PADANG KOTAKU

rinai menggigilkan keluh, duhai kotaku
saat tangis pecah usai gelegar gempa
terpaku aku di layar kaca
padang kotaku, luluh dalam tangis dan air mata

masih terkenang masa-masa indah itu
menikmati sunset di damar plasa
meresapi udara taman budaya
mencicipi kripik balado di kampung cina
naik turun bus kota yang lelah pulang kuliah

padang kotaku
hari ini jelitamu
hari ini indahmu
berganti tangis lirih saluang dan bansi
dimana kudapat indahnya masa lalu
saat alammu murka dalam badai gempa?

padang kotaku
kurindu paras cantikmu

21 Tanggapan

  1. ikut berduka dan berempati atas musibah bencana yang terjadi di padang, pak zul. semoga segera cepat teratasi. kabar keluarga pak zul di padang gimana, pak? semoga tak terjadi apa2.

    Alhamdulillah, setelah dua hari was-was menunggu kabar, akhirnya sinyal simpati bisa kembali menembus kepekatan suasana Pak Sawali, dan keluarga dalam keadaan sehat walafiat.

  2. Ya ,,
    Semoga tabah menghadapi semua ini..
    Ya uda saya pernah di Padang di Lubuk Buaya,gimana yah disana…?

    lubuk buaya? agaknya termasuk daerah yang parah. entahlah, sampai sejauh mana keadaannya.

  3. Semoga cepat tertanggulangi…

  4. syukurlah, pak zul, tak terjadi apa2 dengan keluarga di padang, sempat ikut khawatir juga.

  5. Ikut sedih pak..semoga teman-teman yang menjadi korban segera mendapatkan penanganan yang sempurna dan yang meninggal dilapangkan jalannya oleh Allah swt. Amien.

    Teman2 saya, mantan anak buah saya, semuanya selamat, hanya gedung kantor dan rumah retak-retak….lokainya di jalan ke arah Univ Andalas.

  6. ya semua akan kembali pada-Nya

  7. Da Zul… saya percaya, Sumbar akan segera bangkit.. Insya Allah..

  8. kampung tercinta insya Allah segera pulih, bangkit atas cinta anak negeri dan sdr sebangsa yg peduli

  9. Ikut berduka yang sedalam-dalamnya.

  10. syukurlah kel pak zul selamat…Lubuk Buaya lai indak separah pasar raya pak zul ,kata abang, suamiku ke sana…

  11. Turut berduka atas musibah yang terjadi di Kota Anda, Pak Zul. Semoga yang ditinggalkan menghadap Illahi akan senantiasa bertabah hati….

  12. padang udah mulai membaik kok da…..pariamannya yang blom

  13. Ya Pak, saya pernah pergi ke Padang 20 -an th lalu. Bersih, Indah….dan saat itu saya berkata, suatu kali saya akan pergi ke sana kembali. Sebetulnya kota manapun akan tetap “hanya” kota, jika tanpa sanak-saudara, sahabat dan kenangan. Mereka itulah yang menjadi “jiwa” dari suatu kota.

    Senang mendengar keluarga bapak di sana selamat. Dan saya memang amat sangat mengerti bahwa raga kita ingin mengikuti batin kita bersama-sama dengan saudara yang di sana. Semoga bapak dapat kesempatan secepatnya melihat keadaan di sana. Sekarang….hanya bisa menyerahkan semuanya pada Allah, dan teman-teman yang sedang berada di sana. Sabar ya pak.

    Maaf kepanjangan komentarnya.

    EM

  14. Sungguh, ada yang terasa remuk redam dalam hati saat musibah itu tiba. Semoga musibah ini bisa dimaknai sebagai wujud Cinta Sang Pencipta.

  15. uda zul, bersyukur karena sanak keluarga masih dilindungi allah. mudah-mudahan kita dapat mengambil iktibar dari kejadian ini, dan insya allah kita semua diberi ketabahan.

  16. semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan bagi korban… amiin

  17. buat UNi , yang tabah yah,,,kami disini mendoakan,,,

  18. Allah tak akan mencoba umatNya melebihi kemampuannya UNi,..tenang aja

  19. Semoga ujian ini semakin membuat kita tabah dan tawakkal. Amiin…
    Recovery dalam segala aspek sangat perlu. Termasuk muhasabah, tadabur, muamallah dan segala aktifitas yg berhubungan dg Ridho dan berkah Allah SWT.

    Dzadjakallah khairan, slam kenal n peace….

  20. Assalaamu’alaikum

    Membaca puisi di atas sungguh meruntun hati. banyakkan sabar sahabat dan takziah ke atas keluarga yang mendapat ujian Allah itu. Saya ikut berduka dengan apa yang menimpa saudara taulan di sana. Mudahan kita sentiasa mendoakan kesejahteraan buat yang telah pergi dan membantu kepada yang tinggal untuk meringankan beban mereka. Salam takzim hendaknya.

  21. semoga kita cepat pulih pak….

Tinggalkan Balasan