ada yang berubah saat tatapmu hinggap
di tingkap mata. kenangan masa lalu
mengambang di perjalanan harap
tentang kemarau musim ini. masih mungkinkah
kumiliki sepasang pipit di cerah senyummu?
kadang kubermimpi persinggahan kota-kota
dalam kelatnya kenyataan. harapan yang
hilang dan yang lenyap entah kemana
namun selalu saja, wajahmu menyapa
di riuhnya suasana
agustus yang kering, wajah kota hilang
di antara debu dan asap. teramat panas
bumi yang kujalani di kesendirian harap
meluruhkan daun-daun sepanjang senja
sementara rangkaian peristiwa
tak lagi berarti dan hilang tak bermakna
:tapi masih mungkinkah ada ruang
yang mampu kuselami di iring langkahmu?
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: catatan sembilan tujuh, Puisi




ingat kenangan masa lalu ya pak?
…> he he
Jadi ingat lagu KLa Project ‘Meski Tlah Jauh’….
…> ya, lagu yg bagus. saya juga suka lagu-lagu kla mbak
Kemarau di tempat saya, brebes, bikin panik. Pekalongan juga ya Pak?
…> di beberapa tempat mulai kering. kasihan petaninya
Pak Zul, puisinya selalu mengekspresikan kemuraman. Saya berharap ini bukan cerminan hidup Bapak. Salam.
Tapi puisinya selalu oke! Salut.
…> nggak tahu pak, mengapa selalu muram. suasana hati melihat ketidakberesan yg ada di sekitar mungkin pak
bersama berjuta langkah yg telah menjadikan aku waktu yang selalu menemanimu
…> terima kasih
Kalau di daerah saya malahan cuacanya nggak menentu.
…> lumayan pak, ada ademnya saat hujan
kemarau? selalu saja mengingatkan saya akan derita hidup masyarakat pinggiran, pak zoel. kemaru selalu akrab dg kekeringan. kekeringan mengakibatkan gagal panen. gagal panen menyebabkan kemiskinan. kemiskinan menyebabkan keterbelakangan. haks, kok jadi muter2 nih, pak, hehehe
puisi pak zoel memang selalu ok!
…> terima kasih pak sawali
pak kapan puisinya di bukukan…..dari pada capek2 di buat mending di bukukan saja…….!
…> mau jadi sponsor mas?
kok aku berasa sedih bacanya ya pak zul..
maap nih baru bw lagi, br pulang dr rimbo
jadi ketinggalan byk tulisan keren, nyicil deh, rugi kalo gak baca.
…> wah, cerita rimbonya juga bagus meiy. pendidikan kita masih banyak yg menyedihkan
kalo puisinya panjang 2 gitu bikin ke englishnya wah…pusing
http://hmcahyo.wordpress.com/