jalan pulang yang dulu kita tempuh bersama
masih menyimpan jejak dalam bias
sepanjang pematang dan derai daun padi
kita urai nyanyian pagi sepanjang kenangan
:adakah kau simpan rindu
saat ketuk membangunkanmu di subuh
yang lelah di kepulangan kerja?
di sepanjang jalan pulang itu
telah kucatat kejadian sebagai headline
di halaman-halaman surat kabar
membangunkan impianmu ke kenyataan
yang kita temui di rutinitas hari ini
:tentang pembunuhan, berita kriminal
catatan hari-hari yang lepas
dan kemacetan berbuah depresi
andai kusampai di rumah, masihkah setia
kau dengan apa yang akan kusampaikan?
kekusutan urai rambutmu menumbuhkan rindu
di kepagian. cerita-cerita yang tidak pernah lepas
membinarkan hidup di kesunyian diri
:masihkah detik jam mempertemukan kita
dalam renjana masa lalu?
meski kutahu ada yang telah tiada
saat jalan pulang penuh rerimba




mengenang masa lalu ya mas….!
puitis banget
…> iya. mengenang masa-masa 10-11 tahun lalu
Salam kenal penyair…
Aku sedang berkelana mengunjungi semua pecinta puisi
…> salam juga dan trims telah mampir
puitis banget da……penuh makna dan menggugah rasa kerinduan
baa kaba kini da Zul ??
…> trims bang alex. Alhamdulillah kabanyo elok-elok sajo bang
jalan hidup memang kejam dan berliku.
…> ah masa sih mas?
aku pulang…dengan renjana
di dada
…> iya meiy, semoga bahagia selalu ya…
setiap jalan yang dilalui
tak pernah menghapus catatan-catatan jejak
milik siapapun.
tak peduli ia akan dilewati lagi atau dilupakan,
ia telah mencatatnya
dan akan tetap menyimpannya.
…> iya. pemaknaan yg+ mantap
pulang? selalu saja membangkitkan kenangan masa silam yang terus hinggap di balik layar imajinasi. lirik yang bagus, pak zul.
…> iya pak sawali. kata-kata ‘pulang’ apalagi ditambah ‘kampung’ memberi sugesti luar biasa pada saya
sepanjang jalan kenangan
jadi pengen pulang kapung
…> pulang kampungnya daerah mana mas?
aku pulang…untuk ngenet lagi…
…> semoga gak mati lampu ya mbak….
saya jadi ingat lagunya si anroy’s
Bilo ko adiak ka pulang
singgahlah ditapian danau cinto
…> onde…, ambo ndak punyo kasetnyo. pinjam buliah ndak? lamo ndak mandanga lagu minang
tenang om
dia msh setia kok heheh
…> setia untuk apa mbak?
ne die neh..suami yang setia, masih tau jalan pulang…, hahahahaaaaa
…> ha ha ha…
boleh juga nih komennya…
Yang sabar yaaa…. kerinduannya suatu saat pasti terbalaskan….
saya juga jalan pulang nih pak. untung aja masih ingat dan tak tersesat. *dijitak*
seperti saya yang mohon doa restu untuk kelancaran acara kopdar bloggersumut yang ke 2
maaf , dah lama ngga mampir di sini
ah..membaca puisi pak zul membuat saya semakin rindu ranah minang….
Wah.., ini puisi yg bagus. Aku baca beberapa kali. Dari atas kebawah, balik lagi keatas. Cerita panjang yg melelahkan ya pak Zul.
…> trims mbak fara dg apresiasinya. saya mau komen di blog mbak fara kok susah ya