Daun-daun Tebu Kembali Menderai

daun-daun tebu kembali menderai
di siang lengang di tengah ladang
sejuta cahaya resah menikam

daun-daun tebu kembali menderai
di siang yang muram oleh risau
kau tiupkan nafas kering
dan suara serak yang mengasingkan dengar
ke benua jauh

di antara daun-daun tebu yang menderai
kutahu
sepi itu sepi kita
dari dulu

15 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum da…

    yo mantap sajak nan babuek..

    bolehkan linknya saya buat diblog saya da?

    …> Waalaikum salam…
    mau ngelink? silakan dengan senang hati…

  2. tapi bukankah diantara daun-daun tebu
    yang menderai, terbawa selalu mimpi manis
    yang mengalir deras tak pernah kering.
    maka sepi tak semestinya tumbuh
    diantara daun-daun tebu menderai

  3. Salam kenal…

  4. semoga sepi ini tak selamanya , seperti daun tebu yang kembali segar

  5. Terasa banget ada kesunyian dalam puisi ini. Mungkin mirip suasana senja di gunung. Koq pak Zul senang menggambarkan kesunyian ya.

  6. ada hubungannya dengan ratutebu ga ?

  7. akh pak guru neh.., suka kalilah nyepi-nyepi di kebun tebu. hati-hati pak…, heheheheeeee

  8. wew.. di kebun tebu menyepi?? hoho..

    ooh.. ridu ngerti.. tebu kan manis.. jadi sepi atas kenangan manis gitu yah?? hihii.. ngasal

  9. daun tebu yang mulai layu tanda batangnya siap dipanen.

  10. pak zul lagi puitis banget akhir2 ini

  11. wah bagus tuch….kalo di kumpulin semua sudah bisa di bukukan tuch……..

    …> boleh juga. mau jadi atau cariin sponsor?

  12. gambar header nya diambil dari mana bang?
    kok kayak di sungaipuar..
    :)

  13. Assalamu’alaikum pak Zul…

  14. membayangkan puisi di atas saya seperti dibawa jauh ke pedalaman desa yang asri dengan masyarakat yang masih ramah, hidup bergotong royong, tak perlu mengejar materi untuk memenuhi kebutuhan
    rasanya saya ketemu oase yang menyegarkan mata dan tenggorokan yang terasa kering oleh debu kehidupan
    :)

    …> he he
    setiap kali berangkat kerja, saya melewati daerah yang di kiri kanannya hanya ada tanaman tebu. saat siang terik dan angin bertiup, bunyinya begitu khas. bunyi-bunyi yang seolah datang dari jauh. sepi sekali

  15. Nambahin jiwakelana: awas, hati-hati pak zul, di kebun tebu biasanya banyak tawon. He.he.he..

Tinggalkan Balasan