<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Anak-anak Itu&#8230;.</title>
	<atom:link href="http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/</link>
	<description>Catatan Seorang Guru, Sejak 12 Februari 2008</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2009 01:12:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: wannofri</title>
		<link>http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/#comment-196</link>
		<dc:creator>wannofri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 07:25:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulmasri.wordpress.com/?p=140#comment-196</guid>
		<description>Mantap Zul.  Teru...teruuus.teruslah , perjalanan itu masih jauh

...&gt;mo kasih da wan alah bakunjuang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mantap Zul.  Teru&#8230;teruuus.teruslah , perjalanan itu masih jauh</p>
<p>&#8230;&gt;mo kasih da wan alah bakunjuang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: meiy</title>
		<link>http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/#comment-181</link>
		<dc:creator>meiy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 02:42:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulmasri.wordpress.com/?p=140#comment-181</guid>
		<description>bahasa kasih sayang tak pernah salah ya pak guru :)

...&gt; dg bhs kasih sayang, semua jadi indah meiy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bahasa kasih sayang tak pernah salah ya pak guru <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8230;&gt; dg bhs kasih sayang, semua jadi indah meiy</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/#comment-163</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 17:52:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulmasri.wordpress.com/?p=140#comment-163</guid>
		<description>metode yang digunakan pak zul dalam melakukan pendekatan dg anak2 sudah sangat tepat, pak. mudah2an rekan2 sejawat kita banyak yang menggunakan pendekatan humanis seperti itu. pendekatan model behaviour yang memperlakukan anak bak botol kosong harus secepatnya diubah dengan pendekatan konstruktivistik yang lebih terbuka dan demokratis.

...&gt; Betul Pak. Hasilnya juga mencengangkan. Cuma harus lebih sabar dan kreatif</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>metode yang digunakan pak zul dalam melakukan pendekatan dg anak2 sudah sangat tepat, pak. mudah2an rekan2 sejawat kita banyak yang menggunakan pendekatan humanis seperti itu. pendekatan model behaviour yang memperlakukan anak bak botol kosong harus secepatnya diubah dengan pendekatan konstruktivistik yang lebih terbuka dan demokratis.</p>
<p>&#8230;&gt; Betul Pak. Hasilnya juga mencengangkan. Cuma harus lebih sabar dan kreatif</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imoe</title>
		<link>http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/#comment-160</link>
		<dc:creator>imoe</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 16:01:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulmasri.wordpress.com/?p=140#comment-160</guid>
		<description>Senang baca tulisan pak Zul...

Dulu saya terobsesi jadi guru, saya sempat kulaih akta IV, saya akhirnya gak masuk-masuk kuliah lagi (boleh dikatakan hampir berhenti) walaupun dengan IPK 3,6 lebihh (bukan nyombong lhoo)...saya hampir frustasi ngelihat setiap saat banyak anak-anak sekolah teman-teman muda saya mengadu kalau sekolah bukan lagi tempat yang aman, banyak guru yang ,melakukan kekerasan, main pukul, dan segala macamnya.  Saya menemukan bukti-bukti itu.  Tak banyak lagi guru baik.  Semula saya berfikir, kalau ingin merubah sistem, masuk langsung ke sistem itu.  Tapi akhirnya saya menyerah....mungkin saya harus memikirkan cara lain untuk itu....

Bulan lalu saya mendampingi kasus anak SD di Padang yang di hukum fisik secara tak manusiawi.  Kami berhadapan dengan KEPSEK AROGAN dan KEPALA DINAS PENDIDIKAN YANG AROGAN..... hingga kini masih berlanjut tuhhh ...entah sampai kapan bisa di selesaikan......

Salut pak zulll.......kalo saja semua seperti pak zullllllllllll</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Senang baca tulisan pak Zul&#8230;</p>
<p>Dulu saya terobsesi jadi guru, saya sempat kulaih akta IV, saya akhirnya gak masuk-masuk kuliah lagi (boleh dikatakan hampir berhenti) walaupun dengan IPK 3,6 lebihh (bukan nyombong lhoo)&#8230;saya hampir frustasi ngelihat setiap saat banyak anak-anak sekolah teman-teman muda saya mengadu kalau sekolah bukan lagi tempat yang aman, banyak guru yang ,melakukan kekerasan, main pukul, dan segala macamnya.  Saya menemukan bukti-bukti itu.  Tak banyak lagi guru baik.  Semula saya berfikir, kalau ingin merubah sistem, masuk langsung ke sistem itu.  Tapi akhirnya saya menyerah&#8230;.mungkin saya harus memikirkan cara lain untuk itu&#8230;.</p>
<p>Bulan lalu saya mendampingi kasus anak SD di Padang yang di hukum fisik secara tak manusiawi.  Kami berhadapan dengan KEPSEK AROGAN dan KEPALA DINAS PENDIDIKAN YANG AROGAN&#8230;.. hingga kini masih berlanjut tuhhh &#8230;entah sampai kapan bisa di selesaikan&#8230;&#8230;</p>
<p>Salut pak zulll&#8230;&#8230;.kalo saja semua seperti pak zullllllllllll</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oemar Bakrie</title>
		<link>http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/#comment-159</link>
		<dc:creator>Oemar Bakrie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 15:39:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulmasri.wordpress.com/?p=140#comment-159</guid>
		<description>Jadi inget jaman masih SMA, sering bolos ...

...&gt; wah zaman pak oemar bolos sudah mulai nge trend ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi inget jaman masih SMA, sering bolos &#8230;</p>
<p>&#8230;&gt; wah zaman pak oemar bolos sudah mulai nge trend ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: myviolet</title>
		<link>http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/#comment-158</link>
		<dc:creator>myviolet</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 07:00:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulmasri.wordpress.com/?p=140#comment-158</guid>
		<description>nah guru seperti pak zul ini yang jd idola
saya ketika di SMA
maklum...
dulu yang namanya sekolah jarang masuk
dengan alasan
kegiatan dan rapat osis
padahal cuma pengen melarikan diri...
heheh
brarti pak zul pernah jadi anak SMA tuh makanya bisa memaklumi

...&gt; Kalau saya dulu ada kegiatan mesti laporan (wali kelas, guru mapel,  atau guru BK. Biasanya disertai secarik kertas izin. Mungkin saya termasuk banyak izinnya, apalagi dengan  kesibukan di OSIS </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nah guru seperti pak zul ini yang jd idola<br />
saya ketika di SMA<br />
maklum&#8230;<br />
dulu yang namanya sekolah jarang masuk<br />
dengan alasan<br />
kegiatan dan rapat osis<br />
padahal cuma pengen melarikan diri&#8230;<br />
heheh<br />
brarti pak zul pernah jadi anak SMA tuh makanya bisa memaklumi</p>
<p>&#8230;&gt; Kalau saya dulu ada kegiatan mesti laporan (wali kelas, guru mapel,  atau guru BK. Biasanya disertai secarik kertas izin. Mungkin saya termasuk banyak izinnya, apalagi dengan  kesibukan di OSIS</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gama</title>
		<link>http://zulmasri.wordpress.com/2008/04/18/anak-anak-itu/#comment-157</link>
		<dc:creator>gama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 06:13:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulmasri.wordpress.com/?p=140#comment-157</guid>
		<description>salam kenal pak zul. saya setuju sekali dengan pendekatan berbasih kasih sayang dan kelembutan yang bapak lakukan. 

saya juga seorang guru, walau lebih senang disebut motivator, dan saya juga bergaul dengan berbagai tingkah siswa.

pak, sekarang, tantangan saya adalah bagaimanan membuat mereka menjadi realistis, bahwa pilihan mereka akan menentukan &#039;hasil&#039; yang mereka peroleh, salah satunya pilihan bersikap, dan setiap mereka harus bertanggung jawab atas pilihan tersebut.

kadang  banyak anak yang secara spontan selalu ingin memperoleh hasilyang sama dengan anak lain, sementara mereka melakukan usaha yang berbeda. dan menganggap bahwa perbdaaan hasil itu karena kurang toleransi atau ketidak adilan....

well... senang bisa membaca blog pak zul.

....&gt; Salam kenal juga Pak Gama.
Apa yang Bapak utarakan benar adanya. Untuk bisa membuat mereka realistis, adalah hal yang sulit, namun bukan tidak bisa. Persoalan utamanya, mereka belum terbiasa dalam menentukan pilihan-pilihan (atau belum dibiasakan dalam memilih sesuatu?). Sebagai contoh, mereka masih ragu dan bingung saat ditanyakan cita-cita. Kalau pun ada yang sudah punya cita-cita, mereka juga kadang tidak bisa menjawab secara pasti, mengapa mereka memilih cita-cita tersebut. Belum yang lainnya.

Ok Pak Gama. Saya paling senang ketemu dengan motivator, karena sering diingatkan ada hal di depan yang harus digapai. Dan motivasi bagaimana pun adalah bagian dari roh kesuksesan dalam hidup dan kehidupan.  </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal pak zul. saya setuju sekali dengan pendekatan berbasih kasih sayang dan kelembutan yang bapak lakukan. </p>
<p>saya juga seorang guru, walau lebih senang disebut motivator, dan saya juga bergaul dengan berbagai tingkah siswa.</p>
<p>pak, sekarang, tantangan saya adalah bagaimanan membuat mereka menjadi realistis, bahwa pilihan mereka akan menentukan &#8216;hasil&#8217; yang mereka peroleh, salah satunya pilihan bersikap, dan setiap mereka harus bertanggung jawab atas pilihan tersebut.</p>
<p>kadang  banyak anak yang secara spontan selalu ingin memperoleh hasilyang sama dengan anak lain, sementara mereka melakukan usaha yang berbeda. dan menganggap bahwa perbdaaan hasil itu karena kurang toleransi atau ketidak adilan&#8230;.</p>
<p>well&#8230; senang bisa membaca blog pak zul.</p>
<p>&#8230;.&gt; Salam kenal juga Pak Gama.<br />
Apa yang Bapak utarakan benar adanya. Untuk bisa membuat mereka realistis, adalah hal yang sulit, namun bukan tidak bisa. Persoalan utamanya, mereka belum terbiasa dalam menentukan pilihan-pilihan (atau belum dibiasakan dalam memilih sesuatu?). Sebagai contoh, mereka masih ragu dan bingung saat ditanyakan cita-cita. Kalau pun ada yang sudah punya cita-cita, mereka juga kadang tidak bisa menjawab secara pasti, mengapa mereka memilih cita-cita tersebut. Belum yang lainnya.</p>
<p>Ok Pak Gama. Saya paling senang ketemu dengan motivator, karena sering diingatkan ada hal di depan yang harus digapai. Dan motivasi bagaimana pun adalah bagian dari roh kesuksesan dalam hidup dan kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
