RSS

Dari Pengalaman Masa Lampau (catatan bus lebaran)

19 Sep

dari pengalaman masa lampau kutahu
:matahari di sini menerkam dengan resahnya
angin terdiam dan sembunyi
sementara wajah-wajah kaku dan pasi
tak berdarah

dari pengalaman masa lampau kuyakini
ini hari kembali ombak menyanyi sendiri
ketika riak menyimpang di siur angin
dan di lazuardi langit seperti memendam dendam

dari pengalaman masa lampau kupastikan
lebaran di hari baik bulan baik ini
resah oleh desah membuncah
ketika tarif naik, dan bagai rombongan pengungsi
pulang kampung berhari raya
beringsut dan setapak maju
dan bila perlu, bergayut dan mendesak pintu
atau membunuh sesama saudaranya sendiri

About these ads
 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 19 September 2008 in Puisi

 

Tag: ,

14 responses to “Dari Pengalaman Masa Lampau (catatan bus lebaran)

  1. Catra

    19 September 2008 at 14:39

    jadi ingat hari jumat depan pak… (mudik),
    yah begitualh pak nasib para perantau seperti kita

    …> wah, sutan mau mudik ya.
    semoga selamat sampai tujuan…

     
  2. det

    19 September 2008 at 14:59

    apa bekal yang sudah dipersiapkan untuk kembali ke masa lampau?

    …> nggak ada tuh. gak ada rencana mudik, dedeknya masih kecil tuh

     
  3. marshmallow

    19 September 2008 at 15:30

    paragraf terakhir memotret sekali, pak zul.
    saya iri dengan kebisaan tuan berpuisi.

    jadi, pulang rayo ko, pak zul?

    …> indak pulang ni. kalau pun pulang, mungkin di lua hari rayo.
    uni pulang ndak?

     
  4. suhadinet

    19 September 2008 at 16:04

    Semoga saudara-saudara kita yang pulang mudik selalu selamat dan mendapat perlindunganNya dari segala bencana dan marabahaya.

    ….> Amin…

     
  5. FaNZ

    19 September 2008 at 16:22

    mudik pak??
    selamat hari raya :lol:

    …> wah thn ini kayaknya nggak

     
  6. zoel

    19 September 2008 at 22:56

    wahh saya juga pernah mudik, tapi g’ sampe berdara²

    …> membunuh dlm konteks di atas gak hrs berdarah-darah kan? membunuh karakter, membunuh mental, membunuh kepercayaan diri. gak perlu hrs berdarah kan?

     
  7. yakhanu

    20 September 2008 at 07:40

    iya nih mas jakarta tegal katanya 150.000
    padahal tahun 1995 cuma 5000 rupiah
    2003 =15.000
    2004=19.000
    2005=23.000
    2006=27.000
    2007=35.000

    itu catatan tarif normal dari tahun ke tahun :)
    heheh saya calo jadinya tau

    …> calo? waduh, kaya raya nih, nambang duit

     
  8. SQ

    20 September 2008 at 15:27

    Masih sepuluh hari lagi. Sepuluh hari sebelum masa-masa itu datang pak Zoel, mudah2n jangan sampai separah itu. saling “membunuh” saudara sendiri.

     
  9. Daniel Mahendra

    20 September 2008 at 20:20

    Aih, berbahagialah yang dapat berbahagia dengan lebaran.
    Dari pengalaman masa lalu kutahu: lebaran selalu memedihkan…

     
  10. tren di bandung

    20 September 2008 at 20:31

    sebelum mudik mampir pak, siapa tahu ketemu lailatur qadr…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/18/bom-di-malam-lailatul-qadr/

     
  11. Ersis Warmansyah Abbas

    21 September 2008 at 03:47

    Mat mudik, mat lebaran.

     
  12. Afra Afifah

    21 September 2008 at 04:44

    extrem sekali baris terakhir puisi bapak nih… :roll:

     
  13. meiy

    23 September 2008 at 09:40

    bergidik ya ambo bacanya pak zul..
    misteri di balik lebaran…

     
  14. imoe

    26 September 2008 at 22:05

    mudikkkkkkkkkk pulang kampunggggggggggggg

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: