J a l a n P u l a n g

jalan pulang yang dulu kita tempuh bersama
masih menyimpan jejak dalam bias
sepanjang pematang dan derai daun padi
kita urai nyanyian pagi sepanjang kenangan
:adakah kau simpan rindu
saat ketuk membangunkanmu di subuh
yang lelah di kepulangan kerja?

di sepanjang jalan pulang itu
telah kucatat kejadian sebagai headline
di halaman-halaman surat kabar
membangunkan impianmu ke kenyataan
yang kita temui di rutinitas hari ini
:tentang pembunuhan, berita kriminal
catatan hari-hari yang lepas
dan kemacetan berbuah depresi

andai kusampai di rumah, masihkah setia
kau dengan apa yang akan kusampaikan?
kekusutan urai rambutmu menumbuhkan rindu
di kepagian. cerita-cerita yang tidak pernah lepas
membinarkan hidup di kesunyian diri
:masihkah detik jam mempertemukan kita
dalam renjana masa lalu?

meski kutahu ada yang telah tiada
saat jalan pulang penuh rerimba

18 Tanggapan

  1. mengenang masa lalu ya mas….!
    puitis banget

    …> iya. mengenang masa-masa 10-11 tahun lalu

  2. Salam kenal penyair…

    Aku sedang berkelana mengunjungi semua pecinta puisi

    …> salam juga dan trims telah mampir

  3. puitis banget da……penuh makna dan menggugah rasa kerinduan

    baa kaba kini da Zul ??

    …> trims bang alex. Alhamdulillah kabanyo elok-elok sajo bang

  4. jalan hidup memang kejam dan berliku.

    …> ah masa sih mas?

  5. aku pulang…dengan renjana
    di dada :D

    …> iya meiy, semoga bahagia selalu ya…

  6. setiap jalan yang dilalui
    tak pernah menghapus catatan-catatan jejak
    milik siapapun.
    tak peduli ia akan dilewati lagi atau dilupakan,
    ia telah mencatatnya
    dan akan tetap menyimpannya.

    …> iya. pemaknaan yg+ mantap

  7. pulang? selalu saja membangkitkan kenangan masa silam yang terus hinggap di balik layar imajinasi. lirik yang bagus, pak zul.

    …> iya pak sawali. kata-kata ‘pulang’ apalagi ditambah ‘kampung’ memberi sugesti luar biasa pada saya

  8. sepanjang jalan kenangan :-)

  9. jadi pengen pulang kapung :D

    …> pulang kampungnya daerah mana mas?

  10. aku pulang…untuk ngenet lagi… :D

    …> semoga gak mati lampu ya mbak….

  11. saya jadi ingat lagunya si anroy’s

    Bilo ko adiak ka pulang
    singgahlah ditapian danau cinto
    :lol:

    …> onde…, ambo ndak punyo kasetnyo. pinjam buliah ndak? lamo ndak mandanga lagu minang

  12. tenang om

    dia msh setia kok heheh

    …> setia untuk apa mbak?

  13. ne die neh..suami yang setia, masih tau jalan pulang…, hahahahaaaaa

    …> ha ha ha…
    boleh juga nih komennya…

  14. Yang sabar yaaa…. kerinduannya suatu saat pasti terbalaskan….

  15. saya juga jalan pulang nih pak. untung aja masih ingat dan tak tersesat. *dijitak*

  16. seperti saya yang mohon doa restu untuk kelancaran acara kopdar bloggersumut yang ke 2
    maaf , dah lama ngga mampir di sini

  17. ah..membaca puisi pak zul membuat saya semakin rindu ranah minang…. :cry:

  18. Wah.., ini puisi yg bagus. Aku baca beberapa kali. Dari atas kebawah, balik lagi keatas. Cerita panjang yg melelahkan ya pak Zul.

    …> trims mbak fara dg apresiasinya. saya mau komen di blog mbak fara kok susah ya

Tinggalkan Balasan