag dah

    capedeh – -
    sekalian aja UN sampai paket Z

     
  12. Anonymous

    18 Januari 2012 at 10:15

    aduuuh tu poisisi diubah rrus bkin ribet

     
  13. Bang Girsang

    14 April 2012 at 12:34

    Wah… kayaknya akan menambah masalah baru ne
    Soalnya sosialisasi utk ini sangat kurang terhadap pengawas

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 76 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: